Cinta Lara

Cinta Lara
pembunuh ghaib


__ADS_3

Andri terlihat jauh lebih pendiam setelah kerasukan,ia yg biasanya banyak bicara,tingkah dan paling rempong,kini terlihat kalem.


"Sepertinya petualangan kita sudah cukup teman teman,berhubung kita masih status pelajar,besok kita pulang makassar", ucapku


"apa tidak terlalu cepat raa?", tanya lingga


"Kita sudah 7 hati lo disini", ucapku mengingatkan


Kulihat teman temanku terlihat berat meninggalkan toraja,tapi aku tak bisa lagi mengulur waktu,juga sesuai janjiku ke orang tua mereka,aku harus tepat waktu


"Kak lara,katanya mau pulang besok ya?", tanya cinta


"Iya dek,kami kan masih sekolah,sayang banget hanya gara gara liburan,kami tidak lulus", ucapku


"Kakak,sebenarnya asli mana sih?", tanya cinta


"orang tua kak lara,sebenarnya asli palopo hanya tinggal di makassar", ucapku


Kulihat cinta manggut manggut,kelihatan ia sangat lucu,dengan kuncir rambutnya,anak ini sebenarnya sangat cantik hanya terlalu lugu dan cengeng.


"Kak,bolehkah Cinta telpon kak lara,kalau dah balik ke makassar?", pertanyaan yg lucu menurutku,tapi aku tak boleh tertawa,takut ia tersinggung.


"Tentu boleh cintaa,nanti kak lara yg telpon", ucapanku rupanya nembuatnya senang,ia terus tersenyum


"Kaka laraa,ini hadiah dari cinta,supaya kak lara tak melupaksn cinta", ucapnya sambil memberikan sebuah bungkusan.


"Jangan dibuka disini kak lara,di makassar aja ya", akupun mengangguk.


Ingin rasanya kucubit pipi cinta yg sedikit Chubby itu,tapi ku tahan diri,takut dianggap kurang ajar.


Akupun berpose bersama cinta,tak kusangka ia dengan beraninya memeluk leherku,membuatku jadi salah tingkah pada teman temanku,apalagi mereka semua meledekku


"Hanya lara,yg berhasim gandeng cewek", Ucap lingga


"Mesranya boo,bikin ngiler", celetuk Dani


Kalau andri dan lingga lain lagi ngomongnya.


"Gasak aja malam ini broo,esok kan kita pulang juga", ucsp andri yg berjiwa mesum


"Iya raaa,mumpung ada barang bahus,sayang banget lo dilewatkan", ucap lingga


"Udah deh,dasar pikiran kotor,itu cuma teman gk lebih", jawabku.


Esoknya,kamipun bergegas naik bus yg akan meluncur ke makassar,sebenarnya berat juga meninggalkan bumi toraja yg menyenangkan ini,tapi apa boleh buat,pendidikan jauh lebih penting.


********


Kami tiba di mskassar dalam keadaan sehat wal afiat,orang tua kami menyambut dengan penuh rasa suka cita.

__ADS_1


"Syukurlah kamu pulang juga nak,tepat pada waktunya", ucap mama


"Alhamdulillah maa,perjalanan yg menyenangkan di toraja,ternyata toraja jauh lebih mengesankan dari yg pernah kudengar", ucapku


"Bapak mana ma?", tanyaku karena tak biasanya ayah tak hadir bila aku pulang dari perjalanan


"Bapak demam nak,sudah 2 hari gak bangun bangun", kata mama


Aku segera melepas ranselku dan jaketku lalu menemui bapak di kamar,terlihat mukanya pucat dan badannya sangat panas


"Bapak harus ke rumah sakit sekarang", ucapku


"Tidak usah nak,syukurlah kau sudah kembali,bagaimana kabar toraja?", tanya bapak


"Toraja sangat indah dan dalam keadaan baik baik saja pak", jawabku


"Syukurlah,akhirnya kamu bisa melihat langung Negeri bapak", ucap bapak


Terlihat keharuan dan bulir bulir air mata,yg mrnggantung di mata bapak yg sudah semakin tua.


"Jadi bapak orang toraja?", tanyaku sangat heran


"Iya nak,bapak memang tak pernah mengatakannya karena negeri itu telah menghukum orang tua bapak yg melanggar hukum adat,dengan tak mengakui lagi sebagai orang toraja", ucap bapak sedih.


"Hal itulah yg membuat bapak jadi sangat sedih,takut sumpah itu berimbas padamu nak", ucap bapak,ia memelukku dengan sangat terharu.


*Lara,mandi dulu baru mskan!", teriak mama dari dapur


"Bapak dah sehat?", tanyaku saat melihst bapakku sudah duduk menghadapi hidangan


"Seperti yg kamu lihat nak,bapak ingin menemanimu makan", ucap ayah


"Andri kerasukan roh jahat ayah" ,Ucapku


Ayah terlihat tenang saja saat ku katakan begitu


"Itu hal biasa andri,di Toraja kalau ada kejadian begitu,seperti kena ketapel saja,tak usah dibikin ribut", jawab bapakku


Aku jadi teringat hafiah yg diberikan Cinta,aku penasaran ingin mengetahui isi kotak tersebut,lalu aku masuk ke kamarku,ki buka hadiah itu.


Aku tersenyum melihat hadiahnya


Ada ada aja si cinta,masa cowok di beri hadiah boneka yg berbentuk boneka barbie,hanya matanya yg menurutku aneh,matanya seperti hidup,kadang berkedip,tapi aku tak boleh terbawa halusinasi lagi.kuletakkan boneka itu diatas lemari pakaianku,agar tidak terjangkau tangan jahil adik adik sepupuku yg sering nyasar main ke kamarku.


Kucari nomor ponsel cinta


Kutombol tuts lalu memanggilnya


Sukses terhubung,terdengar suara merdu cinta yg membuatku tersenyum

__ADS_1


(Hallo,kak lara)


(Haloo,cinta terima kasih ya hadiah bonekanya,cantik dan imut kayak kamu)


( Iya kak,sama sama,jaga bonekanya baik baik ya,itu sebetulnya rebutan keluarga,tapi cinta memberikan ke kak lara,karna cinta punya feeling,kak lara bisa dipercaya)


Lalu panggilan cinta terputus begitu saja,kucoba menghubunginya lagi,tapi udah gak aktif lagi.


*********


Pov Cinta


Namaku Felicya Cinta Tandipada,akrab di panggil Cinta,dari bayi aku sudah kehilangan kedua orang tua kandungku,hingga aku dipelihara Nenekku yg kupanggil Ibu,mengikuti panggilan orang2 ke nenekku karena ia dulunya seorang guru SMP.


Ibu merawatku penuh kasih sayang membuat sepupu2 ku yg lain menjadi cemburu,karena hal itu pula lah para keluargaku sepertinya tidak menyukai kehadiranku,berkali kali aku ingin dicelakai tapi seoalah ada tenaga ghaib yg selalu menolongku.


"Cinta jangan selalu minta yg aneh aneh ke nenekmu,memangnya cuma kamu saja cucunya", ucap seorang bibik padaku,saat aku merengek minta dibelikan boneka.


"Jangan terlalu kasar ke ponakanmu denda,ia masih kecil", ucap ibu membelaku.


"Makanya Cinta makin hari makin ngelunjak,karena ibu terus memanjakannya", ucap bik denda lalu pergi dengan mulut yg bersungut sungut.


Begitulah kelakuan paman dan bibiku yg seolah memusuhi ku semua,membuat ibu jadi sering menangis


"Cinta,berdoalah agar ibu panjang umur nak,ibu khawatir mereka semua berbuat jahat padamu saat ibu telah tiada", ucap ibu.


Suatu hari seorang keluarga ibu dari Manado datang,ia memberiku hadiah boneka yg sangat cantik bermata biru,awalnya boneka itu hanya sekedar benda biasa yg selalu menemaniku main main,karena anak anak bibiku dan anak pamanku,tak dibolehkan main bersamaku.


"Jangan ada yg main dengan cinta si anak sial itu,nanti ketiban sial juga",ujar paman linggi


Aku memandangnya,tapi ia melotot ke arahku,tangannya dikepalkan seolah mau memukuliku,lalu aku sembun yi dibelakang pintu,saat itu ibu tidak berada dirumah,ia sedang kepasar


Aku menggigil ketakutan,saat kulihat bayangan besar badan paman linggi berjalan ke arahku.


"Cinta dimana kau,keluarlah", ucap pamanku.


Aku tak bersuara ,dengan penuh ketakutan kututup mataku,kurasa tangan kekar paman linggi mencengkeram leherku,aku semakin ketakutan,keringat dingin membanjiri tubuhku.


Aargghhh,ku dengar teriakan paman linggi kesakitan,rupanya ia diserang mahkluk tak kasat mata,ia berlari keluar namun serangan itu berhasil melumpuhkan paman linggi,ia menggelepar di tanah,wajahnya penuh cakaran kuku kuku yg tajam,juga dadanya begitu,lehernya penuh luka cekik.


Warga berkerumun melihat apa yg terjadi dengan paman linggi


"linggiiiii,,apa yg terjadi anakku?", terdengar jeritan ibu dari luar


"Linggi mati mengenaskan,sepertinya ia diserang binatang buas", ucap salah satu warga


"Ini pasti perbuatanmu,anak setan!",tunjuk bibi denda


"Jaga mulutmu denda,bagaimana mungkin anak sekecil itu bisa melakukan perbuatan sesadis ini", bentak ibu.

__ADS_1


Aku menangis dalam pelukan ibu,tapi aku tak berani bercerita tentang apa yg akan dilakukan paman linggi tadi ,yg mencoba membunuhku


pertolongan mahkluk ghaib terus menghabisi nyawa nyawa,orang yg akan mencelakaiku.


__ADS_2