Cinta Lara

Cinta Lara
91.Viko manja


__ADS_3

Bu Ria pun, mengizinkan Andri untuk tinggal sementara bersamanya. Tetapi setelah Zahra sudah tahu dan menerima Andri sebagai Ayah kandungnya. Beliau harus segera pergi dari rumahnya beserta dengan Vani. Apalagi, sekarang Vani sudah resmi bercerai dengan Viko. Dan mereka pun, menyetujui permintaan Bu Ria.


Acara makan malam pun telah tiba. Kini semua sedang berkumpul di meja makan kecuali Viko dan Lara belum hadir di tempat meja makan tersebut.


"Bi, tolong panggilkan Viko sama Lara. Suruh mereka kesini, untuk makan bersama," ucap Bu Ria sambil menatap bi Sri yang kini sudah beres menyiapkan makanannya di atas meja.


"Iya siap Nyonya," jawab bi Sri. Kemudian bi Sri berjalan menuju kamar dimana Viko dan Lara berada.


Tok, tok , tok .... "Den Viko, Non Lara .... " panggil bi Sri sambil mengetuk pintu.


Kemudian pintu pun terbuka.


"Iya bi, kenapa?" tanya Viko.


"Maaf Den ganggu. Bibi di suruh sama Ibu, katanya Den Viko sama Non Lara disuruh untuk makan malam bersama." Ucap bi Sri.


"Oke, baiklah kalau begitu. Nanti Viko kesana Bi, lagi nungguin Lara dulu baru beres mandi." Ucap Viko.


"Baiklah Den. Ya sudah, kalau begitu Bibi permisi dulu ya," ucap bi Sri.


"Iya Bi," jawab Viko sambil tersenyum kepada bi Sri.


Kemudian bi Sri pun, kembali lagi menuju dapur karena masih ada pekerjaan yang harus di kerjakan.


"Sayang, apa kamu sudah selesai?" tanya Viko sambil menatap istrinya yang kini sudah beres menyisir rambutnya.


"Kamu cantik sekali sayang, Mas sangat beruntung memilikimu. Ya sudah, ayo kita kebawah. Mereka disana lagi nungguin kita, untuk makan malam," ucap Viko.


"Ya sudah, ayo Mas." Jawab Lara.


Lalu Viko pun merangkul pundak istrinya dan Lara pun melingkarkan tangannya ke pinggang suaminya. Kemudian berjalan ke bawah tangga, menuju meja makan untuk makan malam.


Ketika Viko dan Lara sudah sampai di ruangan meja makan, ada seseorang menatap tidak suka dengan ke harmonisan antara Viko dan Lara. Vani pun, sudah tidak sabar untuk segera menjalankan rencananya.

__ADS_1


"Kayaknya ada yang sedang bahagia nih, dari tadi senyum-senyum mulu," ucap Bu Ria  sambil menatap Lara dan Viko bergiliran.


"Pastinya dong Bu, Viko sangat bahagia. Kini Lara sekarang sudah kembali lagi kerumah. Apalagi sekarang, Lara sedang hamil Bu."


Uhuk ... uhuk ... tiba-tiba Andri pun terbatuk saat meminum segelas air putih.


"Kamu baik-baik saja kan, Nak?" Tanya Bu Ria sambil menatap Andri.


"Iya Bu, saya baik-baik saja kok Bu. Mungkin gara-gara minumnya terburu-buru jadi batuk deh hehe" ucap Andri cengengesan.


"Makannya kalau lagi minum tuh jangan terburu-buru jadi begitukan," ucap Bu Ria.


"Iya Bu," jawab Andri. "Oya, kamu lagi hamil, Lara?" tanya Andri sambil menatap Lara.


"Iya. Akhirnya setelah sekian lama menunggu, akhirnya Lara hamil juga. Saya pun tidak menyangka, padahal Dokter memvonis Lara tidak akan memiliki anak. Tapi kehendak sang Maha Kuasa, akhirnya Lara hamil juga. Anak yang akan menjadi masa depan buat kita." Ucap Viko sambil mengusap perut Lara lalu menatap istrinya dan tersenyum.


"Asyik, Zahra pun tidak sabar lagi Ayah pingin lihat adik baby Zahra." Ucap Zahra sambil tersenyum kepada Lara dan Viko.


"Sabar sayang. Kita doakan saja, semoga saja Ibu Lara sama baby yang ada di dalam kandungannya sehat selalu dan lancar sampai hari persalinannya." Ucap Viko.


"Baguslah kalau begitu." Ucap Viko.


"Ya sudah, ayo kita makan. Mumpung masih hangat nih, kan enggak enak, bila sudah dingin," ucap Bu Ria.


"Iya Bu," jawab Lara.


Mereka pun, kini sedang menikmati makan malam bersama.


"Sini sayang, biar Mas suapin," ucap Viko.


"Enggak usah Mas, biar  Lara saja sendiri makannya."


"Sudah sini ... biar Mas, yang suapin," ucap Viko sambil mengambil sendok dari tangan Lara. Dengan terpaksa Lara pun menuruti keinginan Viko, dan kini mereka pun makan saling suap menyuapi.

__ADS_1


apa-apa mereka? Cok romantis segala lagi. Manja benar si Lara pingin di suapin segala gumam Vani dalam hati sambil menatap tidak suka Lara dengan Viko yang saling suap menyuapi.


"Ayah, Zahra juga mau dong disuapin. Masa Ibu yang disuapin terus, Zahra enggak sih," protes Zahra.


"Ya sudah sini Ayah suapin, buka mulutnya a ... " ucap Viko sambil menyuapkan makanannya ke dalam mulut Zahra.


"Makasih Ayah," ucap Zahra.


"Iya sayang." Jawab Viko.


Makan malam pun sudah selesai. Mereka pun kini kembali ke kamarnya masinBersabung


Bersabung


yuk mampir di jamin bikin baper dan seru habis


Napen :kesandung cinta bau kencur.


Judul karya:yakti Ino


Bulrb _kesandung cinta anak bau kencur


Steve pemuda ganteng yang telah dua kali di sakiti karena pengkhianatan. Dia lalu menjauh dari lawan jenis.


Namun siapa sangka dia malah tertarik pada gadis kecil adik temannya.


Gadis kecil yang sulit dia dapat karena mengira Steve beda keyakinan, sebab sejak ibunya meninggal memang steve ikut omanya.


Saat mereka mulai dekat, ada saja batu sandungan dari pemuja Steve


Mampukah Steve memiliki cinta anak bau kencur itu?


Mampukah si kecil bertahan terhadap badai kiriman pemuja Steve?

__ADS_1




__ADS_2