
Entah kenapa,pikiranku mengarah ke kak lara terus dan sulit mengerti tentang perasaanku,rasanya aku makin lama merasakan ada yg aneh pada hatiku disaat aku VC
Kak lara sangat bersahaja bagiku,ia banyak memberiku semangat dan motivasi bagiku untuk kebih giat dalam belajar.
Alhamdulillah aku berhasil lulus SMA dengan prestasi yg cemerlang,aku berniat melanjutkan kuliah dan Makassar pilihanku.
[ kak lara,aku ingin ke makassar,temani aku ya mendaftar UNM] ku kirim chat ke kak lara
[Iya Cin,kamu kesini aja,nanti kutemani] balas kak lara
Seminggu kemudian,aku ke Makassar atas izin dari ibu,aku sangat bahagia bertemu kak lara,tapi perasaanku,kak lara biasa biasa saja
"Mungkin karakternya memang begitu", bathinku
Kak lara mengantarku cari kostan tak jauh dari kampus,agar tak menyusahkanku bolak balik.
"Gimana cin,suka kan?", tanya kak lara
"Iya kak terima kasih ya", ucapku
Ia hanya mengangguk tersenyum
Esoknya kak lara mrngunjungiku di kost anku bersama lingga temannya yg dulu bersamanya ke toraja.
"Apa kabarmu cinta, makin cantik aja kau", ucap lingga
"kabarku baik aja kak", jawabku
Lingga selalu bercanda,membuat teman teman kostanku yg lain terhibur dan cepat akrab,beda dengan kak lara yg lebih banyak diam,ia kelihatan lebih asyik dengan ponselnya
"Pacarmu yg mana cinta?", tanya Tiwi temanku yg tetangga kamar
"Gak ada kok,mereka cuma temanku,kebetulan mereka pernah camping di toraja", jawabku
Kak lara hampir tiap hari menemuiku,hingga membuat seluruh penghuni kost anku mengira kak lara pacarku,tapi melihat gelagat kami yg jarang bicara membuat anggapan mereka berubah,bahkan menganggap kak lara kakakku saja.kebetulan kak lara sangat pintar main gitar jadi tetangga kostku yg dominan cowok sangat suka jika kak lara datang,bahkan banyak diantara mereka brlajar memetik gitar.
"Cinta,,tadi kakak bawa mie instan dan kopi instant,tolong diseduhin ya!", teriaknya dari luar
"Iya kak,sabar", jawabku
Aku sangat tidak mengerti arti perhatian kak lara padaku,boleh dikata,semua kebutuhan makanku selama disini di jamin,ia bahkan selalu membawa makanan yg dimasak ibunya.
"Kakakmu sangat ganteng cin,tolong comblangin dong", ucap Kiki teman sekampusku yg juga tetangga kost anku.
Aku cuma tertawa mendengarnya,kedengar aneh cewek minta di deketin ma cowok,sementara cowok itu sebenarnya ku sukai,tapi rasa sukaku tidak bisa ku kategorikan suka karena cinta atau persahabatan.
"Kok diem sih Cin?", tanya kiki.
"Aku takut ki,kak lara itu sangat pendiam", jawabku.
"Dia kan kakakmu cinta,kok takut sih?", tanyanya lagi
"Ia sebenarnya hanya sahabatku ki,tapi ia menganggapku adiknya dan aku sangat menghormati kak lara,karena pembawaannya yg sangat tenang", jawabku jujur.
__ADS_1
"Dan kami sebagai sama sama suku toraja memang begitu,meski tak sedarah tapi meras senasib", tambahku lagi
"Gitu ya Cin,maaf ya", ucap kiki memelas
"Insya Allah,aku kan mencoba mengutarakan hal itu ke kak lara,sabar ya ki", ucapku
Kiki terlihat senang,sebenarnya kak lara memang sangat pantas disukai cewek,sikapnya yg tenang,dengan wajah tampan,juga ia ternyata seorang musisi disini.
"Kak lara", ucapku
Aku mendekatinya yg sedang asyik main game diponselnya
"Ada apa haa?", tanyanya lagi
"Gak jadi", jawabku sambil tersenyum
",Nih anak,aneh ya emang mau bilang apa,kalau mau cerita tentang cewek,mending gak usah dulu,kak lara fokus dulu ke kuliah dan ke karier", ucapnya.
"Pasti tentang kiki kan Cin?", tanya Roy yg kebetulan juga duduk dekat kak lara
"Kok tau si roy?", tanyaku
"Ya tau aja,kiki kan paling gak bisa lihat cowok yg cakep,pasti ujung2 nya minta di comblangin", ucap roy
"Kalau gitu,gak jadi deh", ucapku.
Aku lalu berdiri,kak lara menggamit lenganku dan menunjuk kresek di bawah tempat duduknya.
"Cintaa,ini titipan dari ibu,maaf tadi lupa", ucap kak lara
"Terima kasih ya cinta", ucapnya
"Iya sama2", jawabku
**********
PoV Roy
Aku tersenyum melihat Cinta yg melenggang masuk kamarnya,ia sangat senang saat mendapat kiriman dari ibunya lara yg hampir tiap hati mrngirimkan makanan,begitu pun dengan lara yg setia datang kesini.
Awalnya aku mengira lara adalah pacar cinta,ternyata bukan,mereka hanya seperti saudara kandung.
Cinta menurutku sangat cantik dengan kulit yg sangat putih dan bersih,alis dan bulu matanya tebal dan lentik,hingga membuat siapapun akan terpana oleh kecantikannnya.
"Roy,aku pulang dulu ya,titip Cinta", ucap Lara
"Oke broo,aku pasti menjaga saudarimu", ucapku pula
entah kenapa lara,tiap mau pulang dari sini selalu menitip cinta padaku,apa karena aku sudah dianggap sahabatnya atau gimana?
"Jangan jangan,lara memberiku sinyal untuk mendekati cinta?", ujarku dalam hati
"Ahh,rezeki besar nih", gumamku
__ADS_1
"Lara dah pulang ya roy?", tanya kiki
Ia datang dan menghempaskan pantat besarnya di bangku panjang tempat dudukku
Kreookkk!!
"Kira kira dong ki,nih bangku kayaknya mau patah,kamu dudukin paksa begitu", ucapku kesel
"Cinta,udah bilangin apa nggak ya ke lara soal perasaanku?", tanyanya.
"Udah,cinta dimarahin lara", jawabku bohong
"Kok dimarahin?", tanyanya
"Lara gak mau urusin cewek dulu", ucapku
Lalu aku pergi meninggalkan kiki,aku sebenarnya malas ladeni cewek begitu,sekilas kulihat cinta menyeduh mie dua porsi
"Mienya untuk siapa cin?", tanyaku
"Buat kak lara", jawabnya
"Lara udah pulang cin,mienya buat aku aja ya", ucapku
"Boleh", jawab cinta
Ia tersenyum yg sangat manis membuatku terpikat dan sangat menyadari betapa cantik gadis yg ada di depanku ini.
"Terima kasih ya Cinta", Ucapku.
Makin lama,perasaanku makin sulit kukendalikan tapi aku sangat takut mengutarakan hal itu ke cinta,karena kusadari cinta terlalu bnyak yg menginginkan
Apa aku harus minta pertolongan ke lara ya,karna kutahu lara dan cinta seperti saudara.
Tapi aku tak berani juga mengutarakan hal itu ke lara,hingga perasaanku kupendam berbulan bulan,belum juga kuutarakan.
Hari ini,Lara ulang tahun ke 21,kami semua di undang ke pestanya yg ternyata bukan pesta tapi hanya makan makan saja,kulihat juga cinta hadir nengenakan gaun kuning yg makin menambah kecantikannnya.
"Cintaa,kamu Cantik sekali hari ini,membuatku mataku tak berkedip", ucapku
Entah keberanian apa yg membuatku,tiba tiba seberani itu mengungkap rasa kagumku.aku bahkan seperti seorang pujangga dadakan.
Tiba tiba saja cinta tertawa ngakak.
"Ada ada saja kamu roy,kamu juga keliatan cakep dan keren hari ini", ucap cinta membuatku salah tingkah.
"Cintaa,bawa kuenya keluar sayang!" , teriak ibunya lara
"Iya bu", jawab cinta
Cinta kulihat sangat cekatan mengatur kue dan minuman diatas meja yg telah dihiasi.
Keakraban yg terjadi antara cinta dan keluarga lara membuatku sedikit merasa cemburu,mereka seperti satu keluarga yg saling menyayangi.
__ADS_1
Mungkinkah cinta hanya sekedar sahabat bagi lara karena persahabatan kadang berakhir dengan ikatan Cinta