Cinta Lara

Cinta Lara
93. Rencana Vani


__ADS_3

Di sebuah tangga, ada seorang wanita cantik dan seksi sedang menumpahkan minyak kepala diatas tangga. Vani sengaja melakukan hal itu, untuk mencelakai Lara.


Ketika Vani bertemu dengan Viko seorang diri, Vani tiba-tiba merencanakan untuk mencelakai Lara. Vani pikir, karena Lara masih di kamar sendirian dan nanti hanya Lara lah, seorang diri yang akan terjatuh dari tangga. Serta Vani berharap setelah jatuhnya Lara dari tangga, meninggal. Setelah itu, Vani akan merebut hati Viko dan bisa menikah dengan Viko, orang yang sangat dicintainya.


'Maafkan aku, Lara. Aku terpaksa melakukan hal ini, karena aku tidak rela bila kamu sama Viko begitu bahagia. Apalagi, sekarang kamu sedang mengandung anaknya. Inilah saatnya, aku akan memiliki Viko dan akan menjadi pasangan suami istri yang  bahagia nanti hahaha," ucap Vani sambil tertawa, kemudian menyiramkan minyak kepala ke anak tangganya.


Tiba-tiba, datanglah seseorang. Betapa terkejutnya, saat melihat apa yang di lakukan oleh Vani.


"Vani, apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Andri sambil menatap Vani.


"Aku sedang melakukan, apa yang aku rencanakan. Aku akan membuat Lara terjatuh dari tangga ini. Berharap nanti Lara jatuh, setelah itu mati hahaha," Vani sambil tertawa.


"Kamu itu  benar-benar gila ya Vani. Kamu tidak boleh lakukan itu terhadap Lara!"


"Loh kenapa enggak boleh? Bukannya bagus ya, jadi aku bisa memiliki Viko selamanya. Lagian, apa yang dikatakan kamu memang benar, aku memang gila karena perempuan ****** itu," ucap Vani.


"Kalau bicara itu di jaga Vani! Justru kamulah si perempuan ******, yang tidak punya harga diri dan merusak kebahagian orang lain." Ucap Andri sambil menatap tajam Vani.


"Bodoh amet! Sudah jangan banyak bicara. Si Lara tuh sudah mau datang turun ke tangga," ucap Vani sambil berjalan turun dari tangga.


"Vani, kamu itu benar-benar perempuan biadab ya," ucap Andri sambil mencengkram kasar leher Vani.


"Andri, kamu itu mau membunuhku ya hah? Lepaskan tanganmu, sakit tau! Lagian bukankan kah, ini rencana kamu mau kan?" tanya Vani sambil berusaha melepaskan tangan Andri yang mencengkram lehernya.


"Siapa bilang hah? Aku tidak menyuruhmu untuk melakukan rencana ini, Vani! Aku meminta melakukan rencana yang masih masuk logika," Andri menatap tajam Vani dan masih mencengkram leher Vani.


"Andri, apa yang kamu lakukan? Lepaskan dia!" Ucap Lara terus berjalan menuruni tangga.


"Lara?" Andri merasa terkejut saat Lara, sebentar lagi berjalan menuju anak tangga yang sudah di sirami minyak oleh Vani.


"Percuma saja Andri, kamu menyelamakan Lara. Karena sebentar lagi dia akan jatuh," bisik Vani.

__ADS_1


"Kamu itu, benar-benar sial Vani," ucap Andri sambil melepaskan cengkraman  tangannya dari leher Vani.


Uhuk ... uhuk ... Vani pun terbatuk.


"Lara, berhenti disana!" Ucap Andri sambil menatap Lara. Lalu dengan segera Lara pun menghentikan langkahnya yang akan menuruni anak tangga yang sudah disiram minyak.


"Kenapa kamu menyuruhku untuk berhenti Andri? Ada apa?" tanya Lara sambil menatap Andri.


"Itu Lara, di tangga-" ucapan Andri teputus saat Zahra menyapa dirinya dan berjalan cepat mendahului Lara.


"Selamat pagi semuanya, Om, Mamih, Ibu? Oya Bu, Zahra duluan jalannya ya," ucap Zahra sambil menatap Lara.


"Iya silahkan sayang," jawab Lara sambil tersenyum terhadap Zahra.


"Zahra jangan ..."


"Zahra berhenti ... " ucap Andri dan Vani secara bersamaan.


Aaahh ... teriak Zahra saat menuruni anak tangga yang licin, kemudian berguling sampai bahwa dan terjatuh tepat di hadapan Vani dan Andri.


"Zahra?" teriak Andri, Vani dan Lara bersamaan.


Kondisi Zahra pun, kini terbaring pingsan di lantai dengan berkesimbah darah di kepala.


"Zahra sayang, bangun Nak," ucap Vani sambil memeluk anaknya yang kini berada dipangkuannya.


"Ini semua karena ulah bodohmu Vani. Andai saja, kamu mendengar ucapanku dan tidak melakukan cara begini, mungkin tidak akan seperti ini!" Bentak Andri sambil menatap tajam Vani.


"Sudahlah Ndri, sekarang bukannya waktu untuk berdebat. Sekarang harus segera bawa Zahra ke rumah sakit secepatnya," ucap Vani sambil menatap Andri.


"Ya sudah, ayo kita bawa Zahra ke rumah sakit," ucap Andri sambil menggendong Zahra untuk membawa ke dalam mobil menuju rumah sakit.

__ADS_1


Tiba-tiba Viko datang dan merasa cemas dan terkejut.


"Ada apa ini?" tanya Viko kepada istrinya yang kini berjalan menghampirinya.


"Mas ... " ucap Lara, lalu memeluk Viko dan terisak menangis.


"Kamu kenapa sayang, kok nangis? Sebenarnya apa yang terjadi dengan Zahra?" Tanya Viko sambil menguraikan pelukannya.


"Dia terjatuh dari tangga. Mas tahu tidak, sebenarnya Vani sengaja ngelakuin ini untuk mencelakai aku Mas hiks hiks. Tapi alhmdulilah akhirnya, tuhan masih kasih keselamatan buat aku. Tetapi kenapa jadi Zahra yang kena sasarannya hiks hiks," ucap Lara.


"Sudahlah sayang, mungkin takdir harus seperti ini. Sudah sekarang jangan kamu pikirin. Ayo, kita ke rumah sakit juga," ajak Viko sambil mengusap airmata istrinya yang mebasahi pipinya.


"Baik Mas." Jawab Lara.


Kemudian Lara dan Viko pun, berjalan menuju mobil miliknya. Setelah semuanya siap, dengan segera Viko pun berjalan menuju rumah sakit.


yuk mampir di karya temanku yang seru dan bikin baper nih.


Judul : the Day i become a God


Napen: haoyi


Menceritakan Perjalanan seorang anak tanpa bakat bernama Arjuna Daniswara.


Tepat di umurnya yang ke sepuluh tahun Juna mendapatkan sebuah system yang dapat mengetahui segala hal di dunia.


Dan dengan bantuan system yang dia beri nama Eva itu Juna mulai bertambah kuat dan bertemu dengan banyak teman dan musuh.


Akankah juna bisa bertahan melawan musuh musuhnya dan siapakah Eva yang sebenarnya ?...


__ADS_1


__ADS_2