Cinta Lara

Cinta Lara
Boneka ghaib


__ADS_3

Kupandangi boneka pemberian cinta yg bertengger diatas lemariku,sepertinya aku tengah menatap cinta yg berwajah barbie dan menggemaskan


"Laraa!", teriak ibu dari luar


"Iya bu,ada apa?", tanyaku


kulihat ibu sedang meringis kesakitan,jari jarinya berdarah.


"Tangan ibu kenapa?", tanyaku dengan rasa heran


Jari jemari ibu mengucurkan darah dari sela selanya membuatku bergidik ngerii


"tadi,ibu mengiris bawang ra,tak sengaja telunjuk ibu kena pisau,kok yg lainnya ikut berdarah,makanya ibu heran", kata ibu.


"Nih buu,aku di kasi minyak di Toraja,katanya ampuh untuk mengobati luka,sini bu kuolesi lukanya", ucapku


Ibu menjulurkan tangannya,dan cepat kuolesi minyak itu


Aneh,kok tiba tiba sembuh,bahkan luka irisan pisang lenyap seketika


Aku dan ibu saling berpandangan keheranan,di hatiku diliputi pertanyaan.


"Terbuat dari apakah minyak mujarab ini?", tanyaku dalam hati.


"Laraa,sepertinya tadi malam ada yg mencoba mencongkel pintu gudang di belakang rumah", ucap bapakku


Ia duduk di sampingku,sambil menikmati kopi toraja yg kubawa kemarin sebagai oleh oleh


"Kok bisa sih pak,tapi tidak sampai terbuka kan?", tanyaku


"Alhamdulillah tidak raa,mungkin ia sulit merusaknya karena gembok digudang banyak ", kata ayah.


Terdengar gawaiku berbunyi di kamar,aku segera masuk dan mengangkatnya


( Halo kak lara) terdengar suara cinta yg jauh


( Iya dek,kabarmu gimana)


( kabar baik,kak lara) jawab cinta


Panggilannya putus lagi,mungkin karena jaringan yg buruk.


"Lara,ada ya bu?", kudengar suara lingga mencariku diluar


"Di dalam nak,ayo masuk saja", ucap ibu


"Tumben kesini ngga,ada angin apa yg membawamu kesini?", tanyaku


"Angin ****** beliung raa,raa bisa minta tolong nggak?", ucap lingga


"minta tolong apa,kalau mau pinjam duit,aku gak ada duit nihh", ucapku


"Bukan duit raa,aku sedang mengalami masalah,adikku diperkosa orang tak dikenal,sekarang adikku di rumah sakit,kasian ia raa,kayaknya ia mengalami trauma", ucap lingga sedih


"Maksudmu astari,kok bisa sih ngga,emang diperkosa dimana?", tanyaku penasaran.


"Ia di culik sepulang dari sekolah,dan disekap selama 2 hari setelah itu dibuang dipinggir jalan dalam kondisi mengenaskan,sepertinya selain diperkosa,ia juga mengalami penyiksaan fisik", ucap lingga.


"Sudah lapor polisi ngga?", tanyaku lagi


"Belum raa,ayahku malu bila harus mempublikasikan,kau tau sendiri kan ayahku juga seorang polisi", ucap lingga


"Jadi kita harus bagaimana ngga,apa kamu mau mencari pemerkosanya?", tanyaku


"Begitulah raa,aku sangat percaya padamu raa,tolong ya", ucap lingga sangat memohon


Ia sahabatku yg paling dekat denganku,mungkin karena itulah ia mengajakku bergerak diam diam,untuk menemukan pemerkosa itu.


"Ide yg cerdas ngga,tanpa perlu diketahui semua orang,aku faham maksudmu", ucapku.


"Apa mau memulai sekarang pencariannya atau gimana ngga?", tanyaku


"Lebih cepat,lebih baik raa,tak sabaran rasanya ingin memberi pelajaran pada orang yg menghancurkan masa depan adikku", jawab lingga.


Hari itu,kumulai petualangan di kotaku sendiri mencari pemerkosa adik lingga,dengan mengenakan pakaian yg lusuh agar terkesan anak jalanan,juga hal itu memudahkan beradaptasi dengan para preman,siapa tau kami bisa memperoleh informasi


"Ngga,di samping kita ada 3 pemuda yg gelagatnya terlihat aneh,ayo aktif kan rekaman ponselmu tapi pura pura saja tak mendengar apa yg mereka perbincangkan", ucapku


"Kalau sampai ketahuan tamat riwayat kita broo", ucap cowok berbaju hitam


"Makanya hati hati dalam mengambil tindakan,sekarang kita sedang menghadapi seorang polisi berpangkat perwira,bisa jadi perkedel kita kalau ditangkap", kata lelaki yg keliatan dari penampilannya bukan orang biasa.


"Raa, kita sudah dapat informasi sedikit,sebaiknya ke 3 laki laki di dekat kita ini,dipantau terus,kita harus menemukan markasnya", ucapku.


Kulihat ke 3 laki laki itu keluar dari warung ini,sempat ku foto plat kendaraan beroda dua mereka,saat pura pura membuang kulit kacang keluar.


"Dasar pengangguran,tiap kali kesini,makan gak pernah bayar", kudengar yg punya warung mie menggerutu


"pemuda tadi,orang sini ya bu?", tanyaku pada ibu pemilik warung mie rebus

__ADS_1


"Iya nak,mereka sangat meresahkan disini,kerjanya hanya begitu,memalak,makan tanpa bayar dan bikin keributan", ucap pemilik warung mie kesal


"Nih uangnya bu", kuberi Uang 100 ribu ke ibu itu


"Aduhh nak,gak ada uang kecil,pembeli pertama ketiga preman itu,tuhh aja gak bayar", kata ibu itu yg membuatku jadi iba.


"Kembaliannya buat ibu saja", ucapku


Ibu itu seolah tak percaya


"Ambillah bu", ucapku lagi


"Terima kasih banyak ya nak,lain kali kesinilah duduk duduk", ucap ibu pemilik warung.


"Bu,kira kira ketiga orang tadi tinggal dimana ya?", tanyaku


"Ibu juga kurang tau nak,nanti ku tanyakan pada tukang becak yg sering ngopi disini", ucapnya


"Iya bu,kalau begitu,besok aku kesini lagi", ucap lingga


"Mohon Informasinya ya bu", tambah lingga lagi.


Esoknya kutemui ibu penjaul mie itu lagi,tak lupa memesan 2 porsi mie untuk aku dan lingga


"Nak,ketiga pemuda itu tinggal di jalan SS lorong 2,mereka ngontrak bersama", bisik Ibu itu ke telingaku


Sepertinya ibu itu sangat takut kedengaran suaranya


"Iya bu terima kasih informasinya ya", ucap lingga,ia menyelipkan uang 300 rb ke tangan wanita tua tersebut


Ibu pemilik warung sangat terkejut saat melihat jumlah uang itu,tapi sebelum ia bicara,lingga sudah duluan angkat bicara.


"Terimalah bu,ini rezeki ibu", ucap lingga.


Ibu tua itu menangis penuh haru,ternyata beberapa hari ini,pembeli sangat sepi,juga ulah ketiga pemuda tadi yg tiap hari makan tapi alasan ngutang terus tapi tak pernah dibayar.


Aku dan Lingga menuju alamat tadi,alasan mencari kontrakan,ternyata agak susah sampai ke alamat ini,sangat jauh masuk gang,tak bisa dilalui kendaraan beroda dua,ini sebenarnya bukan gang lagi tapi setapak.


"Pak disin,masih ada kontrakan kosong ya?", tanyaku pada seorang lelaki tua,yg kontrakannya pas berhadapan dengan kontrakan ketiga pemuda yg kami curigai itu.


"Tuhh yg di depan nak,masih kosong", ucapnya


Aku pura pura menunjuk kontrakan yg kutahu dihuni ketiga pemuda itu


"Yg ini ya pak?", tanyaku


"Yg sampingnya nak,kalau yg itu udah ada isinya 3 orang", ucapnya.


"Adik asal mana?", tanya pemilik kontrakan


"Saya dari Toraja bu", ucapku,kusikut lengan linggar agar faham maksudku


"Di dalam ada kasur kok dik,juga alat alat masak,jadi tak perlu lagi repot repot", ucapnya lagi


"Syukurlah bu,oh ya tetangga sebelah kemana ya?", aku pura pura bertanya


"Entahlah dek,mungkin pergi kerja", ucap ibu pemilik kontrakan yg kayaknya tidak begitu peduli pada ketiga orang yg mengontrak rumahnya.


Aku merebahkan tubuhku diatas alas yg terhampar di depan pintu kontrakan,sambil terus membahas langkah langkah yg akan kami lakukan selanjutnya.


"Lara,orang orang itu sudah datang", bisik lingga ke telingaku.


"Biarkan mereka masuk dulu ngga,kita tak perlu repot repot lagi menguping pembicaraan mereka,sudah kupasang alat perekam suara diatas balok perantara biliki ini", ucapku


2 jam kemudian mereka kudengar pergi lagi,akupun harus pergi dari sini,nanti dirumah ku putar rekaman ini,tadi juga sebelum pergi aku sudah memasang lagi perekam suaranya.


"Brengsek Pak Marsel, udah selesai belum dibayar bayar juga", aku mulai memutar rekaman suaranya.


"Pokoknya kita harus menagih pak marsel terus,jan gan sampai ia lolos lagi,mana resiko pekerjaan ini sangat berbahaya,pak septa bisa bisa menyembelih kita kalau putrinya kita perkosa beramai ramai",


Lingga duduk lemas,kulihat wajahnya pias dengan bibir terkunci


"Apa yg mereka maksud marsel gembong narkoba yg pernah dipenjarakan ayahku", ucapnya


"Apakah ia dalang dari semua ini,lantaran sakit hati ke ayahku", gumam lingga


Aku dan lingga sangat terpukul dan untuk beberapa saat tak bisa bicara,kasian sekali astari dan betapa malang nasibnya,ternyata astari diperkosa beramai ramai,ini tak boleh didiamkan.


"Lingga,kita harus kembali ke kontrakan lagi"ucapku


"Kita tidak boleh diam,bukti harus kita kumpulkan lagi untuk lebih memudahkan langkah selanjutnya.


kuraih ranselku dan segera kekontrakan lagi.kuambil perekam suara yg tadi pagi kusimpan,istirahat sebentar baru pulang lagi.


Seharian mondar mandir cari informasi membuatku sangat kecapean,rasa kantuk menyerangku,namun aku sangat kaget saat melihat bonekaku sudah tak di tempatnya.


"Bu,lihat boneka lara nggak,yg disimpan diatas lemari", tanyaku


"Gak kok raa,juga seharian nih cuma ada ibu dan bapak", jawab ibu

__ADS_1


Bapak tak mungkin juga mengambilnya,ia orang paling cuek pada keadaan.


"Kemana ya bonekaku", bathinku


*************


Astari terus menangis ketakutan,jiwanya betul betul terguncang,serasa ia ingin mengakhiri hidupnya,agar melupakan kejadian Seminggu yg lalu


"Ha ha ha ha,cantik juga gadis ini", ucap lelaki pertama yg membuka bekapan mulutnya yg dari lakban.


"Selamat bersenang senang dengan kami gadis cantik", ucap cowok yg keliatan masih siswa SMA


"Sambil menyelam sambil minum air,kita dibayar untuk perkosa seorang gadis,ternyata ceweknya sangat cantik dan anak seorang polisi yg terhormat", ucap lelaki ke 3 yg keliatan sudah berumur 25 tahun


Ia menyentuh seluruh tubuhku,dan menarik paksa pakaianku hingga aku telanjang depan mereka,dan aku digilir ketiga lelaki itu.


Perih kurasa di bagian organ intimku saat mereka memaksa memasukkan alat vitalnya bergantian,aku pasrah dikerjai mereka berkali kali,bujan hanya sekali tapi berkali kali,bahkan mereka tak merasa iba,saat aku sudah terkulai lemas


"Tolong jangan lakukan itu,ampunilah aku", ucapku saat mereka masih terus mengerjaiku


"Tidak Nona cantik,dulu ayahmu pun tak memberi ampun saat menghukum bosku", ucap mereka


Disitulah ku tahu,ternyata mereka memperkosaku karna ada masalah pribadi dengan ayahku,dan sebagai tebusannya akulah yg harus menerimanya dengan kehilangan masa depan.


"Tidaaaaaakkkk!!!", teriakanku memecah kesunyianku dikamar ini


"Astari,tenanglah sayang, jangan takut,ibu di dekatmu", ucap ibu


Ia merengkuhku dalam pelukannya


"Ayah,ku mohon pergilah dari sini,karna sikap ayah lah yg semena mena terhadap orang,hingga balasannya begini", ucapku mengusir ayah dari kamarku


"Ibu birkan aku mati sajs,aku tak mau hidup lagi", ucapku


"Anakku,jangan berkata begitu,ibu menyangimu setulus hati", ucap ibu penuh kasih sayang


Kulihat ayah terduduk lesu,mungkin ia baru menyesali semua tindakannya yg terlalu brutal ke narapidana.aysh terkenal sebagai salah seorang polisi yg sangat di segani di kotaku,ia tak segan segan menghajar para preman atau pun tahanan.


Namanya Brigpol Sumarsono,ia selalu berhasil menumpas kejahatan dengan sukses,berbgai piagam penghargaan berhasil ia dapatkan sebagai seorang polisi berprestasi.


"Ayah,sebaiknya kasus adikku segera dilaporkan ke kepolisian,saya dan lara berhasil memperoleh bukti dan kediaman lelaki yg telah memperkosa adikku", ucap lingga,saat aku bersamanya menemui ayahnya di ruang kerjanya


"Baiklah nak,silahkan bawa kesini Video dan rekaman suara lelaki yg kalian curigai itu", kata Pak Sumarsono


Terlihat gurat kesedihan terpancar di wajah pak sumarsono


"Kalian berdua betul betul sepasang sahabat yg cerdik,kalian masih sekolah tapi lebih cerdik dari ayah", puji pak sumarsono pada kami berdua


karena kami sebagai pelapor,jadi berkas pengaduan kami bawa ke ruang jatanras dan menyerahkan langsung dokumen pengaduan kami ke kanitreskrim.


"Kok ayahmu tidak bilang bilang soal ini?", tanya pak Wirya sedikit heran


"Aku merasa malu Ndan,sebagai seorang aparat hukum,malah anaknya yg korban,jujur aku merasa tidak pantas lagi dengan jabatanku", ucap ayah


"Pak Sumarsono Jangan berkata begitu,setiap orang punya masalah", kata pak wirya


"Nak lingga dan Nak alif,sekarang juga temani para anggota yg akan meringkus ke3 pemuda yg berhasil di rekam suaranya ini,sudah pasti inilah pelakunya", tegas pak wirya


Akhirnya Aku dan lingga dan 5 Anggota Polisi menuju kontrakan ke 3 pemuda tersebut,setelah kita kordinasi dulu ke RT setempat dan memastikan ketiga pemuda tersebut berada dalam kontrakannya.


Tak susah mengepung wilayah itu yg ternyata memang sarangnya para pelaku kriminal.


Kami tiba depan kontrakan yg terkunci rapat dari luar,seorang anggota polisi mengetuk pintu tapi tak ada sahutan


"Ayo keluar,menyerahlah", teriak anggota reserse lainnya


Yg satunya memberi tembakan peringatan ke udara,belum juga ada respon dari dalam


Polisi langsung mendobrak pintu dan berhasil meringkus ketiga pemuda tersebut


"Ikut kami,kalian adalah pemerkosa!", bentak para polisi yg langsung memborgol tangan mereka.


Para warga berkerumun menyaksikan penangkapan ketiga preman ini


"Ampun pak", ucap ketiga preman yg berulangkali dipukuli kepalanya dengan gagang senjata


"Ini tak seberapa,di tahanan nanti,kaian akan di babak belur oleh para tahanan", kata polisi yg terlihat paling sangar


Tak berapa lama,kamipun sampai di polres,para polisi begitu antusias ingin melihat preman yg telah berani,memperkosa anak seorang brigpol


Mereka langsung dimasukkan ke ruang jatanras untuk diadakan penyidikan


"Pak Sumarsono,berilah pelajaran untuk orang yg telah menyakiti putrimu", Ucap Pak Radit


Tapi pak sumarsono menolak berinteraksi dengan ketiga preman itu,melihatnyapun sudah tak sudi,apalagi jika harus berinteraksi langsung


.


"Lingga dan alif,beri pelajaran ke mereka", perintah pak wirya

__ADS_1


Tanpa diberitahu 2x,aku dan lingga langsung menghajar ketiga preman tersebut hingga babak belur,puas aku dan lingga memukuli,para reserse yg berbadan besar menggasak mereka habis habisan.


Nasib ketiga pemerkosa sungguh naas,di dalam jeruji,menunggu para napi yg kelaparan,mereka akan menggasak pemerkosa itu yg lebih sadis lagi,bahkan batang zakarpun akan mereka bakar sebagai hukuman untuk penjahat kelamin.


__ADS_2