
Arga memesan makanan melalui smartphone nya,karena ia sangat lapar karena belum makan sejak tadi siang,perut nya mual ,tapi ia tahan.
Arga duduk di sofa seorang diri sambil menyandarkan kepala nya yang sedikit pusing.
"Kenapa dengan ku,masa iya cuma karena telat makan jadi seperti ini..!" Gumam Arga sambil memijat pelan pangkal hidung nya.
Ting.....(anggap aja bel apartemen ya kakak ðŸ¤)
Arga berjalan membuka pintu yang di yakini nya seorang pengantar makanan.
"Terimakasih ...!" Ucap Arga sambil memberikan beberapa lembar uang berwarna merah.
"Nay,makan dulu..nanti sakit..!" Teriak Arga sedikit keras,karena ia tau jika Nayna masih di balkon.
Arga menyiapkan makanan itu di atas piring,namun Nayna belum juga menghampiri nya.
"Keras kepala..!" Gerutu Arga yang kesal dengan Nayna .
Arga membawa nampan dengan segelas air putih,ia berniat makan sepiring berdua dengan Nayna,ia berjalan menuju balkon,terlihat Nayna masih duduk dengan memeluk kaki nya.
"Kenapa tak menyahut saat kakak panggil..?" Tanya Arga sedikit kesal.
"Nay masih kenyang,kakak makan saja..!" Jawab Nayna tanpa menoleh ke arah Arga.
Arga menggeleng pelan,ia menyendok nasi goreng,memakan nya sambil melihat Nayna yang terlihat jutek.
"Makan...!" Ucap Arga memerintahkan Nayna menyuap makanan yang di berikan Arga.
"Jangan keras kepala..!" Tambah Arga .
Dengan cemberut Nayna membuka mulutnya,memakan suapan yang di berikan Arga.
Arga tersenyum,setidak nya walau Nayna marah,namun ia masih mematuhi perintah Arga,yang mana untuk kebaikan nya sendiri.
"Kau habis kan sendiri,tinggal beberapa sendok lagi,kakak akan ke kamar mandi sebentar,awas saja saat kakak kembali kau belum menghabis kan..!" Kata Arga sambil berdiri dan berlalu dari sana.
Brukkk
Arga menutup sedikit keras kamar mandi.
Huuuueekk
Arga memuntahkan makanan nya,ia sudah cukup menahan nya ,namun tak bisa hingga akhir nya semua nasi goreng yang ia makan keluar.
Arga mencuci mulut dan wajah nya.
__ADS_1
"Kenapa seperti ini,apa aku sakit...!" Gumam Arga pelan saat keluar dari kamar mandi.
"kau dimana,apa kah semua sudah selesai...?" Tanya Arga pada seseorang di telepon.
"......."
"Kerja bagus,sebelum kau ke sini,beli kan aku jeruk yang manis ..!" Ucap Arga pada Fadlan ,yaa orang di balik telepon tersebut adalah Fadlan sang asisten yang bisa di andalkan nya.
Arga kembali menyandar punggung nya pada sofa panjang di kamar itu.
Nayna masuk berniat akan membawa sisa makanan ke dapur,namun ia terlihat bingung saat menemui Arga yang memejamkan mata di sofa,kemeja atas yang sedikit basah dan wajah yang terlihat cukup lelah
"Apa kakak sakit ..?" Gumam Nayna yang melewati Arga,ia mencuci piring dan gelas, setelah itu ia berniat kembali ke kamar,namun kaki nya terhenti saat melihat Arga,ia jadi tak tega,ia mendekat dan meneliti keadaan Arga yang terpejam,tangan Nayna terulur untuk menyentuh dahi Arga memeriksa suhu tubuh nya.
"Tidak demam...!" Gumam Nayna.
"sebentar lagi ada yang ingin bertemu dengan mu..!" Ucap Arga mengagetkan Nayna.
"Kakak tidak tidur..?" Tanya Nayna,namun tak mendapat jawaban dari Arga.
"Siapa maksud kakak..?" Gumam Nayna yang tak tau siapa yang ingin bertemu dengan nya.
Arga terus menahan gejolak di perut nya yang kembali datang tiba-tiba,ia berlari melewati Nayna yang duduk di depan nya.
"Kakak kenapa..?" Kata Nayna yang kaget melihat Arga berlari menuju kamar mandi sambil menutup mulut nya.
Arga kembali memuntahkan isi perut nya yang sudah kosong.
"Kakak sakit..?" Tanya Nayna yang khawatir sambil memijat tengkuk Arga.
"Tidak,kakak baik-baik saja..kau keluar dulu,ini menjijikan ...!" Ucap Arga menyuruh Nayna agar tak melihat ia muntah.
Namun Nayna tak menghiraukan nya,ia tetap di sana sambil memijat Arga memberikan yang terbaik agar Arga merasa nyaman.
Arga melepaskan kemeja nya yang basah akibat kena air saat Arga membersihkan muntahan nya.
"Keluar lah,kakak akan berendam sebentar..!" Ucap Arga sambil menanggal kan baju nya,Nayna menurut dan menutup pintu dengan pelan,ia begitu khawatir saat melihat wajah Arga yang pucat.
Hampir satu jam Arga belum keluar juga dari kamar mandi dan itu membuat Nayna khawatir,ia membuka pintu pelan,terlihat Arga yang mandi di bawah shower,ia begitu malu seperti seseorang yang mengintip orang lain saja.
Arga tau dari pantulan cermin tapi ia pura-pura tak melihat,ia tersenyum kecil melihat ke khawatir an Nayna.
Ia melilitkan handuk di pinggang nya,kemudian berjalan keluar ,terlihat Nayna sedang menonton televisi,namun ia hanya melewati Nayna untuk mengambil pakaian.
"Seperti nya kakak baik-baik saja..!" Gumam Nayna yang melihat Arga biasa saja tidak seperti orang sakit
__ADS_1
Ting..
Bel kembali berbunyi,namun saat Nayna akan membuka,Arga menahan tangan nya agar Nayna tetap duduk.
"Biar kakak yang buka ..!" Ucap Arga menghentikan nya.
Arga berjalan pelan dan membuka pintu,tampak Fadlan dengan beberapa orang berbaju hitam dengan membawa satu wanita dan lelaki dengan mata tertutup.
Arga mengangguk kan kepala menyuruh mereka semua masuk.
"Ikat mereka di kursi..!" Perintah Arga pada orang bertato elang itu.
Arga berlalu ke kamar untuk memanggil Nayna,ia memegang lembut tangan Nayna dan membawa nya keluar.
Nayna hanya mengikuti tanpa bertanya apa pun,namun ia begitu terkejut saat mendapati dua orang yang tengah terikat di ruang tamu apartemen itu.
Nayna menciut sambil menatap Arga di samping.
"Kak...?" Panggil Nayna dengan takut .
Arga menoleh pada Nayna di samping nya sambil tersenyum .
"tenang lah,tidak apa-apa...!" ucap Arga.
"siapa mereka..?" tanya Nayna .
namun Arga tak menjawab ,ia malah menyuruh Fadlan untuk membuka penutup mata orang yang terikat itu.
"buka penutup mata dan mulut nya..!" perintah Arga.
Nayna melongo melihat orang itu adalah Jesika dan seorang lelaki yang entah Siapa.
"apa ini..?" tanya Nayna dengan sedikit kesal,ia kesal tentang Arga,ia berpikir bagaimana mungkin Arga mengikat seorang wanita,sedang kan waktu di foto Arga dan wanita itu tengah memadu kasih seperti Sepasang kekasih.
"kenapa kakak tega dengan nya..lepas kan dia..!" ucap Nayna sedikit marah.
Jesika tersenyum melihat reaksi Nayna yang di luar dugaan nya,ia pikir saat bertemu ,Nayna akan menjambak rambut nya dan memaki nya,namun sangat berbeda,Nayna justru iba kepada nya.
Arga menahan tangan Nayna yang akan menghampiri Jesika,ia sengaja membawa Dicky dan Jesika ke apartemen pribadi nya untuk menjelaskan kesalahpahaman di antara dirinya dan Nayna,ia ingin Jesika mengakui niat busuk nya di hadapan Nayna.
🌹🌹🌹
Selamat pagi, selamat beraktifitas
jangan lupa like nya
__ADS_1
mampir juga ke cerita aku yang lain
Wasiat Terakhir