
Tut..........
Terdengar nyaring suara itu di telinga,hingga membuat beberapa suster dan dokter berlari keruangan itu . Salah satu suster mengatakan untuk mereka keluar semua,karena dokter akan memeriksa pasien.
Nayna terlihat menangis di pelukan sang kakak. Arga dan ke dua orang tua nya tak kalah khawatir nya seperti Nayna dan kakak nya. Mereka semua hanya diam dengan pemikiran masing-masing.
Hingga terdengar suara pintu terbuka,mereka langsung menuju sang dokter yang keluar dengan wajah yang terlihat kecewa. "Nyonya dan tuan Hendrawan,maaf kan kami,kami sudah berusaha semaksimal mungkin,pasien meninggal,sekali lagi maaf kan kami" Dokter terlihat berlalu ,Renaldi langsung berlari ke dalam meninggal kan Nayna yang terduduk dilantai tanpa suara.
"Nay,yang sabar yaa..Om akan membantu mengurus pemakaman orang tua mu.." kata pa Hendrawan. Arga membantu Nayna berdiri dan membawa masuk ke dalam ruangan ibu nya,Nayna hanya diam ikut melangkah.
~~
Sore hari di pemakaman terlihat hanya beberapa tetangga Nayna yang ikut mengikuti pemakaman. Ayah dan ibu Nayna dimakamkan berdampingan. Nayna hanya diam dengan isakan,tak ada suara yang terucap saat mereka pulang dari rumah sakit.
__ADS_1
Beberapa orang terlihat sudah pulang saat selesai acara pemakaman,namun Nayna belum juga berdiri dari tempat nya bersimpuh di tanah antara tempat ayah dan ibunya dimakamkan,dia terlihat menunduk terus terisak.
Renaldi mendekat pada sang adik dan memberi usapan di kepala Nayna dengan lembut "Nay,kita pulang sekarang , sepertinya sebentar lagi akan turun hujan..!" Nayna tetap diam dengan isakan nya beberapa saat,hingga Bu Marsya ikut berucap "Nay,kita pulang dulu,besok kami akan menemani mu lagi kesini..!" .
Renaldi membantu adik nya berdiri dan merangkul nya untuk berjalan,saat tiba diluar pemakaman,dia menyuruh Nayna untuk menunggu nya mengambil mobil yang terparkir di seberang jalan
"Nay,tunggu disini sebentar,Abang akan mengambil mobil sebentar" Nayna hanya diam tanpa berkata.
"Nay..kau baik-baik saja..wajahmu....." kalimat nya menggantung saat Nayna mendongak sesaat namun tubuh nya kembali jatuh tepat di depan Arga,dia merengkuh tubuh itu ke dalam pelukannya dan mengangkat tubuh itu. Tepat saat itu mobil Renaldi di depan mereka,Renaldi langsung turun dan mengambil adik nya dari tangan Arga. Dia membawa adik nya masuk ke mobil nya,Arga mencoba memberikan saran supaya diri nya saja yang menyetir mobil dan Renaldi yang menemani Nayna di belakang.
" biar aku yang menyetir dan kau,temani adik mu dibelakang" Renaldi hanya mengangguk .
Di dalam mobil tidak ada suara,sampai akhir nya Arga bertanya " apakah akan membawa Nayna kembali kerumah sakit lagi..??" . Renaldi hanya menggeleng tanpa mengeluarkan kata-kata.
__ADS_1
" Bagaimana kalau membawa Nayna kerumah kami saja,disana ada ibu ku yang bisa membantu kalian , Nayna terlihat sangat terpukul,aku yakin orang tua ku akan setuju,kau juga bisa tinggal di rumah kami sementara Nayna belum stabil..!!" kata Arga panjang lebar. Renaldi terlihat berpikir sesaat namun akhir nya dia mengangguk setuju dengan tawaran Arga.
-
-
-
Hayyy Kaka semua, terimakasih sudah mampir di karya pertama aku,mohon maaf jika masih banyak kata yang kurang pas..mohon tinggalkan jejak Kaka dan komentar nya..
Tolong dukungan Kaka semua yaa hingga karya ini END dan dapat membuat karya-karya yang lain
Sekali lagi bantu vote๐๐
__ADS_1