Cinta Nayna

Cinta Nayna
Kampus


__ADS_3

Arga turun untuk sarapan,di sana sudah ada Nayna dan ke dua orang tua nya. Nayna menyiapkan makanan di piring Arga tanpa berkata apa pun,begitu juga dengan Bu Marsya dan Pa Hendrawan.


Setelah selesai Nayna pamit pada Bu Marsya dan Pa Hendrawan.


"mah,pah Nay pamit,Nay tidak mau terlambat di hari pertama Nay kuliah..!" ucap Nayna dengan semangat.


"baik lah,kau hati-hati lah..!" pinta Bu Marsya.


Nayna berlalu dari ruang makan itu,tanpa memperdulikan Arga,dia berjalan cepat menuju mobil,yaa Nayna akan menyetir mobil nya sendiri,mobil itu hadiah pernikahan nya dari pa Hendrawan.


Arga menyusul Nayna dengan sedikit berlari "Nay,ikut kakak..!" pinta Arga yang sudah memegang tangan Nayna.


Nayna menatap Arga "tidak,Nay akan menyetir sendiri..!" tolak nya pada Arga.


"tidak,kakak tidak mengijinkan nya..!" Arga menarik tangan Nayna dengan sedikit paksaan dan memasukkan nya ke mobil.


Mereka sudah di perjalanan menuju kampus,Nayna juga kuliah di kampus yang sama dengan Arga.

__ADS_1


Arga terus memperhatikan Nayna yang diam sedari tadi,sepeti acuh dengan nya,dia memberanikan memegang tangan Nayna,tidak ada penolakan,namun Nayna masih tak mau menatap nya.


"Nay,kau tunggu di kantin kampus saja nanti saat pulang,kita akan pulang bersama" kata Arga.


"hhhhmmmm...." hanya itu yang keluar dari mulut Nayna.


Saat sampai di parkiran kampus,Nayna membuka sabuk pengaman nya dan membuka pintu mobil,namun tak bisa,dia menatap pada Arga yang masih berdiam diri.


"kak,buka mobil nya,Nay mau turun..!" pinta nya.


Arga hanya diam kemudian beralih menatap pada Nayna di samping nya.


hening......


"kak, Nay hampir terlambat ..!" pinta nya lagi.


Arga mendengus kesal,kemudian meraih pundak Nayna hingga mata mereka bertemu "Nay,kau tidak bisa keluar dalam keadaan marah seperti ini,kakak takut di luar sana ada laki-laki lain yang bisa meredam amarah mu hingga membuat mu meninggal kan kakak..!" jelas Arga

__ADS_1


"Nay tidak marah,hanya saja Nay...!" ucapan Nayna terpotong saat Arga dengan tiba-tiba mengecup bibir mungil itu.


Cup.....


Cukup lama,Arga mengecup bibir yang sudah lama di ingin kan nya itu,tak ada balasan dari Nayna,Arga paham jika ini yang pertama untuk Nayna.


Arga melepaskan bibir nya saat nafas nya mulai memburu,dia tak ingin lepas kendali saat berada di luar rumah,terlebih lagi di lingkungan kampus.


"Nay,jangan mendiamkan kakak lagi,kakak minta maaf jika membuat mu marah .!" ucap Arga yang masih menempel kan dahi nya pada Nayna.


Nayna terlihat memejamkan mata saat Arga mengecup bibir nya,jantung nya berpacu dengan cepat,ini hal pertama dalam hidup nya,dia tak mungkin menolak Arga,karena Arga sudah menjadi suami sah nya .


Nayna terlihat gugup,pipi nya bersemu merah ,Arga mengambil tissue untuk membersihkan bibir nya dan Nayna.


Nayna hanya tertunduk malu,Arga mengerti jika Nayna tengah malu dengan kejadian tadi,dia memeluk Nayna.


"sudah lah,kau tak usah malu seperti itu,kau akan terbiasa nanti " ucap Arga sambil mengusap kepala Nayna.

__ADS_1


Arga melepaskan pelukan nya kemudian membuka pintu mobil itu.


"jika sudah selesai, telepon kakak..kita bertemu di kantin saat makan siang..!" pinta nya pada Nayna,kemudian mereka berpisah ke kelas masing-masing.


__ADS_2