Cinta Lara

Cinta Lara
Eps.34


__ADS_3

Pt. Hoga


Disebuah perusahaan kini ada seorang pria sedang berbincang serius dengan kedua orangtuanya mengenai perusahaannya. Tidak ada cara lain supaya bisa perusahaannya kembali bangkit dari kebangkrutan dengan menikahkan Viko dengan teman orangtuanya yang kaya raya dan sangat berpengaruh di dalam kota. Tapi sayang Viko benar benar menolak dan tidak menerima keputusan kedua orangtuanya.


"Bu , Ayah dengar iya. Viko mana mau menikah lagi sama orang yang tidak Viko cintai sama sekali. Terus setelah Viko menikah dengan dia, Ibu sama Ayah mau memisahkan Viko sama Lara gitu hah? Itu tidak akan terjadi." Viko merasa murka dan marah kepada orangtuanya.


"Tidak juga Nak. Kamu tetap bisa bersama Lara dan bersama Istri barumu itu nanti." Ucap Ayah Bara menjelaskannya.


"Kalian pikir pernikahan itu hanya buat main main apa hah? Jangan seenaknya saja bertindak! Lagian mana mau ada Istri yang dimadu. Apalagi kalian menyuruh saya menikah ketika Lara terbaring koma. Kalian benar benar g*la." Viko dengan emosi.


Plak....


Satu tamparan mengenai pipi Viko hingga memerah.


"Jaga bicaramu Viko! Jangan kurang ajar sama Ayah dan Ibu. Ini semua demi Istrimu. Bukankah kamu sangat mencintai Istrimu bukan?" Tanya Ayah Bara dengan menatap tajam Viko.


"Emang Viko sangat sangat mencintai dan menyayangi Lara. Terus apakah hubungannya dengan pernikahan ini hah?" Ucap Viko menatap kedua orangtuanya.

__ADS_1


"Kamu lupa iya Viko. Perusahaan kita sedang terancam bangkrut. Kamu punya biaya tidak untuk membayar semua biaya untuk Istri kamu hah? Lagian biaya rumah sakit itu bukan sedikit Viko. Mana ada zaman sekarang seorang dokter atau suster yang mau menangani seorang pasien yang tidak mampu membayar hah? Kamu mau iya, Istrimu dibiarkan begitu saja tanpa ada yang menangani hah?" Geram Ayah Bara merasa kesal dengan Viko.


"Tidak Ayah. Tapi Viko benar benar tidak ingin menikah lagi Ayah. Viko sudah berjanji sama Lara akan selalu setia menyayangi, mencintai dia seorang Ayah. Viko tidak mungkin menghianati Lara Ibu." Ucap Viko mulai meneteskan airmata.


"Iya Nak Ibu juga tahu. Pasti sakit rasanya kalau melihat suami mengingkari janjinya Nak." Ucap Bu Ria mengusap punggung Anaknya.


"Tuh dengar sendirikan Ayah, apa yang dikatakan Ibu." Ucap Viko.


"Iya Ayah tahu. Tapi ini dalam keadaan darurat Viko. Ayah hanya ingin menyelamatkan Istrimu. Dengan kamu menikahi dia kamu bisa membayar semua pengobatan Istrimu Nak. Dan perusahaan kita bisa bangkit kembali berkat bantuan teman Ayah Viko. Tapi begitu syaratnya kamu harus mau menikahi anaknya." Ayah Bara mencoba menjelaskan.


"Itu pasti akan terjadi. Istrimu bakal tahu. Tapi kamu tenang saja, Ayah dan Ibu akan menjelaskannya pada Lara sebisa mungkin biar dia tidak kecewa padamu Nak. Disini Ayah dan Ibu akan bertanggung jawab Nak." Ucap Ayah Bara.


"Arrgghhttt.... !!" Teriak Viko merasa frustasi.


"Sabar Nak. Maafkan Kami iya Nak. Kamu menjadi korban keegoisan orangtua. Tapi kita tidak ada pilihan lain Nak selain begitu." Bu Ria merasa bersalah.


Lalu Viko pun hanya diam saja. Memijit kepalanya yang tidak pusing.

__ADS_1


"Oya Viko baru inget Ayah, Ibu. Kemarin kebetulan ada seseorang yang ingin membantu kita dan bekerja sama dengan perusahaan kita lagi." Viko baru kepikiran dan tersenyum.


"Oya, benarkah itu?" Tanya Ayah Bara meyakinkan.


"Iya Ayah. Viko serius Ayah. Kenapa Viko tidak kepikiran iya tadi." Gerutu Viko dan merasa senang.


"Emangnya perusahaan mana yang mau kerja sama dengan kita, dalam kondisi begini? Kamu jangan ngacoo Nak." Ucap Ayah Bara merasa tidak yakin.


"Serius Ayah. Dia dari Pt. Exc." Ucap Viko.


"Apa Pt.Exc?" Ucap Ayah Bara dan Bu Ria bersamaan merasa terkejut.


"Iya Pt.Exc . Loh kok Ibu sama Ayah terkejut begitu?" Tanya Viko merasa heran.


"Emangnya kamu tidak tahu iya, pemilik dari perusahaan itu siapa?" Tanya Ayah Bara


"Iya tentu sajalah tahu Yah." Ucap Viko tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2