
Arga masih di selimuti oleh emosi nya,ia memukul kan kepalan tangan nya ke tembok beberapa kali untuk melampiaskan emosi yang di tahan nya sejak tadi.
Nayna yang melihat itu sontak berlari ke arah Arga ,ia tak tahan melihat Arga yang terus memukul tembok hingga tangan nya berdarah.
Tepat saat Arga akan memukul kan tangan nya kembali,Nayna menahan nya dengan meletakkan tangan nya di tembok yang sudah berdarah itu.
Beruntung Arga dapat menahan nya tepat sebelum menyentuh tangan Nayna,jika tidak tangan Nayna juga ikut terluka akibat keras nya pukulan Arga yang mengenai tembok itu.
Arga menatap ke arah Nayna yang menangis karena ketakutan nya,namun ia hanya diam dan akan berlalu dari hadapan Nayna,dengan cepat Nayna menahan Arga,dia memeluk Arga dari belakang, melingkar kan tangan nya di perut Arga.
"Lepas kan kakak,kakak akan pergi sekarang juga agar kau bisa senang..!" Ucap Arga dengan kalimat dingin nya.
Nayna tak mampu mengatakan apa pun lagi,dia menggeleng .
"Kakak,jangan seperti itu,bukan hanya tangan kakak yang terluka ,tapi Nay juga sakit jika kakak seperti itu..!" Kata Nayna dengan isakan nya.
Hingga lima menit Nayna masih memeluk Arga,namun tak ada respon apa pun dari Arga.
__ADS_1
Nayna merenggangkan pelukan nya meraih tangan Arga yang terluka
"Maaf kan Nay ..!" Ucap Nayna kemudian.
Arga yang sudah mulai tenang seketika langsung memeluk Nayna yang masih menangis.
"Maaf kan kakak sudah membuat mu takut..!" Sesal Arga sambil mengelus rambut panjang Nayna,sungguh ia tak bisa mengontrol emosi nya lagi,saat itu dia sangat marah dengan keadaan yang akan membuat nya jauh dari Nayna.
Setelah Nayna mulai tenang,Arga membawa Nayna duduk di sofa.
"Awwww...!" Pekik Nayna yang hampir terjatuh .
"Kau sangat ceroboh..!" Omel Arga yang melihat kaki Nayna berdarah.
Arga mengambil kotak obat dan membersihkan luka di kaki Nayna kemudian memasang kan perban.
Setelah selesai Arga akan beranjak ,namun di tahan oleh Nayna .
__ADS_1
"Tangan kakak juga harus di obati..!" Ucap Nayna dengan pelan sambil mengoles salep pada memar di tangan Arga .
"Kak,jangan seperti itu lagi,Nay takut ..itu bisa membuat kakak terluka lebih parah dari ini,Nay tak ingin itu terjadi,Nay sakit melihat kakak terluka..!" Tambah Nayna yang masih menangis sedih saat mengingat ke marahan Arga .
"Kakak tidak suka kau mengatakan akan pergi dari kakak,jika itu terjadi lagi,kau tidak akan pernah melihat kakak lagi untuk selamanya..!" Ancam Arga dengan kalimat dingin nya.
Nayna menggeleng dengan cepat kemudian memeluk Arga kembali.
"Kakak jangan berkata seperti itu..!" Ucap Nayna .
Arga hanya diam sambil memeluk Nayna dengan erat,tak begitu lama ia merenggangkan pelukan nya kembali kemudian menunduk dengan cepat ia ******* bibir Nayna dengan lembut.
"kakak sangat merindukan mu..!" Ucap Arga saat melepas kan bibir nya sebentar ,namun ia kembali mencium bibir itu kembali sambil menekan tengkuk Nayna agar memperdalam ciuman nya.
Nayna ikut larut dalam sentuhan Arga yang begitu lembut,ia memejamkan mata mengikuti segala tindakan Arga,hingga ke dua nya hampir ke habisan pasokan oksigen,Arga melepaskan bibir nya namun masih menempel kan kening nya pada kening Nayna.
"kakak sangat mencintai mu,jangan pernah berpikir untuk pergi lagi dari kakak..!" ucap Arga
__ADS_1
🌹🌹🌹
tolong bantu like dan vote nya,untuk mendukung karya ini 🙏🙏