
"mah..." Rengek Arga memelas
Arga sangat tidak menyukai rumah sakit dan obat-obatan,ia sangat benci itu semua.
"Diam,kau harus selalu menjaga Nay,jadi kau tidak boleh sakit..!" Ucap Bu Marsya memberi pengertian pada Arga,sungguh sebenarnya ia merasa sangat khawatir pada anak tunggal nya itu.
Arga pasrah dan berbaring lesu seraya menatap malas pada dokter yang berjalan menuju nya
"Permisi tuan muda,saya akan memeriksa anda sebentar..!" Kata dokter muda itu dengan ramah pada tuan muda keluarga Hendrawan.
"Hhhmmm..!" Suara Arga tanpa kata saking malas nya berurusan dengan rumah sakit.
Dokter menggeleng bingung dengan keadaan tuan muda itu,ia tak menemukan sesuatu yang salah pada Arga.
"Apa perut anda seperti membelit atau kepala anda pusing ..?" Tanya dokter itu memastikan.
"Tidak,aku baik-baik saja,aku tidak merasa apa pun,namun saat aku melihat makanan kadang aku merasa mual..!" Jelas Arga.
"Apa anda makan dengan benar atau anda memiliki riwayat maag..?" Tanya dokter kemudian.
"Aku makan teratur,dan tidak memiliki riwayat maag..aku rasa hanya kelelahan..!" Tambah Arga.
Dokter itu mengangguk kemudian duduk di kursi nya yang kemudian di susul oleh Bu Marsya.
Nayna berjalan menuju Arga,membantu nya membenarkan kemeja nya yang terbuka karena pemerikasaan tadi.
Nayna hanya diam dengan tangan yang sibuk mengancing kan kemeja Arga.
Tes...
Tetesan bening itu jatuh mengenai tangan Arga,ia begitu kaget
"Sayang...!" Ucap Arga yang mengangkat dagu Nayna dengan lembut Arga menatap mata nya .
Netra cantik itu sudah basah,dengan embun yang menggumpal penuh.
"Hey..apa yang terjadi..kenapa menangis hhhmmm..?" Tanya Arga seraya menghapus bulir bening di pipi mulus Nayna.
"maafkan Nay,kakak sakit karena telat makan kemarin..!" Ucap Nayna dengan pelan.
__ADS_1
Arga tersenyum penuh arti, ternyata isteri nya ini begitu perasa akan hal-hal kecil,ia merengkuh Nayna ke pelukan nya, memberikan kenyamanan di sana.
"Sudah lah,kakak tak apa-apa,semua nya baik-baik saja..!" Jelas Arga yang melepas pelan Nayna dan menuntun nya menuju dokter dan Bu Marsya.
Dokter menatap Arga dan Nayna bergantian kemudian beralih ke Bu Marsya.
"Apa nona ini isteri tuan muda..?" Tanya dokter yang seumuran dengan Arga itu.
Arga menatap tajam pada dokter itu,rahang nya mengeras.
"Untuk apa kau bertanya seperti itu,dia isteri ku,jaga mata mu jika kau masih ingin bekerja di sini..!" Ucap Arga dengan sedikit emosi.
"M..maaf tuan muda,bukan maksud saya seperti itu..!" Ucap dokter itu tergagap,ia menggaruk tengkuk nya yang tak gatal karena salah dalam menyusun kalimat hingga membuat tuan muda pencemburu di depan nya ini emosi.
Plak..
Bu Marsya memukul lengan Arga yang mengomel di samping nya.
"Mah,,dia kurang ajar sekali,kenapa malah bertanya tentang Nay..bukan kah dia memeriksa ku,apa hubungannya dengan isteri ku..!" Ucap Arga yang menatap tajam pada dokter di depan nya
"Maaf kan putra saya..!" Ucap Bu Marsya merasa tak enak dengan perkataan Arga.
Arga mendesah malas ,ia merangkul Nayna di samping nya dengan posesif tingkat dewa nya😂
Dokter itu mendesah pelan,kali ini ia tak boleh lagi salah bicara jika tak mau mendapatkan Omelan dan tatapan tajam dari tuan muda di depan nya.
"Putra anda baik-baik saja,tapi saya rasa anda harus mencek kondisi menantu anda ke dokter kandungan,saya merasa putra anda mengalami kehamilan simpatik ..!" Jelas dokter itu dengan beraturan.
"Maksud nya..?" tanya Arga menatap tajam pada dokter di depan nya .
"Saya rasa nona muda tengah mengandung,tapi agar lebih jelas,anda harus memeriksa nona ke dokter spesialis..!" Tambah dokter itu.
Nayna dan Arga terdiam keluar dari ruang dokter tadi,tak kalah terkejut nya,Bu Marsya pun diam namun hati nya cukup senang jika itu terjadi,
Arga terus menggenggam tangan Nayna yang berkeringat,ia tau jika Nayna sedikit takut,takut jika diri nya kembali mengecewakan semua orang.
Arga paham pada ketakutan Nayna yang sedari tadi tak memberikan respon.
"Siap kan mobil..!" Ucap Arga menelpon sang sopir.
__ADS_1
"Pulang...?" Tanya Bu Marsya terkejut,bukan kah di dalam tadi mereka telah sepakat akan ke ruangan spesialis kandungan.
Arga menggeleng pelan pada Bu Marsya mencoba menjelaskan jika Nayna belum siap ,ia takut membuat Bu Marsya kecewa lagi.
Bu Marsya paham dan tersenyum dengan tatapan Arga dan Nayna yang sedari tadi menunduk.
Dengan anggun Bu Marsya berjalan mengikuti langkah dua orang di depan nya.
"kak...!" Panggil Nayna yang menatap Arga di samping nya .
"Tenang lah,kita akan pulang sekarang...!" Ucap Arga ,namun tak di sangka,Nayna menggeleng.
"Nay ingin memeriksa kan diri seperti kata dokter itu..!" Jelas Nayna sambil menatap Bu Marsya yang tersenyum senang
Arga memegangi ke dua pundak Nayna dengan lembut seraya menatap netra cantik itu.
"Tidak perlu,kita pulang saja..lagi pula kakak banyak kerjaan di kantor..!" Ucap Arga memberikan alasan palsu,sungguh ia tak sanggup jika harus melihat kesedihan Nayna kembali,tidak di pungkiri jika ia mendamba seorang malaikat kecil penyempurna keluarga nya,namun ia tak ingin menuntut Nayna yang akan membuat belahan jiwa nya itu sedih dan terluka,ia amat sangat menjaga hati isteri nya itu.
Nayna melepas kan tangan Arga pelan dan memeluk Bu Marsya dengan manja.
"Nay akan pergi dengan mamah,mamah mau kan menemani Nay...?" Tanya Nayna sambil menengadah manja pada mertua nya itu.
Bu Marsya mengelus lembut pucuk kepala Nayna dengan sayang.
"Mamah akan temani,tapi kau harus janji pada mamah,apa pun hasil nya,kau tak boleh sedih ..!" pesan Bu Marsya sebagai syarat diri nya mau menemani menantu cantik nya itu untuk di periksa.
"Nay...!" cegah Arga sambil menggeleng pelan, sungguh ia tak mampu jika melihat kekecewaan lagi di mata Nayna,karena itu bisa membuat nya lebih sakit.
Nayna terus menggandeng Bu Marsya hingga mereka duduk di depan dokter,ia sangat gugup dan takut,namun ia juga ingin memastikan,jika Arga tidak lah sakit seperti yang terlihat.
"selamat pagi Nyonya besar,tuan muda dan Nona..?" sapa dokter itu dengan ramah.
Bu Marsya mulai bercerita tentang sakit Arga yang tak biasa,hingga mereka di saran kan ke tempat ini untuk memastikan semua dugaan yang masih abu-abu.
"silahkan Nona berbaring lah..!" ucap dokter mengintruksikan Nayna menuju tempat pemeriksaan.
Arga menggenggam tangan Nayna yang begitu dingin,mencoba memberikan kehangatan lewat usapan kecil di jemari lentik Nayna.
"kakak selalu bersama mu,selalu mencintaimu ,apa pun yang terjadi..!" ucap Arga pelan memberikan kekuatan pada batin Nayna yang dilanda kegelisahan.
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹
Mohon dukungan kalian semua agar cerita nya terus up lebih semangat lagi.