Cinta Lara

Cinta Lara
Eps.Merasakannya kembali


__ADS_3

Satu bulan sudah, kini Lara ada dirumah. Setelah kejadian yang menimpa dirinya, Lara sudah mengikhlaskan dan menerima semuanya. Apalagi kini Lara dinyatakan tidak bisa memiliki anak lagi, membuat Lara pingin mengadopsi anak. Tapi tentunya Lara harus bicara dulu sama suaminya agar mengizinkan untuk mengadopsi anak. Kini Lara pun sedang duduk diruangan tamu sambil menunggu suaminya pulang kerja. Namun tiba tiba sang Adik Ipar pun berjalan mendekati Kakak Iparnya.


"Hey Kak Lara, lagi apa nih? Dari tadi saya lihat bengong mulu," ucap Levi sambil duduk disebelah kakak Iparnya.


"Eh Levi? Lagi nungguin Mas Viko pulang Lev. Itu perasaan kamu saja, Kakak kelihatan lagi bengong," ucap Lara sambil menatap Levi.


"Mungkin saja kali Kak hehe," ucap Levi cengengesan.


"Oya Levi, Kakak boleh bertanya?" Ucap Lara.


"Boleh Kak, emang mau bertanya apa Kak?"  Levi sambil mengerutkan keningnya.


"Kamu sendiri tahu kan, kalau Kakak ini  sudah divonis tidak bisa memiliki anak. Kira kira kamu suka tidak kalau Kakak mengadopsi anak?" Tanya Lara.


"Seriusan Kak Lara mau mengadopsi anak?" Tanya Levi merasa tidak percaya.


"Iya serius Lev, kenapa tidak suka ya?" Tanya Lara.


"Kata siapa Kak, Levi suka kok Kak. Lagian nih Kak kata orang kalau kita mengadopsi anak katanya bisa memancing kita bisa hamil. Terus kita juga dapat pahala dan rezekinya biasanya suka mengalir terus Kak kalau kita tulus mengadopsi anak yatim piatu." Ucap Levi.


"Benarkah itu Lev? Berarti kalau kamu yang mengadopsi anak bisa hamil dong?" Tanya Lara pada Adik Iparnya.


"Ih apaan sih Kak Lara, orang saya mah belum nikah Kak, masa bisa hamil ih. Yang ada tuh rezeki Levi ngalir dan dapat pahala Kak. Ih punya Kakak Ipar jahat banget ya." Levi sambil cemberut.


"Hahaha...." Tawa Lara terbahak bahak.


"Ih ini orang benar benar ya. Malah tertawa riang gitu." Ucap Levi sambil mengelitiki pinggang Kakak Iparnya.


Namun Lara pun semakin kencang tertawanya karena merasa geli digelitiki oleh Adik Iparnya.


"Sudah ah Lev geli nih, hahaa.. Ampun Lev, Kakak benar minta maaf lagian tadi Kakak cuma bercanda Kok." Ucap Lara mencoba menahan tangan Levi.

__ADS_1


"Makanya jangan macem macem deh Kak. Gini juga Levi orangnya sadis loh Kak." Ucap Levi sambil menatap Lara.


"Bukannya sadis itu yang suka dinyanyiin sama band Samson ya. Yang Liriknya kayak gini Lev, hei sadis apa kabarmu.."


"Gadis itu mah Kak, bukan sadis ih Kak Lara enggak lucu bercanda mulu. Lagian Levi serius nih ngomongya." Ucap Levi memotong pembicaraan Kakak Iparnya.


"Ada apaan sih ini, kok rame banget ya?" Tanya Viko yang tiba tiba datang.


"Eh Mas, sudah pulang Mas?" Tanya Lara sambil menatap suaminya lalu mencium tangan punggung suaminya.


"Sudah sayang, lagian ada apaan sih kok rame banget ya dari tadi saya perhatiin?" Tanya Viko menatap Istrinya lalu bergantian menatap Adiknya.


"Ini Kak Lara jahat banget, masa orang lagi serius bicara malah dia bercanda mulu. Terus Kak Lara bilang katanya Levi bisa hamil juga kalau mengadopsi anak. Kan jahat benar tuh Kak Lara." Ucap Levi menjelaskan.


"Mengadopsi anak? Maksudnya siapa yang akan mengadopsi anak?" Tanya Viko.


"Ini Kak Lara. Katanya pingin mengadopsi anak." Ucap Levi sambil menatap Viko .


"Iya Mas. Gimana boleh tidak Mas, Lara mengadopsi


 Anak?" Tanya Lara dengan wajah memohon.


"Gimana ya..." Ucap Viko lalu menatap Lara dan Levi dengan tatapan susah diartikan.


"Tidak boleh ya Mas? Ya sudah tidak apa apa kok Mas." Ucap Lara dengan sedikit kecewa. Lalu menundukan kepalanya.


"Jangan kecewa gitu dong sayang, lagian boleh kok jika kamu mau." Ucap Viko sambil mengangkat kepala Istrinya dan kemudian tersenyum.


"Jadi Mas benar benar mengizinkannya? Dan boleh Lara mengadopsi anak Mas?" Ucap Lara.


"Iya sayang. Jika itu membuat Istri Mas bahagia, maka Mas akan menyetujuinya." Ucap Viko.

__ADS_1


"Terima kasih Mas." Ucap Lara langsung memeluk suaminya.


"Iya sayang," ucap Viko membalas pelukan Lara dan mengusap lembut rambut Istrinya.


"Ehmz... Ini pasangan suami Istri tidak tahu tempat ya. Malah berpelukan dihadapan gadis yang masih suci." Gerutu Levi.


"Eh maaf Lev, hehe." Ucap Lara cengegesan.


"Huh dasar ... " ucap Levi sambil membulatkan matanya.


"Mas pasti cape ya? Sini Lara bawain tas kerjanya." Ucap Lara.


"Ini sayang, " ucap Viko sambil memberikan tasnya.


"Ya sudah yuk, kita ke kamar Mas cape pingin tidur, pingin Istirahat." Ucap Viko sambil menatap Lara.


"Iya Mas. Oya Levi, Kakak permisi dulu ya tidur duluan lagian sama Kakak juga ngantuk nih, oya ingat besok kamu kerja, ingat tidak boleh bergadang." Ucap Lara.


"Iya siaap Kak." Jawab Levi.


Lalu Viko dan Lara pun pergi meninggalkan Levi dan berjalan menuju kamar mereka. Kini Lara pun sudah sampai  di kamar, dia pun membantu suaminya membukakan sepatunya, kemudian jas kerjanya dan kini mencoba membantu melepaskan kancing kemeja suaminya satu persatu. Kini Viko pun hanya diam saja sambil menatapi wajah cantik Istrinya yang tersenyum dan teringat bagaimana jika Lara mengetahui semuanya kalau dirinya sudah menikah lagi. Akan kan dia menerima kenyataanya dan tidak membencinya? Kemudian Viko pun langsung memeluk erat Istrinya.


"Loh Mas kenapa?" Tanya Lara saat Viko tiba tiba memeluknya.


"Tidak apa apa sayang, Mas kangen saja sama kamu. Sudah lama Mas tidak memelukmu ," bohong Viko lalu menci*m lembut bibir mungil Istrinya.


"Oya?" Tanya Lara.


"Iya sayang." Lalu Viko pun kembali menci*m bibir Lara hingga memperdalam ci*man tersebut dan Lara pun membalas setiap ci*man yang diberikan suaminya. Hingga kini keduanya terbakar gairah yang memuncak. Lalu Viko pun memangku Istrinya dan membawa Istrinya ke ranjang. Dengan tidak sabaran Viko pun langsung membukakan semua baju dan celana yang dikenakan Istrinya sehingga Lara kini dalam keadaan polos tanpa ada benang sehelei pun dan dengan segera Viko pun melakukan penyatuannya hingga kini mereka sedang menikmati surga dunia kembali\, setelah hampir tiga bulan tidak merasakannya bersama orang yang dicintainya.


.

__ADS_1


__ADS_2