Cinta Lara

Cinta Lara
65. Tidak ada?


__ADS_3

Kayaknya itu Lara deh, aku harus segera turun dari mobil sekarang juga. Jangan sampai Lara pergi meninggalkan aku lagi gerutu Viko sambil menghentikan mobilnya dipinggir jalan.


Lalu dengan segera Viko pun berjalan menghampiri seseorang yang menurut Viko yakin kalau itu Lara. Namun karena terburu buru Viko pun bertubrukan dengan seorang Nenek nenek  sehingga membuat Nenek tersebut terjatuh ke lantai. Dengan terburu buru Viko pun langsung membantu Nenek tersebut bangun dari lantainya.


"Maaf ya Nek, Viko benar benar tidak sengaja." Ucap Viko sambil membantu Nenek tersebut bangun.


"Makanya kalau jalan tuh hati hati, jangan asal main terburu buru saja jalannya sehingga jadi begini akibatnya." Gerutu Nenek tersebut sambil mengusap pantatnya yang sakit.


"Iya sekali lagi maaf, Viko lagi keadaan darurat dan harus segera mengejar wanita tersebut." Ucap Viko sambil menatap Wanita tersebut yang semakin menjauh.


"Apakah yang kamu maksud, wanita tersebut seorang pencuri?" Tanya Nenek tersebut sambil menatap Viko.


"Bu-bukan Nek, dia bukan seorang pencuri. Nenek kalau bicara jangan seenaknya." Gerutu Viko merasa tidak terima atas ucapan Nenek tersebut.


"Kalau bukan seorang pencuri, terus wanita tersebut siapa kamu sampai kamu berjalan terburu buru? Dan begitu pentingkah wanita tersebut buat kamu?" Tanya Nenek Wiwi.


"Tentu saja Nek, wanita tersebut sangat penting karena dia adalah Istriku." Jawab Viko.

__ADS_1


"Terus kenapa Istrimu meninggalkanmu?" Tanya Nenek Wiwi.


"Sudahlah Nek, maaf ya tidak ada lagi waktu lama untuk berbicara lagi nih Nek. Ini uangnya buat ganti rugi karena sudah membuat Nenek terjatuh." Ucap Viko sambil memberikan uang tersebut sebesar satu juta.


"Terima kasih Nak, semoga kebaikanmu dibalas oleh sang Maha Kuasa." Ucap Nenek Wiwi.


"Iya Nek." Jawab Viko.


Dengan segera Viko pun berjalan mengikuti Wanita tersebut. Tapi Wanita tersebut kini masuk ke dalam angkutan umum.


Lalu Viko pun berjalan balik menuju mobilnya. Dan ketika sudah berada dimobil milik Viko, dengan segera Viko pun menjalankan mobilnya lalu mengikuti angkutan umum yang tadi Lara masuk kedalam angkutan tersebut.


Semoga saja, itu benar Lara! Akhirnya aku akan kembali lagi bersama Lara. Maafkan Suamimu ini Lara yang sudah mendiamkan kamu dan tidak memperdulikan kamu bahkan tadi aku sudah membentak kamu ucap Viko pada diri sendiri lalu terus mengikuti angkutan umum yang semakin menjauh.


Tiba tiba handphone milik Viko pun berdering, tanda ada panggilan masuk dari handpohenya dengan segera Viko pun mengangkat handphonenya lalu memakaikan headsednya.


"Iya ada apa Do?" Tanya  Viko saat mengetahui kalau yang menelponnya Edo sang Asistennya.

__ADS_1


"Pak Viko dimana? Sebentar lagi rapat akan segera di mulai Pak." Ucap Edo.


"Saya serahkan semuanya kepadamu Do, karena saya ada kepentingan yang jauh lebih penting." Ucap Viko.


"Tapi Pak-"


"Sudahlah Do, tolong ngertiin Saya. Semuanya headle sama kamu. Apapun keputusan kamu, Saya  dukung oke." Ucap Viko memotong pembicaraan Edo.


"Baiklah kalau begitu Pak." Jawab Viko. Dengan segera Viko pun mematikan handponenya.


Ada masalah apa lagi nih Pak Viko sama Istrinya? Padahal kemarin sudah baik baik saja bahkan tinggal bareng di Apartemen. Kenapa sekarang menjadi berantakan lagi? Pasti tidak ada sesuatu yang tidak beres nih. Ngapain dipikirin Do, itu urusan Pak Viko. Tapi dipikir pikir kasihan juga sih Pak Viko gerutu Edo sambil menyiapkan berkas berkasnya untuk persiapan rapat sebentar lagi.


Mobilnya akan berhenti tuh, aku harus segera keluar sekarang juga dan berjalan mendekati angkutan umum itu gerutu Viko lalu keluar dari mobilnya dan berjalan menuju angkutan umum dan tiba tiba angkutan umum tersebut berhenti tepat di depan Viko. Lalu satu persatu para penumpang pun keluar tapi Viko tidak melihat sama sekali ada Lara disana. Bahkan sampai menanyakan kepada sopir angkutan umum pun tidak tahu.


Lara, kamu dimana Lara? Teriak Viko saat mengetahui jika di terminal angkutan umumnya tidak menemukan Lara sama sekali.


Karena merasa lelah harus mencari kemana, kemudian Viko segera berjalan menuju mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2