Cinta Lara

Cinta Lara
pertolongan dari dunia lain


__ADS_3

Pandangan buas para napi seolah siap menerkam saat salah satu polisi membuka sel untuk ke 3 pemerkosa,yg sudah babak belur,wajah mereka nyaris tak bisa dikenali lagi.


"Selamat datang di Neraka wahai penjahat kelamin", sambut seorang napi yg berbadan besar penuh tatto


Ia melayangkan bogem mentah ke wajah ketiga pemerkosa anak polisi itu hingga terhuyung,beberapa napi lainnya ikut menghajar dan menendang alat vital ketiga pemerkosa,terdengar jeritan yg pilu dari ketiganya namun tak membuat hati orang pilu.


Begitulah hukuman bagi penjahat kelamin


sehari kemudian,martinus salah satu dalang dari pemerkosaan itu juga berhasil dibekuk dan mendapat perlakuan yg sama dengan ketiga antek anteknya.


*************


Aku sedikit bernapas lega,bisa membantu sahab atku dalam masalahnya.


Lingga sudah seperti saudara bagiku,ia kukenal sejak aku masih duduk di bangku TK.


"Laraa,bonekamu dipinjam Moura",kata ibuku


"Kok bisa sih buu,main ambil ambil saja", ucapku.


Moura anaknya tanteku yg masih berumur 5 tahun,ia sangat lucu dan sangat dekat denganku,makanya ia terbiasa masuk kamarku,hanya moura punya sifat yg sedikit aneh,apapun yg disukainya akan berpindah ke saku bajunya.


Tiba tiba gawaiku berdering,kulihat nama tanteku tercantum disitu,agak malas menanggapinya,paling tentang boneka tuhh lagi.


Seperti biasanya kalau moura mengambil sesuatu akan minta halalnya.


"Laraaa,mouraa!", teriak ibuku dari kamarnya.


"Moura kenapa bu?", tanyaku


"Moura,kesurupan tingkahnya seperti kucing kasmaran, ayo kita segera kesana", ujar ibu.


Rupanya ibu sudah memesan becak,yg akan kami tumpangi kerumah tante yg tak seberapa jauh dari sini.


"Moura kenapa,tini?", tanya ibuku


"Moura lagi main main bersama,bonekanya lara,tiba tiba saja,ia meraung raung kesakitan,tidak lama tingkahnys berupa seperti kucing kasmaran", jawab tante hartini


moura,mencakar cakar ke lantai,mulutnya berbuih


"Meooooooong,meoooooooong" suara moura membuat bulu kuduk merinding.


Aku jadi ingat mantra yg diajarkan Cinta waktu masih di toraja.


Kuambil air digayung dan membacakannya,setelah itu kusiram moura yg tengah beraksi dengan sekali siram,kontan saja moura jatuh pingsan,tak lama moura sudah siuman.


"Mama,moura haus", ucap moura


"Alhamdulillah,kamu sudah sadar nak,terima kasih ya ra,rupanya kamu bisa juga mengobati orang kesurupan", ucap tante hartini


"Kak lara,bonekanya buat kak lara aja,moura gak mau lagi bermain bersamanya", ucap moura polos


"Kenapa emang dek,bonekanya kan lucu", ucapku


"Gak ah,ia bukan boneka tapi hantu", ucap moura lagi


Kuambil boneka itu lagi dan memasukkannya dalam kresek,dan kubawa pulang


"Jangan2 boneka ini memang bukan boneka biasa", bathinku


Aku memasukkannya dalam lemari,agar lebih aman,aku khawatir boneka ku ini mencelakai orang lagi.

__ADS_1


Malam kian larut,entah kenapa aku sangat susah memejamkan mataku,aku teringat kasus astari yg belum tuntas karena dalangnya belum di temukan.


Entah kenapa ku jadi takut pada marcel yg bisa saja dendam padaku,karena aku dan lingga,akhirnya gerakan mereka bisa tercium aparat,dan berhasil meringkus 3 anak buahnya.


Prokk!!!


Suara kayu yg patah menggugah pikiranku,ku buka jendela untuk memastikan ada apa diluar.


Meoooongg ternyata kucing yg melompat,aku kembali menutup jendela dan membaringkan tubuhku,tiba tiba kurasa berdiri sosok besar didepanku bertopeng membuatku gemetar,aku berusaha melawannya tapi sia sia,ia jauh lebih kuat dariku.


"Kau terlalu mencampuri urusanku anak muda", ucap lelaki bersuara berat itu


"Ka kau siapa?", tanyaku gemetar


"Aku marcel anak muda,pisauku ini akan merobek perutmu", ucapnya


Ia mencabut badik dari balik punggungnua,dan bersiap siap menusuk perutku dengan badik yg terhunus di tangannya.


Aaaargghhh,tiba tiba ia menjerit kesakitan pada matanya,rupanya boneka yg kusimpan dalam lemari,bisa hidup dan menghajar marcel,matanya dicakar hingga berdarah,lelaki itu berguling guling kesakitan di lantai,namun ia tak berhenti diserang boneka pemberian cinta,cakaran di tubuhnya seperti bekas kuku kuku harimau


Marcel ambruk dan pingsan,cepat cepat kami menghubungi polisi,yg kebetulan dekat sini ada poskonya.


Untung dirumahku ada CCTV yg terpasang,jadi ada bukti kuat jika marcel yg menyelinap masuk dan berniat membunuhku karena berhasil membongkar kebusukan mereka,anehnya serangan yg dilakukan boneka ghaib tak terekam CCTV.


Aku makin yakin,boneka pemberian cinta ini bukanlah boneka biasa.


************


POV Cinta


Tante kiana mengutak atik kamarku dan membongkar seluruh isi lemariku mencari boneka ghaibku,ia ingin merampas dari tanganku,padahal sudah kukatakan menghilang dengan sendirinya.


"Dimana kau sembunyikan boneka itu cinta", hardik tante kiana


"sudah kubilang,hilang tante,harus dengan kata apa lagi kuucap,agar tante bisa percaya", ucapku tegas


"Kurang ajar kau", tante kiana mengangkat tangannya hendak menamparku


Tapi aku tak tinggal diam,ku tangkap tangannya dan memelintirnya.


"Sudah cukup tante kiana menyakiti perasaanku,ingatlah tante,cinta bukan anak kecil lagi yg dulu selalu kalian hukum tanpa salah apa 2", tegasku.


Tante kiana yg tadi kelihatan garangnya,kini mereda dan langsung pergi dari rumah ibu yg sebetulnya rumah peninggalan orang tuaku.


Aku bukanlah cinta kecil yg dulu hanya bisa menangis saat di perlakukan tidak adil oleh para paman,bibi dan sepupu sepupuku yg selalu menganggapku beban bagi nenekku yg kupanggil ibu,padahal ayahku meninggalkan sawah 3 hektar dan kebun coklat 2 hektar yg kelola oleh saudara ayahku.dan hasilnya paman dan bibi juga yg tak henti meminjam padahal tak pernah dibayar.


"Cintaaa,apa yang kau lakukan pada mamaku?", tanya farah saudara sepupuku


"Aku tak melakukan apa2, emang kenapa?", tanyaku


"Cinta,berani ksu menyentuh mamaku,ku tebas lehermu", ujar farah berkacak pinggang


"lakukan kalau bisa",ku tangkis ucapan farah


"Farah,mamamu sendiri yg datang menyerang cinta,kenapa malah balik menuduh diserang,jangan suka pelihara kebohongan", ucapan ibu,membuat farah menunduk malu


Dari kecil aku memang tak begitu dekat saudara ibuku yg sifatnya agak lain,aku lebih sering mengunjungi pamanku dari ayah,sayangnya ia juga meninggal setahun yg lalu karena menderita kanker ganas,jadi kebun dan sawah aku sendiri yg mengelolanya dengan mengupah orang untuk mrngerjakannya,rupanya ini yg sangat menimbulkan kecemburuan saudara saudara ibuku.


Suatu hari mereka datang dengan wajah memelas yg dibuat buat


"Pasti mau pinjam uang lagi ", ucapku dalam hati

__ADS_1


Kulihat ia berbicara dengan ibu tapi ibu kelihatan tidak setuju dan menggeleng.


"Cinta,ibu mau bicara nak", ucap ibu


aku mendekati ibu tapi tante kiana dan farah menjauh


"Cinta,tantemu ingin meminjam salah satu sertifikatmu,ia ingin mengambil uang di bank untuk membelikan farah sepeda motor", ucap ibu dengan terpaksa


Aku tahu,ibu sebenarnya enggan menyampaikan hal ini padaku,tapi karena tante kiana memaksa dengan terpaksa ibu mengutarakan hal itu.


"Maaf bu,cinta tak bisa menggadaikan warisan dari orang tuaku,itulah tanda kasih sayang yg tersisa untukku,mohon maaf aku tak bisa", ucapku


Gaya hidup farah yg selalu ingin tampil wahh!


Membuat tante kiana rela berutang sana berutang sini,bahkan gaji ibupun terkuras untuk mereka saja,karena aku sendiri hidup dari warisan orang tuaku.


"Dasar pelit,gak mau berbagi", ucap farah padaku


Aku tersenyum sinis


"Farah,jadi orang sadar dikit doong,bukannya selama ini ku selalu meminjamkan uang,kamu pernah bayar gak,bahkan belum ada sebulan kupinjamkan lagi 500 ribu kan", ucapku


Tante kian tersentak


"Farah,apa betul yg dikatakan cinta,lalu uangnya kamu apakan?", tanya tante kiana berang.


Belum tau aja kelakuan anaknya gimana??


Aku memang harus memberi pelajaran ke ibu dan anak ini.yg selalu menghinaku padahal seharusnya akulah yg menghina kelakuan buruknya yg telah merusak citra keluarga


"Bu kiana,ayo keluar!", teriak seseorang dari luar


suara itu nampaknya sedang marah besar


Kulihat tante kiana gemetar,keringat dingin bercucuran di keningnya.


"Siapa lagi yg mencarimu kiana?", tanya ibu yg sepertinya sudah faham,siapa yg datang mencari tante kiana.


"Ma,,, yg datang ibu hera", ucap farah.


"Suruh masuk kesini cinta", ucap ibu


baru saja,aku mau berdiri,ibu hera sudah menerobos masuk marah marah.


"Rupanya kamu disini kiana,pintar betul kau menghindari utang", ucsp ibu hera geram.


"Beri aku waktu ibu hera",ucap tante kiana


"Maaf ya bu kiana,tidak ada lagi waktu,aku sudah berbulan bulan memberi waktu,oh ya nnak cinta,katanya kamu berutang 20 juta ke tantemu ini,tolong lah dibayar sekarang"Ucap ibu hera menatapku.


"Lhoo kok aku sihh,kapan aku pinjam uangnya tante,bukannya tante kiana yg selalu meminjam uang ke aku", ucapku


Tentu saja ibu yg jadi ikut geram akan tingkah laku anaknya yg makin tidak beres


"Kiana,keterlaluan kamu,sudah ngutang kemana mana,malah bawa bawa nama ponakanmu,kamu keterlaluan kiana", ibu memegang dadanya.


"Ibu jangan terpengaruh ucapan mereka,biarkan tante kiana yg berirusan dengan mereka", kupapah ibu masuk kamarnya dan menenangkan.


Kudengar mereka bertengkar di ruang tamu


"ibu kiana harus ikut kami",ucap seorang lelaki yg ternyata bodyguard ibu hera

__ADS_1


Tapi aku tak pedulikan mereka lagi biarkan mereka bertanggung jawab pada perbuatan mereka sendiri.


__ADS_2