
Mobil Arga melaju setelah kedatangan pak Udin untuk mengganti kan Arga. Mereka berlalu dari tempat itu menuju resto,tidak ada suara dari mereka bertiga.
.
"kenapa kalian diam..!" ucap Arga sambil menyandarkan tubuh nya.
Tidak ada jawaban, Aldi terlihat sedang tidur karena kelelahan,sedang kan Nayna memainkan handphone.
Tangan Arga merayap untuk meraih pinggang Nayna agar lebih dekat dengan nya,Nayna menatap tajam pada Arga,namun Arga mengisyaratkan diam pada Nayna.
"kau diam saja,atau kakak bisa lebih nekat dari ini..!" bisik Arga di telinga Nayna saat sudah menggeser Nayna ke dekat nya.
Arga memeluk Nayna dari samping,di luar sedang gerimis,jadi cuaca nya sedikit dingin ditambah keadaan yang macet karena ada tiang listrik yang roboh di depan.
"Nay,kakak juga sedikit mengantuk..!" ucap nya pelan karena tak ingin mengganggu tidur Aldi.
__ADS_1
Nayna meletakkan ponsel nya ke dalam tas,tangan nya beralih mengusap kepala Arga dari samping,dan itu membuat Arga cukup senang di perhatikan seperti itu.
Aldi yang terbangun mulai menggerakkan badan nya,dan itu membuat Nayna mendorong tubuh Arga hingga membuat kepala Arga menabrak pintu mobil.
"sayang,kau kenapa...?" tanya Arga sedikit kesal di dorong oleh Nayna,namun dia tidak menjawab,hanya mengisyaratkan kalau Aldi mulai bangun dan dia tak ingin kakak nya melihat kalau Arga sedang memeluk nya
Arga mendengus kesal dan mulai memperbaiki posisi duduknya. Mobil itu sudah memasuki area parkir resto ,mereka turun bertiga dengan Arga yang terus memegang tangan Nayna,Aldi hanya menggeleng kan kepala melihat sikap Arga.
Aldi langsung mengadakan rapat dengan beberapa kepala resto yang di kumpulkan nya pada tempat itu. Sedang kan Nayna keruang kerja milik ayah nya bersama Arga menunggu.
"kakak duduk saja dulu, Nay mau ganti baju dulu..!" ucap Nayna dalam ruangan itu, Nayna berlalu ke kamar mandi meninggalkan Arga yang duduk di sofa itu.
Arga berdiri dan menghampiri Nayna yang sedang membereskan seragam nya ke dalam paper bag,dia berdiri tepat di belakang Nayna,kemudian memeluk Nayna dan meletakkan wajah nya di bahu Nayna.
"kakak kenapa seperti ini,nanti Abang melihat kita .!" ucap Nayna dengan pelan.
__ADS_1
Arga tak menghiraukan perkataan Nayna,dia hanya memejamkan mata berusaha menahan sesuatu.
"turun kan rambut mu sekarang...!" kata Arga yang masih memejamkan mata nya.
Nayna yang paham akan Arga langsung melepaskan tangan Arga dari perut nya untuk ke kamar mandi,namun dengan cepat Arga menangkap tangan Nayna dan kembali menarik nya,dengan gerakan cepat
cup...
Arga mencium bibir Nayna,hanya kecupan singkat,karena Arga sudah tak bisa menahan nya lagi,jiwa kelelakian selalu muncul saat melihat Nayna namun dia selalu menahan nya,tapi tidak untuk kali ini,dia sudah tak bisa .
"kau disini saja,cepat turun kan rambut mu,kakak akan ke kamar mandi sebentar..!" ucap Arga sambil berlalu.
Nayna masih mematung di tempatnya karena kecupan dari Arga,sedangkan Arga sedang menetralkan diri nya dengan mencuci muka di kamar mandi.
🌹🌹🌹
__ADS_1
Mampir juga yaaa di cerita aku
"Wasiat terakhir"