Cinta Nayna

Cinta Nayna
Kedatangan Mamah


__ADS_3

Hari penuh air mata itu berlalu pagi,kicauan burung saling menyapa indah bak nyanyian di antara Kiluan mentari.


Nayna mengerjap beberapa kali,kepala nya terasa berdenyut,ia menatap sebuah tangan kokoh yang bertengger indah di perut nya yang ramping,dengan pelan ia berbalik menghadap pemilik tangan kokoh itu.


Bibir nya berkedut melihat pahatan indah di depan nya,rahang yang kokoh,hidung yang mancung dan tentu saja bibir yang sangat sexy untuk para wanita yang menatap nya.


"Sudah tidak marah..?" Tanya Arga dengan suara serak khas bangun tidur nya.


Nayna menunduk memalingkan wajah ke segala arah,ia begitu bodoh mengira Arga masih tertidur pulas.


Tangan Arga menggapai wajah cantik itu dengan lembut ,mengarah kan pada nya,untuk sesaat Arga diam tanpa ekspresi menatap wajah ayu yang selalu membuat nya gila itu.


Dengan pelan ia mengecup kening Nayna dengan lembut beralih ke kedua mata indah milik isteri nya hingga berakhir pada bibir ranum yang selalu menjadi candu bagi nya.


Dengan esapan lembut penuh cinta,ia menghanyutkan belahan jiwa nya pada titik tertinggi di nirwana cinta ,Nayna tetap diam menerima sentuhan manis pagi ini, bagaimana pun ia sangat merindukan sentuhan Arga dari semalam.


Arga melepas kan bibir nya dengan lembut menatap Nayna dengan penuh cinta


"Jangan berpikir jauh lagi,percaya lah pada kakak,semua itu tak benar..!" Ucap Arga


"Nay hanya....!"


Cuuupp


Arga kembali membungkam bibir itu agar tak mengatakan bantahan lagi pada.


Ting


Ting


Ting


Bel terus berbunyi berusaha memaksa sang empu nya untuk segera membukakan pintu itu .


Arga masih sibuk memberikan sentuhan nya pada Nayna.


"Kak, seperti nya itu penting..!" Ucap Nayna menahan Arga dengan ke dua tangan di dada Arga .


"Biar kan saja.. !" Jawab Arga yang kemudian kembali pada kegiatan nya.


Dddrrttt


Ponsel Arga bergetar di samping tempat tidur nya.


Oh.. shhiittt


Umpat Arga yang begitu kesal karena terganggu.


Mamah calling...


"Iya mah..." Jawab Arga dengan lemas.


"...."


"Iya,baik lah..." Ucap Arga kemudian menutup telepon nya.


"Mamah di luar.." kata Arga memberitahu kan Nayna

__ADS_1


Arga menyibak selimut kemudian berjalan dengan gontai menuju pintu.


Dengan sorot mata tajam,Bu Marsya menatap Arga yang tersenyum dengan wajah bantal nya.


Plak..


Bu Marsya memukul lengan Arga dengan sedikit keras.


"A..uuu.apa yang mamah lakukan..main pukul aku..!" Pekik Arga dengan gerakan cepat Bu Marsya.


"Kenapa membawa menantu mamah ke sini,kau keterlaluan..!" Sungut Bu Marsya yang masuk tanpa permisi.


Arga melongo melihat beberapa orang yang mengikuti Bu Marsya di belakang nya dengan masing-masing membawa tentengan penuh di tangan mereka.


"Mamah mau pindah ke sini juga..?" Tanya Arga bingung dengan banyak nya barang yang di bawa Bu Marsya.


Namun Bu Marsya tak peduli,ia memerintahkan orang-orang di sana bekerja sesuai keinginan nya,dari memasak dan beberes.


"Di mana Nay..?" Tanya Bu Marsya yang sudah memangku kaki di sofa.


"Nay di kamar,mungkin sedang mandi..!" Jawab Arga


Bu Marsya menyerah kan beberapa pakaian untuk di pakai Nayna


Yang kemudian langsung di bawa Arga ke kamar.


Betul saja Nayna baru keluar dari kamar mandi dan Arga langsung menyerah kan pakaian nya.


Setelah selesai berpakaian rapi,Nayna langsung keluar menghampiri Bu Marsya.


Bu Marsya menyambut pelukan itu dengan senang.


"Sayang,apa kau baik-baik saja..?" Tanya Bu Marsya yang melihat mata Nayna sedikit bengkak.


Nayna menunduk kemudian mengalihkan pandangan ke semua arah ,ia takut Bu Marsya mengetahui pertengkaran mereka kemarin.


"Nay.....!" ia menggantung kalimat nya karena bingung akan menjelaskan apa.


"dia baik-baik saja,hanya saja tadi malam begadang..!" jawab Arga asal mengalihkan perhatian Bu Marsya.


buk...


Bu Marsya melempar apel di tangan nya pada Arga .


"kenapa kau membuat Nayna kelelahan seperti itu,ia juga perlu istirahat,kau keterlaluan.." omel Bu Marsya yang mendapat kekehan dari Arga.


"bukan kah mamah ingin dengan cepat menggendong cucu..!" ucap Arga di seberang sana yang mendapat tatapan tajam dari Bu Marsya.


Nayna menunduk serasa sedih mendengar obrolan pagi itu,namun ia berusaha menutupi.


Pelayan telah siap menyiapkan sarapan pagi ini,Arga dan Bu Marsya sarapan,Nayna melayani Arga dan Bu Marsya bergantian.


"ini apa..?" tanya Arga yang melihat Nayna menyendok kan makanan ke piring nya.


"itu gulai tuan muda..!" jawab pelayan di samping Nayna.


Arga hanya diam kemudian ia memakan yang ada di piring nya,hingga suatu gejolak hebat ia rasa kan kembali,ia menutup mulut nya,kemudian dengan cepat berlari ke kamar mandi.

__ADS_1


Hoek..


Hoek..


Hoek..


Arga memuntahkan sesuatu berlendir ,ia merasa mual saat makanan itu masuk sampai rongga nya.


Bu Marsya dan Nayna menggedor pintu kamar mandi yang sengaja di kunci Arga.


"apa dia sakit..?" tanya Bu Marsya yang cemas.


Nayna menggeleng,ia juga tak mengerti mengapa Arga dari kemarin terus muntah tanpa sebab.


"Nay juga tak paham,dari kemarin kakak terus muntah..!" jelas Nayna


Arga keluar dengan senyum nya seperti tak terjadi apa-apa


"kau sakit..?" tanya Bu Marsya meraba wajah lelaki tampan di depan nya.


"aku baik-baik saja..!" ucap Arga kemudian memeluk manja Bu Marsya di depan nya.


Nayna dan Bu Marsya saling pandang,mereka tak mengerti apa yang terjadi.


Arga menuntun Bu Marsya ke sofa,ia berbaring di pangkuan Bu Marsya.


Nayna mengambil air dan buah untuk Arga sementara Bu Marsya terus mengusap lembut pucuk kepala Arga atas permintaan nya.


"apa perlu ke dokter..?" tanya Bu Marsya khawatir.


"tidak usah.. sebentar lagi seperti ini..!" ucap Arga dengan manja.


Bu Marsya diam memandang Nayna yang mengupas buah di seberang sana,batin nya mengatakan jika ada sesuatu yang tak beres dengan Arga dan Nayna


setelah hampir siang, Bu Marsya berencana pulang,namun tiba-tiba ia merasa pusing ,hingga membuat Arga dan Nayna panik,mereka dengan sigap menuntun Bu Marsya ke mobil dan langsung melesat ke rumah sakit,tak lupa pula ia menghubungi sang papah.


Bu Marsya terus memejamkan mata di sepanjang perjalanan.,Arga dengan khawatir duduk di sebelah Bu Marsya sambil menggenggam tangan Bu Marsya.


Saat tiba di ruang dokter,Arga mengarah kan Bu Marsya untuk naik ke brangkar agar si periksa oleh dokter.


"mah pelan-pelan saja..!" ucap Arga membantu Bu Marsya.


namun Bu Marsya menggeleng dan beralih menuntun Arga yang naik untuk di periksa.


"Mah..ini..!" kata Arga yang kaget


Bu Marsya tersenyum.


"kalau tidak seperti itu,kau tidak akan mau ke rumah sakit..!" ucap Bu Marsya yang kemudian duduk di sofa .


🌹🌹🌹


Selamat beristirahat


tinggalkan like vote dan komentar kalian


dukungan kalian sangat berarti buat saya😘😘

__ADS_1


__ADS_2