
Ternyata melupakan orang yang pernah hadir dalam kehidupan itu sangat sulit, seperti halnya diriku Yg tak bisa menghapus kenangan bersama lara,lara yang seperti nya telah berbaur dengan hatiku, meskipun selalu kusembunyikan di depan lara, karena aku tak mau lara tahu masih menyimpan perasaan cinta yang makin tak bisa kukendalikan.
Sepucuk surat dari Makassar tiba di tanganku hari ini,entah siapa yg membawanya.
Surat Yg terselip di jendela kamarku, Cukup membuatku bergetar, pengiriman Nya tertera nama "Malarana"
"Cinta,jika ada waktu mau, tolong temui aku,untuk terakhir kalinya di Makassar", bunyi surat malarana yg begitu singkat,tapi membuatku bertanya tanya, ada apa memanggilku sepenting itu.
Dengan membawa pakaian seadanya,saya berangkat ke Makassar hari ini juga dengan menumpang mobil travel yg memang khusus melayani Makassar Toraja dan Enrekang.
*********
Makassar makin ramai, bangunan bangunan kian meramaikan perkotaan, membuatku sedikit pangling.mobil terus melaju memasuki wilayah perumahan kediaman orang tua lara,yg rupanya tak ada Yg berubah, masih seperti yang dulu.
"Cinta, syukurlah Kamu datang Nak, masuklah ke dalam, lara sudah menunggu mu dari tadi", Ucap ibunya lara.
Sayapun segera masuk ke kamar lara, yang sudah dikerumuni para keluarga nya,
"Cinta, kemarilah", lembut suara lara memanggilku.kudekati lara yg segera meraih tanganku ke dekapannya.
"Cinta, maafkan saya bila ada salah", ucap lara, matanya terlihat sembab, membuat ku jadi terharu.
Karena terbawa perasaan sedih, kupeluk lara yg sudah demikian susah bernafas lagi.
__ADS_1
"Cinta, sudah saatnya saya pergi, saya punya permintaan padamu, tolong terimalah bagus menjadi pendamping mu,ia laki laki terbaik, Yg pantas mendampingi mu", pesan lara.
Rupanya disitu juga sudah ada bagus, meskipun kepala nya masih dibalut perban, tapi kondisinya sudah sangat membaik.
"Bagus mana?", lara mencari bagus yg duduk di pojok kamar.
Mendengar lara mencari nya, Iapun segera mendekat dan menggenggam tangan lara.
"Cinta kemarilah", ucap lara.
Kemudian lara, mempersatukan tangan ku dan tangan bagus,lalu dibawa ke atas perutnya
"Menikahlah kalian", setelah mengucap kata itu,lara menutup matanya tuk selamanya.
Jerit tangis meledak dalam ruangan saat lara menghembuskan nafasnya yang terakhir, sementara aku terduduk lesu, rasa bersalah ku ke lara menguasai pikiranku, tak sadar ku jatuhkan kepalaku di dadanya lara,yang telah terbujur kaku.
"Lara,kenapa tega begitu meninggal kan ku,mana janjimu kan menemaniku hidup bersama", tak sadar bibirku terus meracau tak menentu.
Lara kekasih hatiku telah pergi melangkah jauh, meninggal kan dunia, dunia kurasa gelap seketika,mataku berkunang kunang.seketika ku terjatuh tak ingat apa apa lagi.
Dalam ketidak sadaranku.kumerasa sedang berada di sebuah Padang luas,tak ada siapa siapa siapa disitu, langkah kakiku tiada henti,ku merasa lelah dan dahaga,tapi tak kutemukan apapun disitu yg bisa ku tempati bernaung dan meminta air minum.
Dalam kelelahanku,kulihat sosok lara yg sedang memegang secangkir minuman, akupun merasa sangat bahagia, ketakutan ku dalam kesendirian bisa terobati.
__ADS_1
"Kak lara, berikan air itu,haus sudah hampir membunuhku", Ucapku, sambil mengulurkan tangan.
Tak kusangka,lara melepas cangkir itu dari tangannya,dan terjatuh hingga air didalamnya tumpah.
"Cinta, belum saatnya kamu meminum air itu,pulanglah,ini alam yg belum saatnya kau masuki", ucap lara,lalu pergi meninggalkanku.
"Kak lara, biarkan ku ikuti langkahmu,aku mencintaimu", ucapku terus mengejar kak lara Yg makin mempercepat langkahnya, membuatku tak bisa mengikutinya.
Dengan nafas ngos-ngosan,terus ku berlari, tapi lara,makin menjauh,ia berlari secepat angin.
"Kak lara, kenapa meninggalkanku,kumasih ingin bersamamu, kembali lah pada ku kak", Ucapku, sementara tangisanku tak henti hentinya.
"Cinta, Kita harus menerima takdir yang telah Allah tetapkan, umurku memang hanya sampai disini, ikhlaskan lah lara", terdengar bisikan ditelingaku, yg membuat ku sadar, ternyata tadi kutelah bermimpi.
Kubuka mataku yg seperti berada dalam ruangan yg asing di penglihatan ku.
"Cinta,kamu tertidur selama seminggu, Syukurlah kamu akhirnya sadar kembali", Ucap Bagus Yg ternyata berada di sampingku.
Bagus menggenggam tanganku dan menciumnya.
"Cinta,hari kematian lara, Kamu tak sadarkan diri, makanya kubawa Kamu kerumahku menjalani perawatan", ucap bagus dengan mata berbinar.
Ternyata bagus memberiku kejutan Dengan menghadirkan ibu dari toraja Yg sungguh membuatku terharu.
__ADS_1
"Ibu", pekikku.