Cinta Nayna

Cinta Nayna
kepulangan


__ADS_3

"kenapa lama..?" Tanya Arga saat Nayna tiba.


"Antri nya banyak..!" Jelas nayna berbohong,pada hal ia merendam kan emosi nya dulu sebelum kembali pada Arga.


Hampir larut,Arga memutuskan untuk pulang langsung,karena ia tak ingin terlalu malam membawa nayna keluar,angin malam tak bagus untuk wanita hamil,begitu yang Arga pikir.


"Kita cabut dulu yaa,kasian nay udah cape..!" Kata Arga bersiap berdiri.


Nayna dan Arga pamit,padahal acara belum selesai .


"Ga papa kita pulang dulu..?" Tanya nayna saat di mobil,ia merasa tak enak pada sahabat Arga Rey dan Sammy yang satu meja dengan mereka.


"Tak apa,mereka juga paham kau harus istirahat tepat waktu,.!" Jelas Arga dengan tersenyum.


Di perjalanan yang tak jauh dari hotel tempat mereka pergi,Arga merasakan keanehan yang terjadi pada mobil yang di kendarai nya.


Mobil yang awal nya berjalan santai ,kemudian lebih cepat dan tidak terkontrol,Arga awal nya diam,ia tak ingin membuat nayna panik,namun saat melewati tol,ia tak bisa menghindar saat dari arah berlawanan terlihat mobil yang melaju kencang dan ia membanting stir mobil nya dengan keras.


Brrraaakkk


Benturan keras yang menabrak pembatas jalan tak bisa di hindari lagi,mobil Arga dan nayna terpental hingga 7 meter ,beruntung mereka menggunakan sabuk pengaman ,tapi walau begitu,mereka mengalami luka-luka serius.


Nayna sudah tak sadar kan diri, namun Arga masih membuka mata,meski banyak darah yang menetes dari kepala nya.


"Nay,..!"


"Sa...yyaaanngg..bangguunnn..!" Ucap Arga terbata namun seperti nayna ,ia pun tak bisa menggerakkan tubuh nya yang seakan mati rasa.


"panggil ambulance..!"


"Keluar kan mereka..!"


"Bantu wanita itu..!"


"Lelaki nya banyak mengeluarkan darah,cepat panggil kan ambulance..!"

__ADS_1


"Panggil polisi...!"


Sayup terdengar lirih di telinga Arga yang masih merasakan kesadaran sedikit ,ia pun masih bisa melihat bayang-bayang orang yang berkerumun di samping mobil nya.


Hingga sepersekian menit,cahaya yang di terima netra nya semakin gelap dan meredup, pendengaran nya pun berangsur menjauh dari suara kericuhan itu dan di sini lah letak hilang nya kesadaran Arga .


Di rumah besar keluarga Hendrawan,tak henti-hentinya Bu Marsya menghubungi Nayna dan Arga ,namun seperti nya mereka begitu kompak tak menjawab panggilan nya.


"Tenang lah,Arga bisa menjaga Nayna ..mungkin mereka menginap di hotel atau pergi ke apartemen.. !" Ucap pa Hendrawan menenangkan Bu Marsya yang gelisah karena anak dan menantunya belum pulang,padahal ini sudah menunjukkan pukul dua dini hari.


"Tapi kenapa mereka ga mengabari kita dulu pah..!" Tanya Bu Marsya yang sangat khawatir.


Pa Hendrawan pun berinisiatif menghubungi beberapa anak buah nya untuk mencari keberadaan Nayna dan Arga ,sampai tiba saat telepon rumah mereka berdering.


Duarrrrr


Bagai tersambar petir di pekat nya malam,tubuh Bu Marsya jatuh seperti tak bertulang,saat pihak rumah sakit menelpon kediaman mereka dan mengatakan jika Arga mengalami kecelakaan dan di lari kan ke rumah sakit.


"Tenang lah,mereka akan baik-baik saja..!" Ucap pa Hendrawan menenangkan istri nya yang sudah sesegukan.


Dengan langkah tergesa-gesa mereka menuju ruang UGD yang di penuhi polisi.


"jelas kan...!" Ucap pa Hendrawan dengan ketegasannya.


Polisi itu menjelaskan semua kejadian menurut saksi mata ,hingga mereka membawa Arga dan Nayna ke rumah sakit.


Bu Marsya jatuh pingsan mendengar penuturan polisi itu,hingga di bawa ke ruang perawatan,kini hanya pa Hendrawan yang harus menguatkan diri sendiri atas musibah besar yang terjadi.


"Usut semua nya,aku tak ingin ada celah pada sebab semua nya,aku tau jika mobil yang di kendarai putraku tidak bermasalah, karena itu mobil kesayangan nya yang selalu di rawat nya,lagi pula mobil itu memiliki sistem keamanan yang canggih,kenapa bisa seperti ini kejadian nya ..ini jelas sudah di rencanakan seseorang untuk melukai putra dan menantu ku..!" Jelas pa Hendrawan yang begitu marah bercampur sedih.


Setelah beberapa jam menunggu ,Nayna di pindah kan ke ruang perawatan,di dampingi Bu Marsya yang sudah siuman beberapa waktu lalu,kini Nayna di bawa menuju ruangan pribadi keluarga Hendrawan yang berada di lantai atas ,ruang VVIP yang khusus di kosongkan saat itu juga atas permintaan pa Hendrawan.


Nayna belum juga sadar,meski tak mengalami luka yang parah seperti Arga ,namun ia mengalami luka kecil dan beruntung bayi dalam kandungan nya selamat, Tuhan masih berbaik hati pada diri nya.


"Nay,kau harus kuat untuk bayi mu..mamah akan menemani mu..!" lirih Bu Marsya mengusap lembut kepala Nayna yang di balut perban karena memar akibat benturan.

__ADS_1


beralih ke Arga yang masih di tangani ,ia mengalami luka cukup serius di bagian kepala,dan luka pada punggung nya ,ia pun banyak mengeluarkan darah dan perlu beberapa kantong,beruntung rumah sakit memiliki banyak stok darah yang sama dengan Arga ,hingga sedikit meringankan penanganan nya.


setelah Arga di pindah kan ke ruangan yang sama dengan Nayna ,namun jelas dengan ranjang yang berbeda,ruangan yang cukup besar , pa Hendrawan sengaja meminta satu ruangan,agar lebih mudah menjaga mereka berdua .


"pah, bagaimana mereka..mamah tidak sanggup..!" lirih Bu Marsya yang duduk di sofa,ia terus menangis meratapi nasib anak dan menantu nya itu.


"yang sabar mah, berdo'a lah untuk mereka,papah akan melakukan pengobatan terbaik untuk mereka berdua..,tadi papah juga sudah menghubungi Aldi,dan dia sedang dalam perjalanan ke sini ..!" ucap pa Hendrawan.


****


"kakak....!" panggil Nayna yang menatap Arga di depan nya dengan baju putih yang terlihat segar dan begitu bercahaya.


"Nay,boleh kah aku pergi sebentar...?" tanya Arga yang duduk di samping Nayna.


"pergi..?" ucap Nayna mengulang perkataan Arga .


"hhhuummm,aku harus pergi sekarang,tapi aku akan berusaha kembali lagi setelah urusan ku selesai,apa kau mau menunggu ku..?" tanya Arga kembali.


"menunggu,Nay ikut kakak saja,supaya kita bisa tetap bersama...!" jawab Nayna


"tidak,kau di sini ..kakak hanya sebentar saja..kau tunggu kakak..cup..!" Arga mengucapkan itu dan mengecup lama kening Nayna kemudian menghilang bersama hembusan angin yang datang , seperti mimpi.


"Nay....!" panggil Bu Marsya yang melihat Nayna meringis dengan tetesan air mata.


"panggil dokter,..!" teriak Bu Marsya pada penjaga di luar.


🌹🌹🌹🌹🌹


like


vote


hadiah


dan komentar yang banyak

__ADS_1


jangan lupa bintang nya😘😘


biar rajin update


__ADS_2