Cinta Nayna

Cinta Nayna
128


__ADS_3

Deg


Arga meremas kertas itu dengan kacau,hati nya tiba-tiba seperti di hantam batu besar,dan itu adalah kenyataan,ia seolah tak bisa bernafas saat tau Nayna pergi.


"Tutup semua bandara dan pintu tol,periksa semua nya,aku hanya ingin Nayna ,kau mengerti..!" Tekan Arga di balik telepon pada orang kepercayaan nya.


Buru-buru Arga menuruni tangga dan memasuki mobil,mencari ke segala arah entah kemana,ia pun belum tau.


"kau tidak boleh kemanapun tanpa persetujuan ku,kau harus bersama ku,kau harus kembali..!" Gumam Arga sendiri dalam kemarahan nya .


Sementara di sebuah showroom mobil,terlihat 2 lelaki sedang kebingungan.


Hoek


Hoek


Hoek


"Nay,kamu ga papa..?" Tanya Rey dan Sammy yang begitu khawatir melihat keadaan Nayna .


"Ini biasa kak, sebentar lagi juga baik kok..!" Jawab Nayna .


"Gue telepon Arga ja yaa..!" Usul Sammy.


"Jangan,Nay mohon kak..!" Pinta Nayna sambil menangis


Tanpa sengaja Rey dan Sammy menemukan Nayna yang duduk sendiri di halte,entah apa yang terjadi,mereka tak berani menanyakan lebih,Sammy dan Rey memaksa Nayna ikut mereka,karena takut melihat keadaan Nayna yang sedikit pucat sambil membawa koper.


"Bertengkar lagi sama Arga..!" Tanya Rey


Nayna hanya menggeleng sambil menangis.


"Loe jangan tanya itu dulu,gimana kalo dia makin nangis,repot kan..!" Bisik Sammy.


Braaakkk


Pintu ruangan terbuka dengan keras.


Semua tertuju pada lelaki yang baru masuk dengan wajah khawatir.


"Nay..kamu ga papa..?" Tanya Daniel langsung menghampiri Nayna .


Nayna memandang Sammy dan Rey bergantian,namun mereka berdua seolah tak melihat itu.


"Kak, Nay baik-baik saja..!" Jawab Nayna .


"Apa yang terjadi,Arga nyakiti kamu lagi..?" Tanya Daniel sedikit emosi,namun di sambut gelengan Nayna.


"Bawa Nay pergi, Nay mohon,dan jangan kasih tau Abang..tolong bantu Nay...!" lirih Nayna sambil menetes kan air mata seolah begitu sakit apa yang terucap dari nya tadi..

__ADS_1


Greepp


Daniel langsung memeluk Nayna ,tidak perduli dengan Arga lagi,bagi nya sekarang kebahagiaan Nayna ,ia ingin melihat Nayna tersenyum,bukan menangis seperti ini.


Nayna melepaskan tangis nya pada Daniel sekarang,ia sudah menganggap 3 laki-laki di ruangan itu seperti Aldi ,Abang nya.


Nayna tak bisa memberitahu kan pada Aldi,ia tak ingin Aldi ikut sakit hati tentang apa yang menimpa nya,bagi nya begitu sakit.


Beberapa detik Nayna terkulai di pelukan Daniel.


"Nay...!" Daniel dan ke dua sahabat nya ikut panik mendapati Nayna yang pingsan ,Rey langsung menghubungi seorang dokter agar memeriksa Nayna .


"5 menit,Loe harus segera nyampe showroom gue..!" Ucap Rey di balik telepon pada dokter keluarga nya.


"Jangan kasih tau Arga..kalian liat sendiri bukan gimana Nayna sekarang,gue bakalan bikin perhitungan sama dia..!" Ucap Daniel yang begitu emosi.


"Arga suami nya,dia harus tau..!" Balas Rey dengan tenang.


"Loe buta,gue tau Loe sahabat nya,tapi Loe ga bisa membenarkan kesalahan sahabat loe ..!" Balas Daniel.


Greepp


Daniel membopong tubuh Nayna .


"Loe mau bawa dia kemana,tunggu..!" Cegah Rey dan Sammy.


Belum sempat Rey mencekal tangan Daniel,beberapa orang yang di bawa Daniel saat itu menghalangi Rey dan Sammy.


Daniel membawa Nayna ke dalam mobil nya menuju mansion sang Daddy yang memang sejak lama kosong,namun tetap terawat.


Di depan pintu sudah berjejer pelayan dan beberapa dokter wanita yang akan memeriksa Nayna .


Semua orang terkejut melihat sang tuan muda membawa seorang gadis muda dengan perut yang sedikit membuncit.


"Kandungan nya bagaimana dok..?" Tanya Daniel tanpa basa basi yang membuat mereka di sana tercengang dengan berjuta pertanyaan.


"Kandungan nona baik-baik saja,hanya tekanan saja yang membuat nya pingsan ,dia harus istirahat dan Jang terlalu banyak beban pikiran .!" Jelas dokter.


Drrrrttttt


Dering telepon Daniel menghentikan lamunan nya kali ini,namun ia tak berniat untuk mengangkat telepon itu.


Sammy : Arga ngerusuh di kantor Loe,dia dapat informasi jika loe yang bawa Nayna..!


Daniel hanya tersenyum mengejek tanpa mau membalas pesan itu,ia malah mematikan telepon nya.


Daniel melihat pergerakan Nayna ,kemudian ia mendekat.


"Kak...!" Ucap Nayna yang melihat Daniel di depan nya.

__ADS_1


"Kau ingin makan sesuatu,aku akan menyuruh pelayan menyiapkan nya,kau harus makan Nay,pikir kan anak mu..!" Ucap Daniel .


Nayna mengangguk setuju,ia tak memilih makanan apapun,ia mengiyakan semua nya.


Daniel membantu Nayna bangun dan menyuapi nya makan,padahal Nayna sudah menolak nya,tapi Daniel kekeh memaksa.


Padahal Daniel masih memakai kemeja ,waktu di kantor Sammy menelpon nya,dan ia bergegas menuju showroom.


Masih dengan dasi yang di longgarkan dan kemeja yang di gulung,Daniel tak meninggalkan Nayna walau sebentar


"kak,maaf merepotkan..!" Ucap Nayna


"Kenapa begitu,bukan kah aku seperti abang mu,kau lupa..kau itu adik ku..!" Jawab Daniel yang membuat Nayna tersenyum.


"Kak,jangan beritahu siapa pun jika Nay disini..!" Tambah Nayna


"Hhhmmm pasti..tapi gimana jika Arga yang datang kemari..!" Tanya Daniel kembali.


"Tidak sekarang,Nay ingin sendiri,Nay mohon..jangan biar kan kakak ke sini..!" Jawab Nayna sambil menunduk.


"Apa yang terjadi..!" Tanya Daniel..ia tau betul jika Nayna tidak mungkin meninggalkan Arga jika tak memiliki alasan kuat.


"Nay ga bisa ketemu kakak lagi,Nay ingin berhenti..!" Jawab Nayna yang di iringi isakan kecil.


Daniel membawa Nayna dalam pelukan nya, memberikan ketenangan.


"Tenang lah,kau aman di sini,aku akan menjaga mu.. istirahat lah..aku akan keluar sebentar..!" Pamit Daniel.


Daniel keluar dari kamar dan menuju apartemen nya,ia mendapat telepon dari satpam apartemen jika Arga mengacau di unit nya bersama beberapa orang.


Mobil Daniel sudah memasuki kawasan apartemen,ia turun dengan beberapa orang yang memakai jas dan kaca mata hitam,bisa di pastikan jika mereka bukan orang sembarangan.


Dari arah lain,Arga menghampiri Daniel dengan wajah merah padam nya.


"Di mana Nayna..?" Tanya Arga dengan nada intimidasi.


Daniel tersenyum mengejek.


"Bukan nya kau suami nya..kenapa bertanya pada ku..dan untuk apa kau mengacau di tempat ku..?" Jawab Daniel dengan wajah tak kalah serius.


"Katakan di mana Nayna ,atau kau ingin aku berbuat yang lebih dari ini,kau tau aku bukan..?!" Ancam Arga yang sudah maju dua langkah.


Daniel tak mau kalah,ia ikut maju hingga hampir bertabrakan.


"Pengecut seperti mu tak layak bertanya seperti itu,urus saja kesehatan mental mu sebelum ingin bertemu Nayna..!" Bisik Daniel .


Bugh


Arga tak bisa menahan nya,ia memukul wajah Daniel dengan keras.

__ADS_1


🌹🌹🌹


Sedih saya..terus update..banyak yg baca..like sama komentar nya sepi..😭


__ADS_2