
Keesokan harinya.
Viko pun terbangun dari tidurnya, lalu menatap jam dingding menunjukan pukul jam 6 pagi. Kemudian menatap seseorang yang kini masih tertidur di sampingnya. Lalu Viko pun tersenyum dan sambil mengusap lembut wajah cantik istrinya.
'Akhirnya, kamu kembali lagi kesini sayang. Aku sangat merindukan tidur bersamamu seperti ini. Entah kenapa tanpa kamu, hidupku sepi dan merasa tidak begitu berarti. Tapi setelah kamu kembali lagi kesini, hatiku merasa damai dan sangat bahagia sayang. Apalagi, diperutmu ada anak kita. Dan aku sangat bersyukur juga berterima kasih sama kamu karena mau menjaga dan mengandung anakku' ucap Viko sambil menatap istrinya masih nyenyak dalam tidurnya. Kemudian mencium kening istrinya.
Karena merasa ada sesuatu yang membuat dirinya terusik, kemudian Lara pun terbangun dari tidurnya. Lalu menatap suaminya yang kini sedang menatap dirinya.
"Mas?" Ucap Lara saat terbangun suaminya kini sedang menatap dirinya.
"Apa sayang hah? Mau sekali lagi kita melakukannya." Goda Viko.
"Iss apaan sih Mas, mesum sekali suamiku ini. Lagian masa belum puas, semalam kamu mengempurku sudah berapa kali." Gerutu Lara merasa kesal kepada suaminya atas ulah suaminya semalam.
"Maaf sayang. Lagian jangan marah gitu dong sayang, pamali loh sama suami gitu." Ucap Viko sambil mengusap lembut rambut istrinya.
"habisnya-" ucapan Lara terputus saat Viko memotong pembicaraanya.
"Sudah jangan banyak bicara, nanti aku gempur lagi nih." Ucap Viko sambil menatap Lara.
"Iss menyebalkan sekali Mas Viko ini." Gerutu Lara.
"Sudah ah, Mas mau mandi dulu. Tolong ya sayang, siapin baju kerjanya." Ucap Viko.
"Iya Mas." Jawab Lara.
Kemudian Viko pun, berjalan menuju bedroom dan Lara beranjak dari kasurnya untuk mencari pakaian untuk suaminya di bedroom.
*satu jam kemudian....
"Ya sudah, ayo sayang kita kebawah." Ajak Viko saat melihat istrinya sudah selesai berdandan.
"Iya Mas." Jawab Lara.
__ADS_1
Kemudian Viko dan Lara pun berjalan ke bawah tangga, menuju meja makan.
"Sini Nak, duduk disini." Ucap Bu Ria saat melihat Lara menghampirinya.
"Iya Bu." Jawab Lara yang kini sudah sampai di meja makan bersama suaminya. Kemudian duduk diatas kursi tersebut.
"Oya Mas, mau makan dengan apa?" Tanya Lara terhadap suaminya.
"Apa sajalah sayang, mau menu semuanya juga tidak apa apa kok." Jawab Viko.
"Iss yang benar saja Mas, mau semuanya. Emang bakal semuanya ke makan sama Mas?" Tanya Lara lagi.
"Tentu saja tidak hehe, tapi kita makan berdua. Jadi bakal habis semuanya kalau makan berdua tuh. Dan Mas mau kamu suapin Mas." Ucap Viko.
"Sudah kita makan masing masing saja Mas. Manja benar pingin disuapin." Ucap Lara sambil menatap suaminya.
"Sudah jangan banyak protes sayang! Kalau kamu tidak mau, ya sudah Mas juga tidak akan makan." Ancam Viko.
"Tapi Mas maunya disuapin dan makan sepiring berdua sama kamu sayang," ucap Viko.
"Sudah Lara, turutin saja kemauan suamimu itu. Mungkin dia lagi ngidam pingin disuapin sama istrinya." Ucap Bu Ria.
"Emangnya ada yang Bu, kalau seorang suami bisa ngidam gitu?" Tanya Lara.
"Tentu saja ada sayang. Malahan ada seorang istri tidak mengalami muntah dan tidak ngidam apa apa tapi malah suaminya yang seperti itu sayang." Ucap Bu Ria.
"Oh gitu Bu. Baiklah kalau begitu." Ucap Lara sambil mengalaskan nasinya beserta menunya yang di inginkan suaminya.
Sebenarnya Lara tidak keberatan dengan keinginan suaminya. Tapi karena ada Vani disana, maka Lara memilih untuk menghormatinya. Tapi suaminya kekeuh kudu menuruti keinginannya, dan terpaksa Lara pun harus menuruti kemauan suaminya.
"Ya sudah ini Mas." Ucap Lara sambil menyodorkan makanannya.
"Kan Mas bilang mau disuapin sayang, dan kita makan berdua." Ucap Viko sambil menatap Lara.
__ADS_1
"Baiklah Mas. Ya sudah buka mulutnya Mas." Ucap Lara sambil menyendokan sesuap nasi beserta menunya ke dalam mulut suaminya. Lalu dengan segera Viko pun membuka mulutnya dan menguyahnya.
"Ya sudah, sekarang giliran Mas nih nyuapin kamu." Ucap Viko.
"Sudah Mas tidak usah, Lara bisa sendiri kok." Tolak Lara.
"Sudahlah sayang, jangan banyak menolak! Sini sendoknya." Viko sambil mengambil sendoknya dari tangan istrinya.
Kemudian Viko pun menyuapkan nasi beserta menunya ke dalam mulut Lara.
"Terima kasih Mas." Ucap Lara.
"Iya sayang," jawab Viko.
Lalu terjadilah saling suap menyuapi di antara mereka.
Tanpa mereka sadari, tingkah Lara dan Viko membuat Vani terbakar cemburu dan merasa kesal lalu mengepalkan kedua tangannya.
**jangan lupa tinggalkan jejak ya.
**Sekalian mau promosiin karya punya teman saya yang sangat bagus dan bikin baper. Yuk intip dan kepoin.
Judul : Ibu Izinkan Aku Bahagia
Napen : Sutihat Basti Wibowo
Ditinggalkan oleh sang Ayah dengan dalih mencari pekerjaan di usianya yang baru 2 tahun, membuat Ananda Shaka yang kini telah berusia 6 tahun memendam kerinduan yang mendalam pada sang Ayah. Setiap hari dalam angan Shaka adalah serba Ayahnya. Keinginan Shaka untuk bertemu sang Ayah menorehkan pilu dalam dada sang Ibu.
Di tengah deruan rasa rindunya pada sang Ayah, tanpa sepengetahannya ternyata sang Ayah telah menceraikan Ibunya lewat sepucuk surat yang dikirimkan melalui sahabat Ayahnya. Kenyataan pahit itu membuat sang Ibu tak berdaya. Di sisi lain sang Ayah berpesan agar Shaka tidak mencari dan menemuinya lagi.
Akankah kerinduan Shaka pada sang Ayah berakhir dengan sebuah pertemuan atau mungkin tidak ???
__ADS_1