Cinta Nayna

Cinta Nayna
Perubahan Arga


__ADS_3

"Nay...!" Panggil Bu Marsya yang masih menemani Nayna makan di dapur.


"Mamah tidur lah,Nay tidak apa-apa sendiri, sebentar lagi juga akan ke kamar..!" Ucap Nayna .


Semenjak hamil ,Nayna memang terbiasa makan di malam hari sebelum tidur, biasa Arga lah yang menemani nya,namun kali ini beda,Arga bahkan tak mengetahui jika ia hamil,Nayna tak ingin terburu-buru memberi tahu kan semua nya,karena ia takut jika Arga akan semakin marah.


"Mamah akan di sini menemani mu,kau makan lah dulu..!" Balas Bu Marsya .


"Mah, Nay akan tidur di kamar Nay dulu sementara,Nay tak ingin membuat kakak lebih marah..!" Ucap Nayna memberi tahu keputusan nya sekarang.


"Hhmmm,maaf kan Arga Nay,kau harus sabar ya..mamah dan papah akan membantu mu..!" Kata Bu Marsya memberi kan nasehat nya .


"Mah,aku haus..kenapa di kamar tidak ada air..?" Tanya Arga yang masuk ke dapur mengagetkan ke dua wanita di sana.


Nayna memandang Bu Marsya ,memang semenjak ia dan Arga menikah,Arga tak mengijinkan asisten rumah tangga ke kamar nya,semua urusan di kamar itu di kerjakan oleh Nayna .


"Mamah lupa menyuruh bibi untuk meletakkan minum mu..!" Jawab Bu Marsya .


"Hhmmm..tapi besok ingat kan bibi ya mah..!" Pinta Arga yang sudah menuang kan air ke dalam gelas nya.


"Kenapa Nay makan selarut ini,apa ia tak takut gendut..?" Gumam Arga sambil melirik Nayna yang makan.


"Kenapa mamah belum tidur ,malah di dapur..?" Tanya Arga sambil melirik ke arah Nayna .


"Mamah menemani Nayna ..kau kembali lah ke kamar mu..!" Pinta Bu Marsya.


"Kenapa mesti di temani,manja banget..ini kan juga di rumah,kenapa mesti takut.. ada-ada saja..!" Ucap Arga asal.


Teng


Nayna meletakkan sendok nya karena terlalu kesal,ia berdiri dan langsung meninggalkan meja makan dengan menahan tangis nya.


"Nay,minum dulu susu mu sayang..!" Teriak Bu Marsya yang melihat kepergian Nayna .


"Wanita aneh..!" Gumam Arga.


"Kenapa bicara begitu pada Nayna ,kau membuat nya kecewa sayang..!" Nasehat Bu Marsya


Setelah hampir satu jam di dapur,Nayna duduk di meja makan dengan segelas susu hamil,sambil menunggu yang lain turun.


"Pagi sayang...!" Sapa Bu Marsya dan Pa Hendrawan bersamaan.


"Mah..pah..!" Sapa Nayna yang tersenyum seperti biasa .

__ADS_1


"Sudah lama bangun...?" Tanya Bu Marsya .


"Nay bangun dari tadi,apa kakak belum bangun..?" Tanya Nayna .


"Siapa bilang,gue bangun lebih awal..!" Jawab Arga yang nyelonong masuk ke dapur,dengan tubuh basah dan sedikit ngos-ngosan setelah melakukan lari pagi.


"Kau baru sembuh,kenapa langsung berlari..?" Tegur pa Hendrawan.


"Aku sudah sehat pah..tenang saja..aku mandi dulu..sarapan duluan saja..!" Ujar Arga menatap Bu Marsya.


"ini hampir larut,ayo kembali ke kamar..!" Balas Arga sambil menarik lembut tangan Bu Marsya.


Nayna masuk ke kamar nya dengan lelehan bening bercampur rasa sesak di dada nya.


"Apa sesakit ini saat di lupakan..!" Gumam Nayna ,memang ia belum pernah merasakan sakit saat mengharap kan cinta dari seseorang,karena dia belum pernah memiliki hubungan sebelum bersama Arga ,ia hanya dekat dengan dua orang laki-laki dalam hidup nya,yaitu almarhum ayah nya dan Abang yang paling di sayang nya.


Nayna tertidur meringkuk di sofa,ia tidur dalam kesakitan nya mengingat kata-kata yang Arga lontar kan tadi malam.


"Hooaamm..sudah pagi..!" Lirih Nayna,ia bersiap membersihkan diri dan langsung turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan.


Sebelum turun,ia melihat pintu kamar Arga yang masih tertutup,mungkin sang pemilik kamar masih tertidur .


:


Arga bergegas masuk ke kamar untuk bersiap, di pikiran nya telah terlintas banyak hal yang akan ia lakukan hari ini.


Setelah siap, ia bergegas turun dan memakan roti yang ia siap kan sendiri, padahal nayna telah menyiapkan sepiring nasi goreng seperti biasa.


"Aku berangkat mah..! " Pamit nya pada bu Marsya.


"Kenapa ga di antar sopir dulu saja..? " Tanya bu Marsya lembut.


"Aku bisa nyetir sendiri.. Udah yaa.. Nanti telat di marahi bos di kantor..! " Canda Arga yang di sambut kekehan pelan bu Marsya, bagaimana tidak, padahal bos yang di maksud adalah pa hendrawan ayah nya sendiri.


Sedang di ujung sofa sana, nayna menatap sendi Arga yang tak menganggap nya sama sekali.


Setelah kepergian Arga, nayna masuk ke kamar yang di tempati Arga, apa lagi jika bukan membereskan kamar itu, padahal bu Marsya melarang nya, karena mengingat nayna yang hamil muda dan tak bisa lelah.


"Nay bisa mah.. Hitung-hitung olahraga..! " Canda nayna agar bu Marsya tenang.


Nayna memungut barang dan beberapa pakaian yang berserakan, dengan telaten ia membersihkan kamar Arga, sampai tangan nya menemukan sebuah kertas yang bertulis kan alamat.


The king cafe, meja no. 18 A/N yessi

__ADS_1


Deggg


Tangan nayna bergetar hingga menjatuh kan kertas itu.


"Tidak, ini mungkin hanya klien kaka.. Tenang...! " Ucap nayna menenangkan diri nya sendiri, tapi sungguh ia tak tenang, rasa penasaran nya begitu menggebu saat membaca sebuah nama yang tertulis di kertas itu.


"Jam 2 siang, berarti sekitar 2 jam lagi..! " Gumam nya kemudian.


Nayna terus membuang pikiran nya tentang apa yang telah ia baca baru saja di kamar arga.


"Nayna...! " Panggil bu Marsya yang membuyar kan pikiran nayna saat itu.


"Apa yang kau pikir kan sayang..? " Tanya bu Marsya lembut.


"Tidak...! " Bohong nayna dengan senyuman khas nya.


"Jangan terlalu banyak berfikir, ingat kandungan mu sayang...! " Nasehat bu Marsya.


Nayna mengangguk patuh sambil memeluk sayang mertua yang telah di anggap nya ibu kandung sendiri.


"Nay ingin keluar siang ini, apa kah boleh mah..? " Tanya nayna meminta ijin ibu mertua nya itu.


"Kau ingin kemana sayang..? " Tanya bu Marsya yang penasaran, pasal nya nayna bukan orang yang suka keluar rumah.


"Aku ingin mencari buku sebentar keluar..! " Ucap nayna


"Boleh.. Mau mamah temanin, atau sama sopir saja..? " Tanya bu Marsya balik.


"Nay bawa mobil sendiri saja mah.. Ga papa.. Cuma sebentar aja..! " Jawab nayna.


"Kenapa begitu, kau bisa membawa sopir.. Mamah khawatir kalau kau pergi sendiri sayang..! " Jelas bu Marsya.


"Mah, nay janji akan hati-hati, please..! " Bujuk nayna.


"Baik lah, tapi janji hati-hati ya sayang, mamah ga siap menghadapi kemarahan papah atau aldi jika sampai kau kenapa-kenapa..! " Ucap bu Marsya.


Nayna langsung bersiap , andai saja arga seperti dulu, ia tak akan mungkin bisa keluar rumah, apa lagi mengemudi sendiri, namun kini cerita nya lain, ia mungkin akan belajar semua nya sendiri.


Sabar nayna...


🌹🌹🌹


like

__ADS_1


vote


Nunggu like nya dulu yaa,cuss up lagi


__ADS_2