
Senyum merekah sempurna dari ke tiga orang yang baru saja keluar dari ruangan dokter .
Bu Marsya tak sedikit pun melepas kan tautan tangan dari Nayna di samping nya.
Begitu juga dengan Arga yang merangkul pinggang Nayna di sebelah nya,ia tak henti nya bersyukur atas kebahagiaan hari ini.
"Sayang,ingat kata dokter,kau jangan terlalu banyak beraktifitas..!" Jelas Bu Marsya mengingatkan menantu nya itu.
"Betul,jika kau tak bisa kuliah,kakak bisa meminta kan cuti untuk mu selama hamil..!" Saran Arga pada Nayna .
Bagaimana tak haru biru,mereka mendapat kabar yang telah mereka tunggu begitu lama,harapan yang menjadi nyata,kini semua dapat berbaur dengan kebahagiaan.
Masih jelas di pelupuk mata Nayna , bagaimana kilat kebahagiaan itu saat sang dokter mengatakan jika Nayna tengah mengandung 3 Minggu,masih cukup lama menanti,namun setidak nya harapan itu sudah berkembang dari sekarang.
Tetesan air mata Arga begitu nyata saat mensyukuri benih cinta nya telah tumbuh di rahim Nayna,gadis yang begitu ia cintai.
"kita pulang ke rumah,jangan ke apartemen lagi..!" Ucap Bu Marsya ,ia ingin menjaga menantu nya itu,menikmati setiap detik menjadi eyang dari Sang cucu yang masih di rahim menantu cantik nya itu,ini momen yang sangat berharga bagi nya mama dari itu Bu Marsya tak ingin melewat kan waktu walau sebentar.
Arga tersenyum masih memegang erat tangan mungil itu, sesekali ia mengecup dengan sayang menyalurkan kebahagiaan nya.
Dengan pelan Arga membukakan pintu mobil dan membantu Nayna masuk,tidak ketinggalan pula sikap Bu Marsya yang sedikit cerewet.
"Nay, pelan-pelan..!" Ucap Bu Marsya.
Nayna hanya menggeleng sambil tersenyum dengan sikap ke dua orang yang bersama nya itu.
"Pa,langsung ke rumah besar...!" Titah Bu Marsya pada sopir nya.
Arga hanya diam,tak bisa menolak,padahal ia masih ingin berduaan bersama Nayna menyelesaikan masalah mereka tentang Jesika.
"Apa kau ingin sesuatu...?" Tanya Arga pada Nayna yang masih diam,kadang tersenyum melihat tingkah aneh dua orang yang mengapit nya.
"ia sayang,kau mau apa,mamah akan belikan..!" Ucap Bu Marsya menambahkan.
"Nay tidak ingin apa-apa..!" Jawab Nayna dengan senyum manis nya.
__ADS_1
"Kalau kau ingin sesuatu,kau bilang saja pada mamah..!" Tambah Bu Marsya sambil mengelus rambut panjang Nayna yang tergerai.
"Kenapa harus bilang ke mamah,bilang ke kakak aja Nay,kan kakak ayah nya ..!" Sosor Arga tak terima jika Nayna meminta ngidam nya pada mamah nya.
Nayna tersenyum geli mendengar perdebatan kecil itu,ia bersandar karena merasa sedikit lelah,namun itu di artikan beda oleh Bu Marsya dan Arga yang langsung panik tak jelas.
"Sayang,kau kenapa..kau pusing,apa perlu kita ke dokter lagi..?" Tanya Arga dengan khawatir
Nayna melongo mendengar pertanyaan Arga yang di anggap nya lucu.
"Jangan aneh-aneh kak, Nay cuma pengen nyander sebentar..!" Elak Nayna .
Arga menghembuskan nafas pelan,ia sempat takut Jika Nayna kelelahan,karena ia ingat pesan dokter jika harus menjaga Nayna di usia kehamilan yang masih rentan ini.
Di Rumah besar.
Bu Marsya tengah sibuk berkutat di dapur mewah nya dengan beberapa pelayan yang membantu ,ia akan menyiapkan makanan spesial untuk menyambut calon cucu pertama keluarga Hendrawan yang telah lama di nanti kan.
Tak berbeda dari Bu Marsya,Pa Hendrawan pun begitu senang mendengar kabar bahagia itu,beliau sampai membagikan donasi uang cukup besar ke beberapa panti asuhan di kota nya.
"Tidak,hari ini kakak tidak ada meeting,jadi bisa menemani mu..!" ucap Arga yang tak henti-hentinya memeluk Nayna sambil mengelus lembut perut Nayna yang masih datar.
"sayang, terimakasih untuk ini..!" kata Arga dengan pelan sembari mengecup pelan pucuk kepala Nayna berulang kali,dia begitu bahagia.
"kak,jangan tinggalkan Nay...!" balas Nayna sambil mendongak dengan harapan begitu besar,ia takut jika Arga meninggalkan nya.
Arga melonggarkan pelukan nya,merasa sesak dengan perkataan Nayna yang seperti kesakitan untuk nya.
Cup
Arga ******* lembut bibir ranum di bawah nya itu,ia memberikan keyakinan penuh pada Nayna ,jika ia hanya mencintai Nayna seorang dan tak mungkin meninggalkan nya seperti pemikiran Nayna ,apa lagi sekarang ia begitu bahagia dengan hadir nya seorang malaikat kecil penyempurna keluarga kecil mereka.
Nayna memejamkan mata ,merasa kan ketulusan dari lelaki di depan nya ini,ia percaya pada Arga,namun ia tak bisa percaya dengan Jesika yang selalu menginginkan suami nya bahkan secara terang-terangan di depan nya.
Dua insan yang tengah berbahagia,meski terbesit sedikit kekhawatiran dalam diri Nayna tentang kebenaran video yang ia lihat,hati nya sakit jika melihat itu,ia tak tau siapa yang benar.
__ADS_1
Di sela kecupan manis ,Arga merasakan cairan panas yang mengenai bibir nya,ia membuka mata dan mendapati mata Nayna yang basah.
"apa kau tidak percaya pada kakak..?" tanya Arga setelah melepas kan pagutan nya.
Nayna hanya diam sambil tersenyum pelit,
"tidak,Nay hanya...!" Nayna bingung bagaimana cara menjelaskan nya.
"Nay,kau harus percaya pada kakak,kata kan pada kakak,apa yang harus kakak lakukan untuk mu agar kau tak meragukan kakak lagi...!" pinta Arga.
"Nay....!"
"harus kah dengan nyawa kakak...?" ucap Arga dengan pelan namun masih di dengar Nayna.
greep
Nayna langsung memeluk Arga sambil menggeleng dengan air mata yang penuh. Arga mengelus punggung Nayna dengan lembut untuk menghentikan tangisan nya.
"apa pun kakak lakukan untuk mu agar kau bahagia dan percaya pada kakak,walau nyawa kakak taruhan nya. .!" ucap Arga yang membuat tangisan Nayna semakin kencang.
"hey..jangan menangis lagi,ingat baby nya,ia bisa bersedih jika mommy nya juga sedih..!" tambah Arga mengingatkan Nayna yang seketika lupa jika sekarang ia harus menjaga baby di perut nya.
"maaf kan Nay ,jangan tinggalkan Nay ..!" pinta Nayna yang masih menyusup di antara dada bidang Arga dengan manja.
"bagaimana kakak bisa meninggalkan mu,bahkan sekarang kakak ingin selalu berada di samping mu,menjaga mu dan baby kita ..!" jelas Arga .
"sudah jangan menangis terus,nanti mamah akan curiga,kakak janji akan memikirkan cara untuk menjauh kan Jesika dari kota ini,agar dia tak berulah lagi..!" janji Arga meyakinkan Nayna .
"ayah mencintai mu...!" tambah Arga yang kembali mengecup lembut perut Nayna yang masih datar dengan usapan lembut juga di sela rambut Arga dari jemari lentik Nayna .
🌹🌹🌹
Selamat pagi
Selamat beraktifitas
__ADS_1
sehat selalu