Cinta Nayna

Cinta Nayna
Bungkam


__ADS_3

"begini cara mu menyambut ku setelah hari itu..?" Ucap Jesika tersenyum miring menatap Arga dan Nayna di depan nya.


Nayna menatap tajam ke arah Arga.


"Berhenti membual,karena hari ini kau hanya akan mengatakan kebenaran pada Nayna...!" Tegas Arga dengan rahang yang mengeras.


"Cih,ku kira kau lelaki bertanggung jawab, ternyata kau orang yang suka bermain di belakang isteri mu,dan sekarang lihat lah..kau begitu takut isteri mu tau kebejatan mu..!" Tambah Dicky membuat Arga geram,ia berjalan menghampiri Dicky dan menghadiahkan sebuah pukulan keras .


Buuukk ..


"Apa yang kau maksud,kau tidak akan berhasil membuat jarak di antara aku dan Nayna ..!" Jelas Arga.


"Tapi nyata nya jarak itu sudah terlihat diantara kita,kenapa kakak terus mengelak ..?" Tanya Nayna yang masih menatap Arga dan Jesika bergantian.


"cepat katakan pada Nayna kejadian sebenarnya sebelum aku benar-benar marah pada mu..!" Ucap Arga menatap tajam pada Jesika yang terlihat santai.


"Apa yang harus aku ceritakan pada isteri mu,tentang kenikmatan sore itu,atau indah nya kisah kita di masa lalu..?" Tanya Jesika seolah tak bersalah.


"Diam kau wanita sialan..!" Teriak Arga yang maju dan hampir menampar Jesika namun di urung kan nya,karena dia sadar jika ia tak boleh kasar pada seorang wanita.


"Kenapa berhenti..tampar aku sekarang juga,atau kau tak bisa karena masih menyimpan ku di hati mu..!" Tambah Jesika hingga membuat Nayna makin berpikir macam-macam.


"Bukan hanya menampar mu,aku bahkan bisa membunuh mu jika kau terus berbohong..!" Ucap Arga bertambah geram.


"benarkah kau bisa membunuh ku, bagaimana jika sekarang aku tengah mengandung benih yang sudah kau tanam,apa kau tidak menyesal,bukan kah ini impian mu..isteri mu belum bisa memberikan mu keturunan bukan..!" Tantang Jesika yang membuat Nayna menetes kan air mata.


Nayna berpikir jika Arga menceritakan semua tentang kehidupan pribadi mereka pada Jesika,hingga Jesika tau hingga detik ini Nayna belum bisa memberikan keturunan pada nya.


"wanita gila,aku bahkan jijik pada mu,kau bermimpi,aku tak pernah menyentuh mu seperti ucapan mu,apa lagi memberikan benih ku pada wanita gila seperti mu..!" Kata Arga dengan marah.


"Cukup,kalian selesai kan urusan kalian..Nay tidak Sudi mendengar cerita kalian yang memuakkan..!" Kata Nayna yang merasa lelah mendengar perdebatan ke dua orang itu.


Nayna akan melangkah pergi,namun tangan nya di tahan Arga agar tetap di sana.


"lepas,Nay tidak mau mendengar kisah kakak lagi..!" Ucap Nayna tanpa melihat Arga .

__ADS_1


"Tidak,kau harus mendengarkan semua kebenaran,bukan kebohongan seperti ini,kakak akan membuat nya berkata jujur..!" Bujuk Arga agar Nayna mau mendengar


Nayna menyapu kasar air mata di wajah nya,ia duduk di sofa kecil,sedang Arga menghampiri Jesika kemudian membisikkan sesuatu yang membuat Jesika terbelalak dan wajah nya berubah menjadi pucat.


"Kau jangan mengancam ku,dia tidak terlibat ,ini masalah kita..!" Ucap Jesika menatap tajam pada Arga


"Apa pun bisa ku lakukan jika kau terus memojokkan ku di hadapan Nayna..!" Jelas Arga.


Dicky merasa bingung dengan perubahan wajah Jesika ,namun ia tak tau apa yang di bisikkan Arga hingga membuat Jesika berubah.


"cepat katakan sekarang kebenaran nya pada Nayna..!" Ucap Arga ,namun Jesika tampaknya masih bungkam,ia telah menunggu lama kehancuran Arga,dia tak bisa mundur sekarang


Jesika tetap bungkam dan itu membuat Arga makin marah,ia mengambil handphone nya ,kemudian menghubungi seseorang.


"Mommy....!" Sapa seorang anak laki-laki di seberang sana.


Deg..


Jesika mendengar suara itu, hati nya mulai takut,ia tak menyangka jika Arga bisa sejauh ini menyelidiki nya.


"Kau sedang menawar ,kita tidak berdagang,aku hanya mau kau jujur pada Nayna,tapi jika tidak,kau tidak akan pernah bertemu dengan anak itu lagi..!" Ancam Arga dengan nada dingin nya.


"Siapa anak kecil itu..!" Gumam Nayna pelan.


"Aku merasa tidak bersalah dengan kejadian itu,semua nya murni mengikuti naluri ku sebagai wanita yang mencintai kekasih nya,namun aku yakin jika Nayna bisa meneliti wajah seseorang yang merasakan kenikmatan di bawah kukungan ku waktu itu dan aku tak perlu menjelaskan secara detail bagian mana yang aku rasakan saat itu...!" Jelas Jesika dengan senyum tertahan karena melihat Nayna yang menatap kecewa pada Arga.


Plak...


Arga menampar Jesika di depan Nayna ,ia tak bisa lagi menahan amarah nya,jika saja Jesika seorang lelaki,mungkin saat ini ia sudah menghajar habis Jesika,namun naluri nya sebagai seorang pelindung masih terasa.


Jesika yang di tampar hanya tersenyum pilu,ini untuk pertama kalinya semenjak ia mengenal Arga,ia bersikap kasar pada nya,dulu saat Jesika menangis pun,Arga tak pernah tega,ia akan melakukan apa pun untuk membuat Jesika bahagia termasuk melawan ke dua orang tua nya.


Nayna yang melihat itu terbelalak kaget,Nayna terlihat takut jika Arga juga melakukan itu pada nya.


"Bawa wanita sialan dan lelaki brengsek ini ke gudang,aku tak ingin melihat mereka lagi,lakukan apa pun sampai mereka mengakui kesalahannya..!" Ucap Arga memerintahkan kepada Fadlan dan bawahan nya yang lain

__ADS_1


Fadlan membawa semua orang keluar dari sana .


Arga berjalan menuju dapur meninggal kan Nayna dengan wajah sembab dan rasa takut.


Ppraangg..


Ppraangg..


Terdengar pecahan kaca beberapa kali dari arah dapur,kemudian suara pintu kamar mandi yang di tutup dengan keras.


Brruuukk


Nayna berlari menuju arah suara itu. terlihat keadaan dapur yang berantakan ,Nayna takut namun ia juga khawatir pada Arga .


Nayna membersihkan pecahan kaca di lantai,namun Arga belum juga keluar dari sana.


"apa yang kakak lakukan di dalam" Gumam Nayna yang merasa khawatir tentang Arga.


Nayna hanya mendengar suara air yang terus mengalir dari keran kamar mandi,ia memberanikan diri membuka pelan pintu kamar mandi itu,namun terkunci,ia tambah panik.


"Kak..!" Panggil Nayna sedikit keras,namun tak mendapat jawaban dari dalam.


"Kak,ini gak lucu,cepat keluar sekarang,atau Nay akan pergi dari sini..!" Ancam Nayna ,namun ia sendiri bingung bagaimana cara nya keluar dari sana,sedang kan ia tak tau sandi dari pintu apartemen Arga.


Di kamar mandi,Arga tengah bingung bagaimana harus menjelaskan lagi pada Nayna, meyakinkan Nayna jika semua di foto itu tak benar,ia di jebak oleh Dicky dan Jesika.


Sudah hampir dua jam Arga di dalam sana,Nayna juga memanggil beberapa kali ,namun Arga belum keluar,Nayna terlihat panik,namun tidak dengan Arga di dalam,ia masih bisa melihat aktifitas Nayna ,melihat kegugupan di wajah Nayna yang mengkhawatirkan nya,ia bisa melihat dari handphone nya yang terhubung dengan CCTV setiap sudut apartemen mewah nya.


🌹🌹🌹


tetap stay dan jangan lupa kasih dukungan nya buat cerita ini.


mampir juga ke cerita aku yang lain


Wasiat Terakhir

__ADS_1


__ADS_2