
Prankkk
Yessi melempar semua yang ada di meja saat ini,ya ia sedang makan malam bersama Arga .
Arga ingin menegaskan nya,ia sudah menyelidiki semua nya yang terjadi tadi malam,dan memang tak terjadi apa pun,Arga sudah mengecek rekaman CCTV di kamar nya,karena memang apartemen ini milik Arga,dan hanya dia yang tau jika di apartemen ini terpasang CCTV di setiap sudut termasuk kamar nya.
"Toxic..kau memperalat semua kebaikan ku,awal nya aku tulus dengan semua ini,namun aku tak menyangka,kau bermain dengan kebaikan ku
"kau yang ingin lari setelah tadi malam..!" Serang Yessi balik
Entah dari mana perdebatan ini terjadi,yang jelas,Arga begitu marah saat tadi sore direktif suruhan nya membeberkan beberapa fakta niat jahat Yessi pada nya.
"Kosongkan apartemen ini besok,jika sampai kau tak angkat kaki,maka terpaksa aku menyuruh orang ku untuk menyeret mu dan melemparkannya ke jalan..!" Ancam Arga yang tetap tenang.
"Sa...yang...aaa..ku..!" Yessi tergagap menghadapi Arga malam ini,ia tak habis pikir rencana yang telah di susun nya akan berantakan sekejap mata.
Arga keluar dengan kekesalan mendalam nya,ia bersumpah tidak akan memaafkan Yessi dan akan membuat nya menyesal karena sudah mempermainkan nya.
"pah,apa kita pulang saja..mamah takut Nay kenapa-kenapa..!" Ucap Bu Marsya mengkhawatirkan Nayna ,karena dari info yang mereka terima,Nayna pingsan sudah 2x hari ini.
"Arga bisa menjaga nya,berikan mereka waktu lebih banyak,percaya pada papah..dari mata-mata yang papah utus,mereka mengatakan jika Arga telah tau kebusukan Yessi,dan ia sudah memutuskan hubungan nya bersama Yessi, sedikit lagi mah..papah mohon,sabar lah,mereka sudah dewasa,biar kan mereka menyelesaikan semua nya sendiri..!" Jelas pa Hendrawan.
Memang orang tua Arga masih stay di kota nya,hanya saja mereka beralasan pergi ke luar agar memberikan ruang untuk Arga dan Nayna ,namun mereka masih memantau dari jarak jauh untuk kebaikan Arga dan Nayna .
Arga pulang dengan wajah kusut,ia melihat kamar Nayna yang sedikit terbuka,di sana Nayna berpegangan pada bibi di rumah menuju toilet.
__ADS_1
"Biar saya..bibi keluar lah..!" Ucap Arga memegang tangan Nayna .
"Nay mau pipis,tapi masih pusing,jadi biar bibi yang bantu..!" Ucap Nayna .
Namun Arga tak peduli,ia menggendong Nayna tanpa beban,membawa nya masuk ke kamar mandi.
"Aku menunggu di pintu,panggil saja bila sudah selesai..!" Jelas Arga.
Padahal ia ingin membantu Nayna di dalam,tapi rasa nya risih,jadi ia memutuskan untuk keluar dan Nayna sendiri bilang jika ia bisa sendiri di dalam.
Selang beberapa menit berlalu,Nayna membuka pintu kamar mandi dengan tangan yang masih berpegangan di dinding.
"Kenapa tak memanggil..?" Tanya Arga yang langsung kembali menggendong Nayna menuju kasur nya.
"Terimakasih..!" Ucap Nayna senang.
"Kau tidak suka aku di rumah..?" Tanya Arga seolah mengintimidasi.
"Tidak..bukan begitu,Nay begitu senang kakak pulang cepat,dan di sini menemani Nay..!" Ucap Nayna pelan di akhir kalimat nya.
"Nay,aku akan ke kamar,tidur lah..!" Pamit Arga ,namun Nayna hanya diam dan terus memandang nya.
"Bisa kah kakak menemani Nay di sini..!" Pinta Nayna,namun bukan menjawab,Arga tetap keluar dari kamar tanpa suara,kecewa itu lah yang di rasakan Nayna ,ia menangis dalam selimut,menutup diri dan mematikan semua lampu di kamar nya menggunakan remote kontrol di samping nya.
Ceklek
__ADS_1
Selang 15 menit Arga keluar,Nayna mendengar suara pintu terbuka,melihat bayangan yang terpantul di lantai marmer itu,Nayna meyakini jika yang masuk itu Arga .
Dengan pelan,Arga menyingkap selimut Nayna ,wajah sembab dan sedikit merah,Arga yakin jika Nayna tadi menangis.
Menyapu sisa air mata Nayna dengan lembut,agar tak membangun kan nya,padahal Nayna hanya pura-pura tertidur,ia ingin tau,untuk apa Arga ke sini,bukan kah saat ia meminta tadi,Arga tidak merespon sama sekali.
"Maaf..!" Kata itu yang Nayna dengar dari mulut Arga.
Naik dengan pelan,menyingkap selimut dan ikut masuk ke dalam nya, menggiring Nayna yang tertidur agar menghadap nya,agar lantas menjadikan tangan nya sebagai bantalan kepala Nayna kemudian memeluk Nayna .
Nyaman
Tenang
Itu lah yang Arga rasa,seperti ada rasa yang tak bisa ia gambar kan,ia tak mampu mengingat masa lalu,namun ini pertama kali nya saat ia bangun dari koma memeluk Nayna .
Nayna bersorak dalam hati berada dalam dekapan Arga malam ini,ia berdo'a agar waktu berjalan lambat
Setelah pulang dari apartemen bertemu Yessi tadi,Arga sudah bertekad untuk membuka hati untuk Nayna ,ia seolah sadar meski pikiran nya masih kacau,ia coba meyakini jika Nayna adalah pilihan orang tua nya yang terbaik.
Arga mencoba berdamai dengan keadaan,menerima masa lalu yang ia lupakan .
🌹🌹🌹
up lagi neh..
__ADS_1
yuu komentar yang banyak
like juga yaa