Cinta Nayna

Cinta Nayna
makin jauh


__ADS_3

Nayna ke kamar mandi dan membersihkan diri nya, sementara di meja makan terjadi ketegangan, di mana Arga dan pa hendrawan masih terlibat emosi dingin.


"Mulai lah belajar menerima nayna dan kandungan nya, kau ayah dari bayi itu..! " Nasehat bu Marsya.


"Jika kau...! " Perkataan pa hendrawan terhenti saat bu Marsya memberi isyarat diam, karena bu Marsya tak ingin semua di lalui dengan kekerasan, ia ingin hati Arga luluh dengan kelembutan, bukan emosi yang di ciptakan saat ini.


Pa hendrawan diam, namun masih raut emosi jelas tercetak dari wajah nya yang tak lagi muda, namun masih terlihat tampan di usia senja nya.


"Pah, mah.. Tolong jangan memaksa ku, aku seperti terkekang oleh keinginan kalian, aku menyayangi kalian, ku mohon jangan memaksa ku..! " Ucap Arga kemudian berlalu meninggalkan meja makan.


"Bagaimana lagi harus mengatakan pada Arga.. Ia begitu keras akan pendirian nya..! " Lirih pa hendrawan yang merasa kecewa


Arga mengemudi kan mobil nya menuju sebuah apartemen sejak kemarin ia datangi untuk pertama kali nya, yaa Arga begitu gila memanjakan wanita yang di anggap nya nyaman , dan wanita saat ini adalah yessi, seorang suster yang membantu menjaga nya saat di rumah sakit, entah keberanian dari mana wanita itu bisa bersama Arga, dan tak tau kah jika seorang pa hendrawan bisa membuat nya hancur jika hubungan mereka terendus oleh pemilik tahta Hendrawan yang terkenal dingin di mata setiap orang.


"Morning baby..! " Sapa Arga saat yessi membuka kan pintu apartemen nya.


Yessi menyambut nya dengan pelukan hangat pagi ini, meski baru 2 hari resmi menjalin kasih, namun tak ada kecanggungan bagi mereka.


Namun yessi merasa aneh, saat ia sedang berdua seperti sekarang, Arga hanya diam dan bercerita banyak, ia tak melakukan hal-hal yang biasa di lakukan sepasang kekasih pada umum nya, seperti kemarin saat Arga menjemput nya siang itu, yessi berinisiatif untuk mencium Arga saat ia di berikan kado spesial di hari ulang tahun nya.


Yessi yang dalam pelukan Arga, mendongak dan akan menciun bibir Arga, namun tak di sangka, Arga malah melepaskan pelukan nya dan membuat Yessi kecewa.


"Kenapa kau ingin bersama ku, sementara, kau memiliki istri, apa ia tak cukup untuk mu..? " Tanya Yessi pada Arga yang kini duduk di samping nya.

__ADS_1


"Aku tak mengerti, namun aku tak memiliki perasaan apa pun, aku juga tak tau bagaimana aku menikah waktu itu, mungkin saja aku di paksa orang tua ku..! " Jelas Arga danembuat hati Yessi seakan berbunga karena mendapatkan peluang besar dalam hubungan ini.


"Lalu, apa sekarang aku menjadi simpanan mu, ah... Aku tak ingin seperti ini dan di cap sebagai pelakor, apa lagi jika pa hendrawan tau akan ini, habis lah aku..! " Kata Yessi yang langsung di benarkan oleh Arga.. Namun ia hanya diam.


"Bersabar lah, aku akan mencari cara untuk hubungan kita ini..! " Jelas Arga memberikan pengertian


Entah apa yang ada di pikiran Arga ,ia berubah setelah kecelakaan itu,semua tentang Nayna terlupa begitu saja,bahkan cinta yang dulu teramat besar,kini telah terkubur rapat,apa cinta Arga hanya sementara saja dan tak setulus layak nya kisah cinta Romeo dan Juliet,entah lah..


Arga kembali pada diri nya yang dulu, menjadi petualang cinta yang masih ingin mencari kebebasan saat ia kuliah,Hay..tak sadar kah bung,kau menikahi gadis sepolos Nayna waktu itu dengan sebuah harapan yang kau janji kan di atas pusara ke dua orang tua nya,lalu Sekarang tidak kah kau memikirkan perasaan Nayna ,setidak nya jika lupa bahwa Nayna adalah istri mu,maka jangan bermain dengan wanita lain,itu justru menyakiti Nayna lebih dalam.


Nayna diam duduk di balkon kamar nya sambil menatap taman di bawah sana,pikiran nya jauh tentang anak yang di kandung nya.


"sampai kapan ini berakhir, apa kakak tidak akan mengingat ku lagi..!" lirih Nayna dengan rasa sakit.


Nayna ingin memberi tahu Aldi ,namun ia tak ingin Aldi tau tentang kebenaran ini,ia takut Aldi marah dan membawa Nayna pergi dari kediaman keluarga Hendrawan.


Sementara itu,di tengah pikiran nya,Nayna melihat mobil Arga yang melenggang masuk ke dalam mansion,memang sudah jam pulang dari kantor,dan terlihat jelas wajah Arga yang lelah,baju yang tadi pagi rapi pun,kini sudah lusuh dengan dasi yang telah terlepas dari tempat nya serta kancing atas kemeja yang telah terbuka.


Nayna masih menatap Arga,dan entah bagaimana Arga juga melihat nya dari bawah sana hingga membuat Nayna menundukkan pandangan nya dan berlalu masuk ke kamar.


Nayna turun dengan pelan ke bawah,karena memang kaki nya sudah lumayan baik.


"mah..!" panggil Nayna yang melihat Bu Marsya

__ADS_1


"kenapa sayang,sudah minum susu..?" tanya Bu Marsya perhatian, mengingat Nayna yang miliki riwayat magh ,ia tak ingin Nayna sakit lagi.


"sebentar lagi,mamah lagi ngapain..?" tanya Nayna kembali.


"bibi,buat kan susu untuk Nayna ..!" teriak Bu Marsya pada salah satu pelayan mereka.


"papah mu belum sampai,jadi mamah menunggu di sini,kau ingin sesuatu..?" ucap Bu Marsya ,namun Nayna hanya menggeleng.


Nayna dan Bu Marsya melihat Arga yang baru turun dari tangga dengan stelan santai nya,dari penampilan nya,Arga terlihat segar karena memang ia baru selesai mandi.


"mah ...?" panggil Arga yang duduk di depan Nayna dan Bu Marsya.


"nanti malam aku akan keluar sebentar,sama Rey dan yang lain,jadi tidak makan di rumah..!" ucap nya memberi tahu kan.


"hhhmmm,ajak lah Nayna ..biar dia tak bosan..!" usul Bu Marsya.


"tidak,itu pertemuan laki-laki semua,tidak ada wanita,dia di rumah saja..!" tolak Arga , sementara Nayna menggenggam erat tangan Bu Marsya seolah mengatakan TIDAK,karena Nayna tak ingin membuat Arga salah paham dan membuat Arga marah lagi seperti kemarin ia ketahuan mengikuti nya.


Arga masih asyik bermain ponsel di depan Nayna dan Bu Marsya,bahkan sesekali dia tersenyum saat mengetik pesan yang entah dari siapa itu.


"kakak begitu bahagia,seperti tanpa beban,harus kah aku melakukan sesuatu,tapi apa yang harus aku lakukan..!" gumam Nayna yang memperhatikan Arga dalam diam.


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


like ,vote ,coment teman-teman


bantu cerita ini yaaaa BESTie😘😘


__ADS_2