Cinta Nayna

Cinta Nayna
Pulang Bersama


__ADS_3

Setelah hampir 30 menit perjalanan ,sampai kini Arga telah membelokkan mobil Renaldi ke salah satu perumahan elitenya. Dia melajukan mobil nya dengan pelan,sampai akhirnya tiba di persimpangan terakhir, terlihat sebuah rumah berwarna putih dengan pilar besar yang berdiri kokoh. Arga membunyikan klakson mobil ,sampai seorang satpam keluar melihat siapa yang datang.


Arga membuka kaca mobil dan mengeluarkan sedikit wajah nya untuk memberi isyarat pada sang penjaga rumah nya untuk membukakan pagar yang menjulang tinggi itu.


"Paman,ini aku..tolong buka pintu nya..!!" kata Agra,satpam itu mengangguk dan langsung membukanya. Mobil itu memasuki pekarangan rumah yang begitu besar,Arga mematikan mesin mobil nya dan segera membukakan pintu mobil agar Renaldi bisa turun membawa adik nya.


"turun lah,orang tua ku sudah menunggu kalian di dalam..!!" Mereka masuk bertiga dengan Renaldi masih mengangkat Nayna yang belum sadar kan diri.


"mang,bukan kah itu Nayna yang biasa mengantarkan pesanan makanan dari Nyonya..??!!" kata seorang wanita paruh baya yang bekerja dirumah keluarga Hendrawan . Satpam itu terlihat berpikir dan mengangguk "seperti nya ada yang tidak beres Bi Santi " kata satpam itu.


"mah..pah..kalian dimana..??" teriak Arga dari depan pintu. Renaldi mengikuti langkah Arga masuk sampai ada sofa di samping pintu utama,dia berhenti meletakkan tubuh adik nya hati-hati.


"tunggu lah sebentar,aku akan menyuruh pelayan disini menyiapkan kamar untuk kalian berdua..!!" kata Arga sambil berlalu. Renaldi terdiam mengangguk kan kepala,dia menatap adik nya itu dengan sedih.

__ADS_1


Arga terlihat menaiki tangga dengan sedikit berlari. "mah..pah..aku masuk yaa.." dia mengetuk pintu kamar orang tua nya sebelum dia membuka pintu nya.


"mah,mereka dibawah sekarang,aku berhasil membujuk mereka seperti keinginan mamah.." kata Arga yang berjongkok di depan Bu Marsya yang sedang duduk di sofa.


Bu Marsya tersenyum memegang wajah anak nya itu,ya saat di pemakan tadi Bu Marsya dan suami nya serta Arga berbicara tentang rencana Bu Marsya yang ingin mengajak Nayna untuk tinggal sementara di kediaman Hendrawan. Bu Marsya iba melihat Nayna yang terpukul akibat kehilangan orang tua nya.


Seperti yang diketahui Bu Marsya dari tetangga Nayna saat di pemakaman itu,bahwa keluarga Nayna tak memiliki kerabat lain, mereka hanya tinggal berempat bersama Renaldi sebelum Kaka nya itu kuliah di kota lain.


Pa Hendrawan terlihat baru saja membuka kamar mandi ,dia tersenyum melihat anak dan ibu itu sedang berbicara,beliau paham arah pembicaraan ibu dan anak itu.


"mah, Nayna tadi pingsan lagi saat akan pulang " kata Arga,sontak membuat Bu Marsya kaget dan segera membuka pintu kamar nya untuk turun kebawah melihat keadaan Marsya.


"mah, hati-hati .." kata Arga yang melihat Bu Marsya sedikit berlari menuruni tangga.

__ADS_1


Saat tiba dibawah "Nak, bawa lah adik mu kedalam kamar itu" tunjuk Bu Marsya pada pintu kamar yang terlihat berhadapan langsung dengan ruang tamu rumah itu.


Renaldi kembali mengangkat tubuh Nayna,dengan Arga yang sigap membukakan pintu kamar nya. Nayna di letakkan di atas kasur di kamar itu dengan perlahan, Bu Marsya menaikkan selimut pada Nayna sambil mengusap kepala Nayna.


"Nay, Ibu yakin kau wanita yang kuat.."


-


-


-


Hayyy Kaka semua, terimakasih sudah mampir di karya pertama aku,mohon maaf jika masih banyak kata yang kurang pas..mohon tinggalkan jejak Kaka dan komentar nya..

__ADS_1


Tolong dukungan Kaka semua yaa hingga karya ini END dan dapat membuat karya-karya yang lain.


Sekali lagi bantu vote๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2