Cinta Nayna

Cinta Nayna
Siapa


__ADS_3

Terkadang apa yang kita ucap kan adalah do'a dan semua nya kadang tak terasa oleh kita,hingga timbul berbagai pertanyaan dalam diri,kenapa semua begini,ada apa.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Bu Marsya dan pa Hendrawan berjalan cepat memasuki rumah sakit,masih dengan baju tidur masing-masing,mereka senang bercampur khawatir saat Nayna mengatakan jika Arga sudah sadar dan masih di tangani pihak dokter.


"Nay,..!" Panggil Bu Marsya yang melihat nayna duduk di depan ruang Arga dengan menelungkup kan wajah nya.


Nayna memeluk Bu Marsya saat itu juga.


"Mah,kakak sudah bangun..tapi entah mengapa belum ada kabar,mereka begitu lama di dalam...!" Jelas nayna pada bu Marsya .


"Tenang lah,semua akan baik-baik saja,percaya pada papah..!" Ucap pa Hendrawan menenangkan nayna .


Ceklek..


Pintu ruang Arga terbuka ,di sana jelas terlihat keringat yang membanjiri wajah dokter.


"Bagaimana putera kami..?" Tanya Bu Marsya penasaran sambil menggenggam tangan nayna di samping nya.


"Kami sudah melepas alat yang berada di tubuh nya,tuan muda hanya perlu istirahat,namun kami masih harus menyuntikkan beberapa obat dari infus yang masih terpasang..!" Ucap dokter menjelas kan.


"Boleh kah kami melihatnya ..?" Tanya nayna antusias.


Dokter mengangguk kan kepala dengan tersenyum hangat.


Bu marsya masuk di iringi pa Hendrawan dan Nayna yang berada di belakang nya.


"Sayang. .!" Ucap Bu Marsya memeluk putera semata wayang nya dengan penuh rasa haru.


"Terimakasih tuhan ,kau sudah mendengar do'a kami..!" Tambah Bu Marsya.


"Papah...!" Panggil Arga melihat pa Hendrawan yang berdiri di samping nya.


Tangis haru saling berpelukan membuat suasana menjadi hangat,masih di tempat yang sama,nayna berdiri dengan tangis haru ,ia belum berani mendekat,ia ingin memberikan waktu untuk ibu dan anak menuangkan rindu yang menggebu.


"Nay...!" Bu Marsya melihat nayna yang hanya diam sambil tersenyum di ujung ranjang pasien.


Nayna maju dan menghambur ke pelukan Arga ,suami yang begitu di khawatir kan nya selama seminggu ini,suami yang begitu ia rindu kan,rindu akan kasih sayang,cinta dan gurauan nya saat mereka bersama.


"Kakak jahat ..kenapa baru bangun,Nay sangat sedih...!" Adu Nayna yang masih memeluk Arga .


"Kamu siapa....?" Tanya Arga


Deg


Nayna merenggangkan pelukan seolah di sambar petir,mengapa Arga menanyakan itu pada nya.


Arga bingung sambil melepas pelukan nayna , memandang ke dua orang tua nya, seolah mencari jawaban yang ia tak tau .


"Sayang,dia nayna ...apa maksud mu..?" Tanya Bu Marsya yang juga kaget.

__ADS_1


"Nayna ..apa dia teman ku atau anak teman mamah dan papah ..?" Tambah Arga


Duaaarrr


Nayna mundur tak percaya apa yang di dengar nya.


"Jangan bercanda Arga ..ini tidak lucu..!" Ucap pa Hendrawan ikut angkat bicara.


"Maksud papah,aku tak mengenal nya,dia tiba-tiba memeluk ku dan mengatakan aku jahat,sedang kan aku tak mengenal siapa dia...!" Jelas Arga


Tes


Tes


Tes


Nayna duduk di sofa sana karena kaki nya tak mampu menopang tubuh nya lagi,kaget dan hancur, bagaimana bisa Arga melupakan nya.


"Penjaga,panggil dokter itu kemari...!" Ucap pa Hendrawan sedikit berteriak


Arga masih bingung melihat reaksi ke dua orang tua nya dan terlebih wanita yang memeluk nya tadi,ia sudah menangis di ujung sofa sana.


Dokter masuk kembali dan mendengar penjelasan yang di sampaikan pa Hendrawan di sana.


Dokter mengambil kesimpulan jika Arga mengalami kehilangan separuh dari ingatan nya ,itu di akibat kan karena kepala nya yang terbentur keras saat kecelakaan terjadi.


"mohon jangan memaksa pasien untuk mengingat semua nya ,karena itu bisa mengakibat nya kepala nya sakit dan terlebih ia bisa kembali tak sadar kan diri atau lebih parah nya akan menyebabkan kematian..!" Jelas dokter yang membuat Bu marsya tak bisa berkata apa pun lagi.


"Istirahat lah dulu,kau harus tidur,besok kita cari cara penyembuhan Arga lagi..!" Usul pa Hendrawan.


Nayna menurut dan tidur di sofa sambil melihat Arga yang sedang di suapi buah oleh Bu Marsya.


Tak lama,nayna tertidur karena memang ia begitu lelah.


"Mah..!" Panggil Arga


Arga memandang nayna di sofa sana.


"Dia...!" Tanya Arga yang sebenarnya penasaran.


"Dia istri mu..!" Jelas Bu Marsya.


"Ffuuhhhhttt....!" Arga tertawa sedikit kerasmendengar penuturan Bu marsya


"Huts..kenapa tertawa,kau bisa membangun kan Nayna dan papah mu..!" Ucap Bu Marsya mengingat kan.


"Maaf,aku hanya merasa lucu..jangan bohong mah,mana mungkin aku suka dengan nya,apa lagi sampai menikahi nya..dia cuma gadis kecil,lebih cocok jadi adik ku,lagian dia bukan tipe aku..mamah jangan ngaco..!" Ucap Arga kemudian di iringi kekehan


Tanpa Bu Marsya dan Arga sadari,nayna mendengan obrolan itu,namun ia tetap diam,ia menangis dalam diam,menahan sakit,ia tak mau orang tau jika sekarang dia sedang menangis dalam tidur nya.


Malam berganti pagi,nayna bangun ,melihat di sekeliling ,semua masih terlelap.

__ADS_1


Nayna bangun dan berdiri di samping Arga yang tertidur .


"Apa Kakak benar melupakan aku,dan anak kita..!" Gumam nayna kecil sambil mengusap perut nya.


"Sudah bangun..?" Tanya pa Hendrawan mengusap pucuk kepala nayna .


"Papah...!" Ucap nayna menghapus air mata nya.


"Kamu yang sabar,kami bersama mu,papah harap kau bisa kuat,papah dan mamah akan bantu semaksimal mungkin..bertahan lah..!" Ucap pa Hendrawan.


Jam 10 Arga baru bangun,di sana sudah tak ada lagi Bu Marsya dan Pa Hendrawan yang memang mereka sudah pulang .


"ehemm...!" Arga berdehem mengarah pada Nayna yang sedang duduk di sofa.


"di mana mamah..?" tanya Arga yang menatap Nayna yang juga menatap nya.


"mamah dan papah pulang,nanti sore setelah pulang kantor,papah akan ke sini lagi...kakak perlu sesuatu..?" tanya Nayna yang sudah mengahampiri Arga.


"aku hanya haus...!" ucap Arga.


Nayna membantu Arga bangun dan memberikan air putih.


"ini sarapan kakak sudah siap,setelah itu minum obat,Nay akan menyuapi..!" jelas Nayna .


"tidak,aku bisa sendiri.. terimakasih..!" ucap Arga menolak Nayna .


Nayna mengangguk dan memberikan nampan yang berisi makanan dengan rasa sedih,saat ia akan berlalu,tangan nya di cekal oleh Arga.


"hhmmm..maaf,sapa nama mu..?" tanya Arga tanpa berdosa.


"bahkan kakak melupakan nama ku..!" lirih Nayna yang menahan air mata nya.


"Nayna ...kakak bisa memanggil ku Nay..!" ucap Nayna kemudian berjalan cepat masuk ke kamar mandi untuk meluapkan tangisan nya.


hiks


hiks


hiks


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Wajib sedekah


like


komentar


vote


dan hadiah yang banyak๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2