Cinta Nayna

Cinta Nayna
122


__ADS_3

"brengsek..." umpat Arga tak ada habis nya,ia melempar semua yang berada di atas meja kerja nya,ia begitu marah dengan apa yang ia dengar,dan lebih parah lagi,Nayna seolah bisu,ia tak bisa mengeluarkan suara nya.


Arga berlalu dari kamar Nayna tanpa mendengar sepatah kata pun pembelaan dari mulut Nayna ,dan bungkam nya Nayna membuat emosi Arga semakin memuncak,bagaimana seorang yang di anggap istri nya dan tengah hamil berbincang dengan manja bersama seseorang di seberang telepon sana.


Sedang di mansion nya,Nayna begitu terpukul dengan tuduhan Arga,ia tak mampu menahan tangis nya,hati nya begitu sakit saat Arga tak mengakui kehamilan nya.


"kenapa begitu tega ..!" lirih Nayna yang menutup wajah dengan tangan nya.


Nayna tak tau harus melakukan apa,karena sekarang pa Hendrawan dan Bu Marsya tengah melakukan perjalanan ke luar negeri,tak mungkin ia mengadu dengan mereka bukan.


di saat Nayna tengah terpuruk,dari pintu ia mendengar ketukan .


tok


tok


tok


"Non,di bawah ada tuan Daniel menunggu..!" ucap pelayan di sana.


Nayna buru-buru menghapus air mata nya dan mencuci wajah sebelum menghampiri Daniel,ia tak ingin Daniel melihat kesedihan nya ini.


setelah di rasa sudah lebih baik,Nayna turun menemui Daniel yang sedang menatap makanan di meja makan.


"kakak,kenapa repot begini..?" tanya Nayna .


"makan lah,aku sudah menyiapkan nya..!" ucap Daniel yang menuntun Nayna duduk di kursi,ia mengambil kan makanan untuk Nayna sebelum ia pun ikut makan di sana.


Daniel sengaja membeli beberapa makan siang untuk nya dan Nayna sebelum pergi ke mansion Arga ,ia tak peduli dengan Arga ,ia hanya ingin Nayna baik-baik saja,egois bukan..tak apa lah,yang penting bagi nya Nayna bahagia,urusan nya dengan Arga akan ia selesai kan berdua nanti.


"bagaimana demam mu..?" tanya Daniel setelah menyelesaikan makan nya.


"Nay sudah lebih baik " ucap nya memaksa kan tersenyum.


Daniel melihat ke arah Nayna yang sedari tadi menunduk dan tak mau menatap nya.


"kau habis menangis..?" tanya Daniel kemudian .

__ADS_1


"tidak..tadi Nay ketiduran..jadi mata Nay sedikit merah..!" jawab Nayna terus mengelak.


Daniel melipat ke dua tangan nya di dada,menatap Nayna dengan tajam,mata nya tak sengaja menatap goresan di tangan mulus Nayna .


"ini..apa ini..bibi..!" teriak Daniel di sana .


"kakak,ini hanya goresan..Nay tak sengaja ..Nay ceroboh..!" bohong Nayna ,ia tak ingin Daniel tau yang terjadi sebelum ia datang.


"apa yang terjadi sebelum aku datang..?" tanya Daniel pada pelayan di sana.


Nayna menggeleng memberi tanda agar pelayan itu diam.


Daniel yang tak mendapat jawaban itu kembali menatap Nayna .


"Nay,aku memang tak berhak apa pun,aku hanya seorang teman bagi mu,tapi tak bisa kah kau jujur tentang apa yang terjadi,anggap aku saudara mu,kau bisa bercerita semua nya..!" jelas Daniel dengan menatap wajah Nayna .


"kak,Nay tau kakak sudah seperti Abang bagi Nay ,tapi ..!" ucap Nayna kembali menunduk.


"tapi apa Nay..katakan..!" pinta Daniel.


Daniel diam berperang dengan emosi dalam diri nya,tidak kah Nayna terlalu naif rela berkorban untuk lelaki seperti Arga .


bbbrruuukkk


dengan keras ia menabrakkan mobil yang ia bawa hingga mengenai pohon besar,beruntung semua terkendali,Daniel hanya mengalami memar saja,namun itu tak berarti,hati nya lebih sakit saat ia melihat Nayna menangis.


Dengan sigap orang di tempat kejadian menelpon ambulance dan membawa Daniel kerumah sakit.


Sammy dan Rey yang mendapat telepon dari pihak rumah sakit langsung berlari menuju UGD.


"apa yang terjadi..!?" ucap Sammy dan Rey yang khawatir.


"aku tidak apa-apa,urus administrasi nya,dan bawa aku keluar dari sini..!" balas Daniel dengan suara dingin nya.


Daniel berjalan lebih dulu tanpa memperdulikan tatapan bingung ke dua sahabat nya.


"kau ikuti teman mu itu,biar aku yang mengurus di sini,aku tak ingin dia mati sia-sia..!" celutuk Sammy yang asal asalan.

__ADS_1


"aku akan minta jemput sekertaris ku..kau bawa saja teman mu yang hampir tak waras itu..!" ucap Sammy kembali.


Rey menyusul langkah besar Daniel yang menuju parkiran.


Hening..tak ada percakapan di mobil itu..Daniel menyandarkan kepala nya dengan mata terpejam.. bagaimana pun benturan di kepala nya cukup keras dan membuat nya sedikit merasakan pusing.


"apa kau benar-benar tak apa..harus kah aku memanggil dokter ke apartemen mu..?" tanya Rey yang melirik Daniel.


"tak perlu,aku hanya perlu istirahat.. terimakasih sudah menjemput ku..!" ucap Daniel dengan mata masih terpejam.


Rey sedikit paham apa yang terjadi,ia tau jika sebelum kejadian ini Daniel bertemu Nayna ,dan ia sudah bisa menebak jika emosi Daniel sekarang sedang tertekan.


"sudah sampai..apa perlu aku mengantar mu ke atas..?" tanya Rey kembali.


"cckk ..aku tak selemah itu..pergi lah..kita bicara nanti..!" balas Daniel yang menutup pintu mobil dan berlalu dari sana meninggalkan Rey.


Sesampai nya Daniel di apartemen nya,ia menjatuhkan tubuh nya di sofa besar.


"sakit sekali rasa nya..melihat orang yang kita cintai menderita seperti itu..lebih sakit dari tubuh yang terluka..Nay,sampai kapan kau menyiksa ku..!" lirih Daniel.


Daniel begitu mencintai Nayna ,hingga kegilaan yang ia lakukan kali ini,ia tak peduli pada keselamatan nya,emosi nya tak bisa terkontrol lagi,ingin marah..namun ia tak mau menyakiti Nayna .


"apa yang harus aku lakukan sekarang..Arga... brengsek kau..!" ucap nya dengan geram sambil meninju sofa.


Setelah kepergian Daniel,Nayna masih setia di taman ,pikiran nya sedang tidak baik-baik saja,ia terus teringat perkataan Arga tadi siang, kata-kata itu terus mengitari pikiran nya,bagaimana Arga dengan begitu tega mengatakan jika ayah dari anak nya adalah pria lain.


"kak,Nay sangat mencintai kakak,kenapa begitu tega mengatakan hal itu,tidak kah kakak tau jika itu begitu menyakitkan..Nay lelah..Sampai kapan mau harus bertahan ..kakak,cepat lah kembali..!" lirih Nayna.


Nayna begitu takut jika Arga tak pulang setelah pertengkaran siang tadi, handphone Arga mendadak mati,ia tak ingin Arga melampiaskan kemarahan dengan bertemu Yessi atau bermalam bersama Yessi ,sungguh Nayna begitu takut itu terjadi.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


maaf beribu ampun yaaa baru up hari ini


sibuk binggo..


sehat selalu kalian pembaca setia๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2