Cinta Nayna

Cinta Nayna
Cafe


__ADS_3

Nayna keluar dari kamar nya dengan pakaian ala anak SMA yang terlihat imut, meski sedang hamil, namun belum begitu terlihat jelas, masih tampak ramping, dan saat ini pun kehamilan nya masih di sembunyikan dari arga, nayna tak ingin arga syok lebih jauh lagi seperti saat mengetahui jika mereka sudah menikah.


Dengan pelan, nayna menjalan kan mobil nya menuju sebuah toko buku yang bersebelahan langsung dengan cafe yang di pesan arga untuk bertemu seorang yang bernama yessi entah sapa orang itu.


Mata tajam nayna melihat mobil yang tak asing, dan ya benar itu mobil kesayangan arga.


Nayna merapikan penampilan nya sebelum ia membuka mobil, menggunakan kaca mata hitam serta masker yang ia pakai untuk menutupi wajah nya, takut kah nayna jika terlihat oleh arga jika di anggap sebagai orang yang memata-matai nya...?!


Nayna penasaran, siapa yessi yang ia tak tau itu bertemu dengan arga siang ini.


Kaki mungil nya melangkah menuju meja di ujung cafe, banyak orang yang sedang duduk dan sambil makan di sana, namun mata nayna belum menemukan sosok yang ia cari.


Hingga suara di seberang sana mengalihkan tatapan nayna.


"Pelayan, pesan kan cake spesial untuk ku..! " Ucap lelaki yang nayna kenal, dan tak lain itu adalah arga, lelaki yang ia cari.


"Kakak.. " Lirih nayna.


Nayna belum melihat wajah wanita yang sedang duduk bersama arga di sana, karena posisi nya memang ber belakangan dengan nayna.


Nayna tak mendengar percakapan mereka, namun nayna melihat jika arga dan wanita itu terlihat akrab dan tak jarang arga mengelus rambut wanita di depan nya itu, kadang mereka juga tertawa riang bersama, tak menampik nayna merasa sakit saat melihat suami nya bersikap seperti itu pada wanita lain, dan yang lebih membuat nayna kecewa, arga menggenggam erat tangan wanita itu di atas meja.


Tak lama, kue yang di pesan arga telah di bawa ke meja arga, terdengar sorak ramai menyenandung kan lagu ulang tahun di sana, di mana arga merangkul mesra pinggang wanita itu.


Setelah acara tiup lilin, wanita tadi menyuapkan cake ulang tahun nya pada arga, kemudian di balas ciuman hangat di kening wanita nya.


Tes..


Tes..


Tanpa permisi, air mata itu jatuh, nayna masih terpaku melihat kehebohan di depan nya, makanan yang ia pesan pun tak tersentuh lagi.


"Bagi kan kue ini pada semua pengunjung cafe ini, dan aku akan membayar semua yang ada cafe ini..! " Ucap arga dengan lantang dan di dengar jelas oleh nayna, tapi tunggu nayna mengenal wajah itu, wajah wanita di samping arga.


"Suster..! " Gumam nayna tercekat

__ADS_1


Yaa yessi adalah salah satu suster yang membantu merawat arga saat di rumah sakit kemarin, tapi kenapa bisa, begitu berani dia bermain bersama arga, bukan kah semua dokter dan perawat di sana tau, jika arga memiliki isteri, apa alasan wanita itu sampai tega dan mau berbuat tak pantas bersama arga.


Pranggg


Pecahan gelas terdengar nyaring saat nayna menabrak salah satu pelayan yang membawa minuman, hingga semua mata di cafe itu menatap datar pada nayna.


"Maaf..! " Ucap nayna pada pelayan itu.


Nayna akan melanjutkan kan langkah nya, namun tak sengaja, kaki nya mengenai pecahan gelas hingga membuat nya meringis.


"Awww..! " Pekik nayna yang kembali duduk di salah satu kursi kosong.


"Nona, anda terluka..! " Ucap pelayan cafe yang di tabrak nayna tadi.


"Hanya luka kecil, tak apa..! " Jelas nayna.


Dari jauh, mata elang arga menatap wanita yang wajah nya tertutup masker dan kaca mata hitam itu, ia seperti mengenal sosok di ujung sana.


"Apa yang terjadi..? " Tanya arga menghentikan pelayanan yang di tabrak nayna tadi.


Pelayan itu menceritakan semua nya, namun mata arga terus menatap wanita yang masih duduk dan memegang tumit nya yang berdarah.


"Nayna..! " Gumam arga yang berdiri , namun sayang orang yang di maksud sudah tak ada, nayna sudah pergi dari sana.


"shhiittt...kenapa dia di sini,apa dia mengikuti ku..!"


"Tidak, dia tak boleh mengadu pada papah dan mamah..! " Arga menggeleng dan berlari menuju mobil sebelum sempat berpamitan pada yessi.


Ciiittt


Dencitan mobil arga begitu nyaring hingga membuat bingung bu Marsya, padahal ini baru jam 4 sore, kenapa arga sudha pulang, itu yang di pikir bu Marsya.


"Apa yang terjadi..? " Tanya bu Marsya.


Arga tak menjawab, namun mata nya meneliti seluruh isi rumah, mencari keberadaan nayna.

__ADS_1


"Di mana nayna..? " Tanya arga.


Bu Marsya tersenyum, ia merasa jika arga sudah mengingat nayna, namun semua salah.


"Nayna sedang keluar, kau mengingat sesuatu..? " Tanya bu Marsya kembali, namun arga hanya diam dan berlalu ke kamar nya.


Pa hendrawan dan nayna sama-sama memarkirkan mobil nya.


"Kau dari mana nay..? " Tanya pa hendrawan bingung, pasal nya nayna tak pernah keluar rumah dan membawa mobil.


"Nay...! " Jawab nayna sedikit takut dan menunduk.


"Kaki mu.. Apa yang terjadi..!? " Ucap pa hendrawan panik, ia begitu menyayangi nayna.


Pa hendrawan membantu nayna masuk ke rumah nya.


"Nay baik-baik saja pah.. Tadi sudah ke klinik..! " Jelas nayna.


"Kau bilang baik-baik saja, lihat, kaki mu berdarah dan kenapa mata mu.. Kau menangis..? " Cecar pa hendrawan .


"Sayang, kau kenapa..? " Tambah bu Marsya yang baru turun dari tangga.


"Nay baik-baik saja, maaf membuat kalian khawatir.. Hiks hiks..! " Ucap nayna yang tiba-tiba menangis.


Bu Marsya langsung memeluk nayna.


"Ayo duduk mamah lihat kaki mu dulu..! " Pikir bu Marsya nayna merasakan sakit pada kaki nya, nyata nya adalah nayna masih ingat kejadian di cafe tentang arga dan suster itu.


Arga melihat dari tangga nayna yang menangis, sungguh ia begitu takut nayna menceritakan tentang di cafe itu, namun Arga bisa bernafas tenang saat nayna tak bicara apa pun.


Bu Marsya dan pa hendrawan membantu nayna ke kamar nya.


"Istirahat lah, nanti pelayan akan membawakan mu makan malam ke kamar..!" Ucap pa hendrawan.


Nayna mengangguk patuh, namun saat pintu kamar tertutup, ia kembali menangis atas kejadian tadi siang.

__ADS_1


🌹🌹🌹


di tunggu like dan vote serta komentar nya yaa kakak semua


__ADS_2