
Ting tong....(anggap aja bunyi bel apartemen kaya gitu ya kakakðŸ¤)
Jesika dan Arga menghentikan makan nya saling menatap.
"apa kau sedang menunggu seseorang..?" tanya Arga menatap tajam pada Jesika.
"aku baru tiba di Indonesia tadi pagi honey,tidak ada yang tau aku pulang selain kau,dari bandara aku langsung menemui mu..!" jawab Jesika dengan manja.
Arga berdiri dari duduk nya kemudian berjalan menuju pintu untuk membuka.
Plak....Tamparan keras mendarat di pipi Arga saat dia membuka pintu itu. mata nya membulat sempurna saat melihat sang ayah berada di depan nya.
"pa...pah...?" kata Arga dengan terbata.
"kau tidak pernah mematuhi perintah orang tua,dan sekarang kau ingin membuat Nayna kecewa..!" ucap pa Hendrawan dengan begitu marah.
__ADS_1
" pah..aku bisa menjelas kan semua nya .!" sambar Arga dengan cepat.
"apa yang kau ingin jelaskan..kau ingin mengatakan jika kau sudah kembali pada Jesika..anak bodoh..!" tambah pa Hendrawan yang mulai emosi.
"pulang ikut papah sekarang..,dan kau wanita ular. jangan menemui Arga lagi. !" ancam pa Hendrawan pada Jesika yang diam mematung di belakang Arga.
Setelah mengatakan itu,pa Hendrawan berlalu keluar untuk pulang. Bukan hal yang sulit untuk pa Hendrawan menemukan Arga,dia tau betul kemana Arga pergi,karena apartemen itu milik keluarga Hendrawan,dan Arga memberikan satu unit apartemen di sana untuk Jesika saat mereka bersama dulu.
Arga mengacak rambut nya dengan kasar,dia tau betul kalau semua ini pasti terjadi,tapi entah apa yang dia perbuat sekarang,dia pun tak mengerti kenapa bisa berlama-lama di apartemen itu bersama Jesika.
Arga sudah berusaha menolak nya,dia ingin pulang,namun terus di tahan oleh Jesika dengan tangisan. Arga yang dulu begitu menyayangi Jesika,dia tak bisa melihat wanita itu menangis, Jesika meminta Arga untuk menemani nya makan malam sebagai ucapan maaf, Arga tak dapat menolak nya.
Di apartemen itu memiliki dua kamar,tak jarang Arga dulu menginap di sana,hingga tak sulit bagi nya mendapatkan baju ganti ,saat dia pergi dari rumah,Arga masih menggunakan baju pengantin,lalu mengganti nya ketika tiba di apartemen.
"aku harus pulang,aku tak ingin papah tambah marah dan membuat kau sulit,..!" ucap Arga sambil menyambar dompet dan kunci mobil nya di meja.
__ADS_1
"sayang,kau harus janji akan menemui ku lagi,setidak nya sebagai seorang teman !" kata Jesika sambil memeluk nya.
Arga hanya diam kemudian berlalu dari sana tanpa mengucapkan apa pun.
"kau akan jadi milik ku lagi,akan ku pastikan itu..!" gumam Jesika dengan tersenyum senang.
Arga menyetir dalam keadaan kalut,dia tak tau harus mengatakan apa pada Nayna,dia juga tak bisa menghadapi Bu Marsya,dia sudah mengingkari janji pada Bu Marsya untuk tidak menemui Jesika lagi.
Saat tiba di rumah Arga langsung naik menuju kamar nya,namun terhenti saat akan menaiki tangga,seorang pelayan memanggil nya.
"tuan besar menunggu anda di ruang kerja nya..!" ucap pelayan itu menghampiri Arga.
🌹🌹🌹🌹
mampir juga ya di "Wasiat terakhir"
__ADS_1