
Arga berjalan menuju ruang kerja pa Hendrawan,dia mengetuk pelan lalu masuk.
Terlihat Bu Marsya juga duduk di sofa ruang itu,dengan menatap Arga.
"kau membuat mamah kecewa..!" Ucap Bu Marsya menatap tajam pada Arga.
Arga menghampiri Bu Marsya, bersimpuh di kaki ibu nya, "maaf kan Arga mah,itu tak seperti yang mamah pikirkan..!"
Bu Marsya membuang muka,tak menanggapi ucapan Arga,kemudian beranjak dari duduk nya berlalu keluar dari tempat itu.
Arga menatap Bu Masya yang berlalu dari nya dengan tatapan sedih "apa mamah begitu kecewa pada ku..?" gumam Arga dengan pelan.
Setelah kepergian Bu Marsya,kini tersisa diri nya dan sang ayah.
"Pah,maaf kan aku..!" ucap Arga tertunduk.
__ADS_1
"papah harap ini yang terakhir,papah tak ingin lagi kau berhubungan dengan wanita itu,jika kau tetap melakukan nya,kau akan menyesali nya" Ancam pa Hendrawan dengan tegas.
"Pah,semua tak seperti yang terlihat,aku hanya mendengar kan penjelasan nya saja,tak apa pun maksud nya..!" jelas Arga.
"hhhmmm..papah tau semua nya,kau tak perlu menjelaskan apa pun,papah hanya mengingatkan jika kau melukai Nayna,maka papah sendiri yang akan memastikan kehancuran mu..!" kata pa Hendrawan menatap tajam pada Arga kemudian pergi meninggalkan nya .
Arga duduk bersandar pada sofa di ruang kerja ayah nya,dia bingung dengan yang terjadi pada nya,dia sudah menikahi Nayna hari ini,namun di saat itu pula dia di hadir kan seorang dari masa lalu nya,jika di tanya tentang cinta,jelas dia mencintai Nayna,namun entah apa yang terjadi,dia juga tak bisa menolak saat Jesika meminta nya untuk tetap menemani nya saat di apartemen tadi.
"apa yang terjadi pada ku..!" ucap Arga sambil mengusap wajah nya dengan kasar.
Arga beranjak dari duduk nya,kemudian keluar dari ruangan itu hendak menuju kamar,namun saat di tangga,Nayna yang dari dapur menghampiri nya.
Arga berbalik menuju arah suara itu,menghadap pada Nayna yang memegang air putih.
Arga tak menjawab pertanyaan Nayna,dia memeluk Nayna dengan erat ,dia menyesal sudah meninggal kan Nayna,namun dia tak bisa menolak semua nya.
__ADS_1
Nayna yang bingung hanya diam dan membalas pelukan Arga.
"kakak mandi dulu,nanti akan Nay bawakan makan malam..habis itu istirahat,kakak pasti lelah..!" kata Nayna.
Arga melepaskan pelukan nya,kemudian menaiki tangga dengan pikiran rumit. Nayna hanya menatap kepergian Arga,dia paham jika Arga tengah menghadapi sesuatu yang rumit,dan tak bisa di katakan nya untuk saat ini.
Nayna kembali ke dapur untuk menyiapkan makan malam Arga,dia membawa nampan berisi makanan dan air putih hangat.
Nayna mengetuk pintu kamar Arga.
Tok..tok..tok..
"kak, Nay masuk sekarang ya,,Nay membawakan makan malam untuk kakak..!" ucap Nayna di depan pintu,kemudian membuka pintu dengan pelan,namun dia tak menemukan Arga,tapi dia mendengar suara air,Nayna bisa menebak jika Arga masih mandi.
"seperti nya kakak belum selesai mandi,aku akan membereskan baju kotor kakak saja dulu..!" gumam Nayna sambil mengambil pakaian kotor Arga yang tergelak di atas sofa,saat tengah membereskan baju ,itu Nayna teringat sesuatu..
__ADS_1
"bukan kah kakak tadi pergi tidak memakai baju ini,lalu ini milik siapa,dan baju pengantin tadi siang ..?" batin Nayna bertanya sendiri.
perkataan nya terhenti saat kamar mandi terbuka,menanda kan kalau Arga sudah selesai mandi.