Cinta Lara

Cinta Lara
Eps.31


__ADS_3

Rumah sakit central


Kini Viko sudah sampai di rumah sakit. Kemudian Viko langsung keluar dari mobil dan pergi masuk dalam rumah sakit tersebut.


Ntahlah bagaimana perasaan Viko sekarang. Yang pastinya ada rasa kesal, kecewa , marah dan sedih ketika melihat sang Istri ada dirumah sakit. Bagaimana bisa dia lalai begitu saja para Asisten rumah tangganya sehingga membuat Lara dibawa ke rumah sakit.


Lalu Viko pun pergi menuju ruangan yang dikasih tahu Bi Inah. Dan ketika sampai diruangan tersebut lalu Viko berjalan kearah Bi Inah yang sedang berdiri diluar ruangan tersebut.


"Bi gimana keadaan Lara sekarang?" Tanya Viko.


"Tidak tahu Den, soalnya Lara dari tadi masih dalam penanganan Dokter." Ucap Bi inah merasa bersalah.


"Bi kenapa ini bisa terjadi seperti ini Bi, sampai Lara dibawa kerumah sakit Bi? Sebenarnya apa yang terjadi dengan Lara Bi." Tanya Viko butuh penjelasan.


"Bi-bibi juga tidak tahu Den Viko kenapa Lara bisa seperti ini. Tapi tadi Bi Inah dengar Non Lara berteriak. Terus Bibi samperin Non Lara, tapi tiba tiba Non Lara sudah berada dibawah tangga dan mengeluarkan banyak darah Den." Ucap Bi Inah menjelaskannya dengan hati hati.


"Apa banyak darah Bi? Jangan pernah bilang kalau itu darah .. "


"Bi-bibi juga tidak tahu pasti darah apaan itu yang keluar. Maafin Bibi Den, sudah lalai menjaga Non Lara." Ucap Bi Inah memotong pembicaraan Viko dan merasa sangat bersalah.


Lalu tiba tiba dokter pun keluar dari ruangan Lara. Kemudian Viko pun berjalan menghampiri dokter tersebut.


"Dok gimana keadaan Istri saya?" Tanya Viko.

__ADS_1


"Maaf anda siapanya pasien tersebut?" Tanya Dokter.


"Saya suaminya Lara Dok." Jawab Viko.


"Oh jadi anda suaminy beliau." Ucap Drs. Lina


"Iya Dok. Gimana keadaan Istri saya Dok?" Tanya Viko meresa cemas.


Lalu Dokter tersebut hanya diam saja, sambil menatap Viko dan Bi inah bergiliran dengan tatapan susah di artikan.


"Jadi gimana Dok keadaan Istri saya? Dan gimana keadaan kandungannya?" Tanya Viko sekali.


"Beliau mengalami koma, dan maaf yang sebesar besarnya kami tidak bisa menolong janin yang berada di kandungannya. Beliau keguguran." Ucap Drs. Lina.


"Iya beliau keguguran, bayinya tidak bisa diselamatkan lagi. Dan beliau mengalami koma," Ucap Drs. Lina menjelaskan kembali.


Mendengar penjelasan Dokter, membuat tubuh Viko tiba tiba lemas. Hancur sudah harapan untuk dapat memiliki anak. Apalagi sekarang Lara masih mengalami koma betapa lebih hancur lagi. Kini Viko mencoba kuat dan harus menerima takdir yang terjadi.


Namun tiba tiba orangtua Lara datang ke rumah sakit. Dia tahu anaknya berada dirumah sakit. Karena Viko yang menelponnya langsung.


"Ya sudah kalau begitu saya permisi." pamit Drs. Lina lalu pergi untuk mengerjakan tugas di ruangan lain.


"Nak Viko gimana keadaan Lara Nak?" Tanya Mamah Lena.

__ADS_1


"Lara Mah, Lara..." Viko tidak sanggup menjelaskannya, tiba tiba dia merasa sesak dan kaku untuk berbicara dan airmatanya jatuh begitu saja.


"Lara kenapa Nak? Gimana keadaannya sekarang Nak?" Ucap Ayah Toni merasa penasaran.


"Lara Yah dalam keadaan koma sekarang. Ayah , Ibu tahu tidak, dengan kejadian ini Lara pun harus kehilangan anaknya Bu. Hiks.. hiks.. Ucap Viko menangis.


" Ya ampun Nak, kenapa ini bisa terjadi begini Nak. Kamu yang sabar iya Nak." ucap Mamah Lena sambil memeluk menantunya.


"Iya Mah." Jawab Viko.


"Kamu harus sabar dan ikhlas menerima semua yang menimpa dirimu iya Nak. Kita doakan Lara bersama sama semoga baik baik saja dan cepat sadar dari koma nya." ucap Ayah Toni.


"Iya Ayah. Terima kasih iya Ayah." Ucap Viko.


"Iya Nak." Jawab Ayah Toni.


"Maaf , Apakah kalian dari keluarga pasien tersebut?" Tanya seorang suster.


"Iya suster. " Jawab Viko.


"Karena kita sudah selesai melakukan tugasnya, maka pada keluarga pasien sudah bisa untuk menjenguk pasien tersebut." Ucap Suster.


"Iya Sus, terima kasih." Ucap Mamah Lena.

__ADS_1


"Ya sudah saya permisi!" ucap suster pergi meninggalkan mereka. dan Viko dan yang lainnya masuk kedalam ruangan dimana Lara berada.


__ADS_2