
Dengan tubuh gemetar,Arga berjongkok di depan jasad wanita yang tergeletak di tengah jalan itu,dengan tangan yang bergetar dan dada yang bergemuruh ia membuka penutup wajah wanita itu.
Sreeekk (anggap aja bunyi koran terbuka yaa kakakðŸ¤)
Arga membuka mata nya,dengan hembusan nafas pelan,ia bersyukur dia bukan Nayna,namun ia sangat menyayangkan aksi tabrak lari itu yang mengakibatkan seorang mahasiswa meninggal di tempat.
Arga berdiri dan keluar dari kerumunan orang itu,dengan keringat dingin yang membasahi wajah nya,sungguh ia takut,ia tak bisa membayangkan apa yang terjadi pada nya jika itu adalah Nayna.
Arga merasakan getaran handphone di saku jas nya.
Fadlan calling...
Arga mengangkat telepon nya.
".........."
"Lakukan apa pun untuk memblok jalan itu,dan bawa dia ke apartemen ku malam ini..!" Ucap Arga dengan rahang yang mengeras.
Jesika dan Dicky berusaha kabur setelah membuat keributan antara Arga dan Nayna.
Jesika tau bagaimana Arga jika marah,namun ia juga ingin Arga hancur seperti nya karena tak menerima nya kembali seperti dulu.
Arga membuka handphone nya,memutar arah mobil nya,mengikuti GPS lokasi yang telah di kirim kan Fadlan.
"Apa yang di lakukan Nay di sana,bukan kah tempat ini cukup jauh dari kota..!" Gumam Arga.
Selama ia mengenal Nayna,tak pernah sekali pun Nayna keluar dari rumah nya selain ke kampus atau pergi bersama Aldi,kini Arga tak tau bagaimana Nayna bisa pergi sejauh ini dari nya.
"Kau harus ikut pulang bersama ku, bagaimana pun cara nya.." tekad Arga sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.
Setelah berkendara sekitar 1 jam lebih,Arga tiba di sebuah jalan yang ia kenal,namun ia tak yakin jika Nayna hanya sendiri di sini.
Arga melajukan pelan mobil nya,tepat di sebuah pagar yang menjulang tinggi,ia memberhentikan mobil nya.
"Daniel..!" Gumam nya,namun tiba-tiba rahang nya mengeras dan wajah nya memerah saat ia tau Nayna berada di mansion Daniel.
Arga mencoba menghubungi Daniel,namun handphone nya mati,ia mengumpat marah dan memukul kemudi nya dengan keras.
Arga turun dari mobil ,dan melepas kaca mata yang bertengger di hidung mancung nya.
Tepat saat itu pagar tinggi itu terbuka lebar,menampakkan seorang dengan jas berwarna putih akan memasuki mobil nya dengan di antar oleh ayah Daniel.
"Om Doni..!" Sapa Arga
Lelaki paruh baya itu mengerut kan kening seolah memindai wajah lelaki di depan nya.
"Saya Arga,teman kuliah Daniel..!" Sambung Arga.
Kemudian dengan hangat ayah Daniel memeluk Arga layak nya anak yang telah lama tak bertemu.
__ADS_1
"Bagaimana kabar mu dan orang tua mu,kenapa baru mampir sekarang..?" Tanya om Dani pada Arga .
Orang tua Daniel tak mengetahui perseteruan yang terjadi antara Daniel dan Arga,karena Daniel tak pernah menceritakan tentang kehidupan pribadi nya pada ayah nya termasuk pada orang tua nya.
Doni mengajak Arga masuk tanpa mengetahui niat Arga yang ingin mencari Nayna.
"apa Tante sakit..?" Tanya Arga yang bingung melihat kedatangan dokter di rumah Daniel.
"Bukan,Tante mu masih sibuk di butik nya,teman Daniel yang sakit..!" Jawab Doni yang membuat Arga terkejut.
Deg...
"Nay ..!" Gumam Arga dengan pelan.
Daniel menuruni tangga sambil membawa nampan yang berisi makanan,ia terkejut mendapati Arga duduk bersama ayah nya.
"Kau..?" Ucap Daniel terkejut.
Arga berdiri dan menghampiri Daniel yang terdiam di tangga.
Buk...
Arga memukul wajah Daniel dengan cepat,hingga membuat tubuh Daniel terhuyung dan mengakibatkan nampan yang di bawa nya berhamburan.
Daniel tersenyum sambil menyeka sudut bibir nya yang berdarah.
"Apa yang kau lakukan..?" Tanya Daniel yang cukup tenang.
"Kenapa kau bertanya pada ku,bukan kah kau suami nya..?" Jawab Daniel.
Arga yang makin marah berusaha untuk mengajar Daniel,namun tak bisa karena sudah di pegang oleh beberapa bodyguard ayah Daniel yang siap siaga di rumah itu.
"Apa yang sebenarnya terjadi Daniel.. Arga..?" Tanya Doni yang bingung dengan Arga tiba-tiba menghantam Daniel.
"Om,aku ingin menjemput Nayna ,dia ada di sini bukan..?" Tanya Arga
"Nayna,maksud mu wanita yang pingsan itu..?" Ucap Doni meyakinkan.
"pingsan...?" Arga terperangah mendengar penuturan Doni.
"Kau lelaki bodoh, bagaimana bisa kau berbuat sesuatu yang membuat Nayna hancur seperti itu,apa kau lupa,jika kau sudah menikah..!" Kata Daniel dengan sedikit emosi.
"Diam..kau tidak tau yang sebenarnya,itu hanya salah paham..!" Jelas Arga.
"Salah paham yang membuat mu hanyut dalam kenikmatan..hhhmmm..!" Cibir Daniel.
Daniel begitu geram saat mendapati Nayna yang menangis di depan sebuah mini market dekat perkantoran nya.
Ia menghampiri Nayna yang duduk sendiri dengan mata yang sembab,awal nya Nayna tak ingin bercerita masalah nya,namun Daniel terus mendesak,hingga Nayna akhir nya bercerita.
__ADS_1
Daniel berniat mengantarkan Nayna ke tempat Aldi,namun saat ia menggiring Nayna ke mobil,tubuh Nayna ambruk di samping Daniel,ia tak mungkin membawa Nayna ke hadapan Aldi seperti itu,karena ia tak bisa menjelaskan semua nya,hanya Nayna yang berhak masalah itu.
Daniel memutuskan untuk membawa Nayna pulang dan akan mengantar nya ke tempat Aldi setelah Nayna siuman seperti permintaan Nayna.
"Kenapa kau tak menelpon ku,apa kau berusaha membuat ku jauh dari Nayna seperti dulu saat aku bersama Jesika..?" Tuduh Arga yang sudah di selimuti emosi
Daniel hanya tersenyum menanggapi itu,Arga menaiki tangga dengan cepat mencari keberadaan Nayna.
Daniel yang melihat itu pun berusaha menghalangi Arga,namun tak sempat mencegah saat Arga membuka pintu pertama yang ada Nayna di dalam nya.
Nayna yang kaget melihat Arga masuk dan langsung mengunci pintu itu,ia menghampiri Nayna yang tengah bersandar pada kepala ranjang dan memeluk nya dengan erat.
"Nay..,kakak sangat khawatir...!" Ucap Arga yang memeluk Nayna dengan erat.
Nayna yang di peluk hanya diam,ia ingin pergi dari jauh dari Arga,namun tubuh nya saat ini sangat lemah,ia tak bisa melawan.
"Sekarang ayo kita pulang..!" Kata Arga sambil merenggangkan pelukan nya untuk menatap mata Nayna.
"Tidak,kakak pulang lah..,Nay akan minta jemput sama Abang..!" Ucap Nayna.
"Tidak,kau harus pulang dengan kakak..!" Tolak Arga yang akan mengangkat tubuh Nayna,namun mendapatkan perlawanan dari Nayna hingga gelas yang berada di dekat nya jatuh dan pecah .
Prraaannnk
Daniel yang mendengar itu dari luar makin panik,awal nya ia hanya diam,mencoba memberi ruang untuk ke dua nya berbicara,namun saat ia mendengar pecahan kaca,ia langsung berusaha membuka pintu itu dengan mendobrak nya beberapa kali.
Bruukkkkk...
Pintu itu terbuka,terlihat Arga yang berusaha membawa Nayna secara paksa namun di tolak oleh Nayna.
"Apa yang kau lakukan,..?" Tanya Daniel.
"Kau memaksa nya,kau membuat nya takut jika seperti itu..!" Jelas Daniel sambil mendorong Arga agar menjauhi Nayna.
"Kau jangan ikut campur,ini urusan ku,dia istri ku..!" Ucap Arga dengan emosi.
Daniel sudah tak bisa diam lagi,ia memukul Arga yang terus memaksa Nayna.
Bukkkk..
Daniel melayangkan tinju nya ke pipi Arga,namun saat Arga akan membalas,Nayna berdiri di antara ke dua nya..
"Nay mohon jangan bertengkar, Nay hanya ingin sendiri..!" Ucap Nayna menangis .
Di lain sisi Nayna tak tega meninggalkan Arga,ia takut Arga menyakiti diri nya sendiri,namun hati nya begitu sakit melihat foto-foto itu,hingga ia memutuskan untuk menyendiri dulu.
🌹🌹🌹🌹
like dan vote nya di tunggu kakak
__ADS_1
mampir juga ke cerita aku yang lain
Wasiat Terakhir