
"Emangnya kamu tidak tahu iya, pemilik perusahaan itu siapa?" Tanya Ayah Bara.
"Iya tentu sajalah tahu Yah. Nama pemilik perusahaannya Vani Mahardhika." Jawab Viko santai.
"Oh jadi nama anaknya itu Vani Mahardhika. Kalian sudah lama menjalin kerja sama?" Tanya Ayah Bara.
"Tidak Yah. Baru saja tiga bulan menjalin kerja sama. Hanya perusahaan dia yang bertahan menjalin kerja sama sampai sekarang. Tadi maksud Ayah sama Ibu nama anak dari siapa?" Tanya Viko penasaran.
"Ya ampun Nak, masa tidak tahu sih dia itu anak dari pasangan Rudy Mahardhika dan Veni Cantika." Ucap Bu Ria.
"Yang benar saja Bu. Yang perusahaanya hampir dikuasai olehnya iya Bu. Dan katanya dia orang berpengaruh di negeri ini." Ucap Viko sambil minum air putih.
"Iya betul banget Nak apa yang kamu katakan." Ucap Ayah Bara.
"Terus apa hubungannya maksud Ibu sama Ayah membahas tentang dia?" Tanya Viko.
"Ya ampun kamu itu gimana sih Nak. Dia itu wanita yang akan kamu nikahi. Dan kamu tahu yang dimaksud Pak Rudy itu pasti wanita tersebut yang akan menikah denganmu Nak." Ucap Ayah Bara tersenyum.
Uhuk.. Uhuk.. Viko pun tiba tiba terbatuk.
"Kamu baik baik sajakan Nak?" Tanya Bu Ria mendekati Viko lalu memberikan airminum.
"Terima kasih Bu." Viko lalu meninum airputih yang diberikan Ibunya. Lalu meletakannya kembali dimeja.
__ADS_1
"Jadi gimana, kamu maukan menikah lagi?" Tanya Ayah Bara menatap Viko.
"Cukup Ayah! Viko tidak bisa Yah. Yang benar saja saya harus menikahi dia. Lagian juga Vani sudah tahu kalau saya sudah menikah Yah. Jadi mana mungkin mau Vani menerima Viko yang sudah beristri. Lagian Vani itu cantik, pintar dan kaya, masa sih harus menikah dengan Viko. Kayak tidak laku saja dan tidak ada pria lain. Apa kata orang Yah." Sindir Viko.
"Iya Ayah juga sempat berpikir begitu. Tapi itu semua permintaan Rudy Mahardhika agar kamu menikahi anaknya." Ayah Bara pandangannya menatap keluar.
"Masa ada iya seorang Ayah tega menikahi anaknya untuk menikah dengan suami yang beristri. Ck , sungguh lucu sekali. Vani mana mau Yah. Kasihan sama Vani kalau menikah dengan Viko." Ucap Viko menatap sinis Ayah Bara.
"Emangnya kasihan kenapa hah?" Tanya Ayah Bara.
"Iya kasihan saja kalau dia sampai menikah dengan Viko. Lagi pula Viko tak sudi menyentuhnya dan memberikan lahir dan batin buat wanita yang tidak Viko cintai dan sayangi." Ucap Viko.
"Viko kamu jangan bicara begitu. Kamu tuh harusnya berbuat adil kepada kedua Istrimu nanti. Apa salahnya kamu mau menerima Vani jadi Istrimu hah? Lagian sah sah saja kan seorang laki laki menikah lagi mempunyai dua Istri bahkan lebih." Ucap Ayah Bara menatap Viko.
"Oke itu terserah kamu Viko. Tapi Ayah mau ingatkan kamu sekali lagi, kalau kamu tidak bisa menikahi Vani dan memilih perusahaan kita bangkrut, maka jangan salahkan Dokter atau pun suster jika ada sesuatu yang terjadi sama Lara. Lagian mana ada yang mau orang merawat pasiennya yang tidak sama sekali tidak memiliki uang. Dan berarti itu kamu sudah tidak sayang dan mencintai Istrimu lagi bahkan kamu menelantarkan Istrimu. Suami macam apaan kamu hah." Teriak Ayah Bara ketika menatap anaknya sudah menjauh dan melangkah pergi dari ruangannya.
Lalu Viko pun tidak merespons, dia tidak peduli dengan ucapan Ayahnya dan memilih untuk keluar dari ruangannya.
Arggggh...Teriak Ayah Bara sambil membanting berkas yang ada meja Viko.
"Ayah sabar Yah. Ayah harus tenang ." Bu Ria mencoba menenangkan suaminya.
"Mau tenang gimana Bu. Perusahaan kita sedang terancam bangkrut, gimana masa depan kita Bu? Apa susahnya Viko menikahi Vani dan bisa berbuat adil. Sungguh punya anak tidak berguna sekali. tidak berpikir untuk dua kali." geram Ayah Bara.
__ADS_1
"Sudah Ayah biarkan saja Viko untuk berpikir dulu. Ibu yakin Viko pasti mau kok menikah dengan Vani, lagian Viko tidak bakal mungkin membiarkan Lara terlantar begitu saja. Apalagi Lara orang yang sangat Viko cintai pasti akan melakukan apapun demi Lara. Walaupun akhirnya akan menyakitkan." ucap Bu Ria tersenyum pada Ayah bara.
"Iya benar juga Bu. Ya sudah Bu kita pulang sekarang ke rumah, Ayah mau istirahat dan kepala Ayah terasa pusing." ucap Ayah Bara sambil melangkah pergi dari perusahaannya lalu Bu Ria pun mengikuti langkah suaminya.
💕💕💕
"Vani tidak bisa Pih menikah dengan dia. Lagian dia sudah punya Istri. Papih tahu Istrinya lagi koma, yang benar saja menyuruh Vani dan dia menikah saat Istrinya koma. Vani juga wanita Pih, gimana kalau Vani berada disituasi seperti Lara Pih?" Vani menatap Ayahnya.
"Itu tidak akan terjadi sayang. Siapa yang berani menyakiti maka akan berurusan dengan papih." Ayah Rudy sambil mengusap lembut rambut putrinya.
"Papih egois Pih. Papih mengerti perasaan anaknya, tapi tidak mengerti perasaan orang lain. Vani tidak mau merusak rumah tangga dia Pih. Biarlah papih ikhlas bantu Viko tanpa harus menikahkan Viko dengan Vani Pih." Ucap Vani merasa kesal dengan tingkah papihnya.
"Tidak bisa sayang. Kamu tetap harus menikah dengan dia. Ini semua demi kebahagiaan kamu, Papih melakukan ini semua agar kamu senang." Papih Rudy menatap Vani.
"Ck, maksud Papih senang diatas penderitaan orang lain iya begitu?" Vani menatap tajam Papihnya
"Bukan begitu sayang. Bukan kah kamu sangat menginginkan dia dan mencintai dia?" Tanya Papih Rudy.
"Ka kata siapa? Lagian dari mana Ayah tahu semua itu?" Tanya Vani
"Sudah kamu jangan banyak tanya. Yang penting kamu harus menikah dengan pemilik perusahaan Pt. Hoga. Jangan banyak protes!" Papih Rudy sambil berlalu pergi dari Vani.
"Tapi Ayah? Aarggghht.... !! Teriak Vani merasa kesal, marah dan frustasi
__ADS_1