Cinta Nayna

Cinta Nayna
Cerai


__ADS_3

Dengan tubuh lemah,Nayna berjalan keluar dari rumah Daniel karena merasa tak enak dengan pertengkaran yang terjadi.


"Nay,kau masih sakit, istirahat dulu di sini ..!" Pinta Daniel yang berjalan di belakang Nayna.


"Kau diam saja,aku bisa menjaga nya, silahkan kembali ke rumah mu saja..!" Ucap Arga ketus mengusir Daniel yang mengikuti Nayna juga.


"Dia sedang marah dengan mu,aku tak yakin dia mau ikut dengan mu pulang,lebih baik dia bersama ku..!" Kata Daniel dengan tersenyum miring.


Nayna begitu jengah mendengar ke dua nya bertengkar,ia juga malu karena banyak orang melihat ke arah nya yang di ikuti dua orang lelaki yang terus berdebat.


"Nay akan meminta Abang menjemput di persimpangan,kalian kembali lah..Nay bisa sendiri.!" Ucap Nayna .


Entah bagaimana siang itu,Arga bisa membujuk Nayna ikut bersamanya,yang pasti Arga sudah bertekad untuk membawa Nayna pulang, meski tak baik-baik saja,namun kini Nayna berada di belakang kemudi nya,yaa Nayna menolak duduk di samping Arga.


"Sayang,apa kau ingin makan sesuatu..?" Tawar Arga membuka pembicaraan memecahkan keheningan di antara mereka berdua.


Namun Nayna hanya diam,demi apa pun kepala nya berdenyut hebat seperti mau pecah,keringat dingin terus menetes dari pelipisnya.


Arga terus mengajak Nayna berbicara dengan baik,namun Nayna tetap diam seolah tak mendengar apa yang Arga katakan.


Dengan rasa kesal karena di acuhkan sedari tadi,Arga mulai mengemudi kan mobil dengan cepat,menyalip beberapa mobil dan kendaraan di depan nya,hingga tak ayal banyak pengemudi mobil dan lain nya membunyikan klakson dengan nyaring.


Nayna mulai takut karena Arga menjalan kan mobil di atas kecepatan penuh,ia berpegang pada kursi kemudi di depan nya,ia takut sangat takut,hingga terdengar suara tangisan.


Arga melihat Nayna yang menangis ketakutan,dengan luluh Arga menepikan mobil nya,ia turun dari kemudi nya,membuka pintu di samping Nayna duduk.


"Nay...maaf kan kakak..!" Ucap Arga dengan pelan,ia memegang pundak Nayna yang bergetar karena tangisan nya.


Arga merangkul tubuh Nayna dengan lembut, memeluk nya dengan erat, membiarkan Nayna menangis sambil sesekali memukul dada nya.


"kakak jahat,Nay membenci kakak,lepas..Nay tak ingin bersama kakak lagi..!" Ucap Nayna berusaha melepaskan pelukan Arga .


Arga hanya diam membiarkan Nayna mengeluarkan semua kekesalan nya,ia terus memeluk Nayna tanpa menghiraukan kemarahan Nayna.


"Nay ingin cerai..!" Tambah Nayna


Deg..

__ADS_1


Arga kaget mendengar permintaan Nayna ,ia merasa jatuh sampai akhir,ia merenggangkan pelukan nya,melihat keseriusan di mata Nayna.


"Apa yang kau katakan,ulangi sekali lagi..!" Ucap Arga dengan mata memerah.


"Tatap mata kakak,jangan menunduk seperti itu,lihat kakak dan katakan lagi apa yang kau ucap kan barusan..!" Tambah Arga dengan sedikit membentak Nayna yang terus menangis


"Nay....Nay ingin.....!" Belum sempat Nayna mengulang ucapan nya, bibir Arga sudah mendarat sempurna di bibir Nayna.


Cup...


Arga ******* bibir Nayna dengan sedikit kasar,ia begitu marah saat mendengar kata cerai dari mulut Nayna.


Cukup lama Arga membungkam mulut Nayna ,ia tak ingin mendengar apapun lagi dari Nayna ,ia juga tak bisa menjelaskan semua nya saat Nayna masih diselimuti kemarahan nya,ia ingin berbicara dengan tenang tanpa emosi,namun Nayna terus mengatakan hal yang tidak-tidak,Nayna terus menghindar dari nya.


Arga melepaskan bibir nya,sambil mengatur nafas yang memburu karena emosi dalam diri nya.


Arga menarik Nayna keluar dari mobil nya,memasukkan Nayna ke samping kemudi nya,saat Nayna akan turun menolak untuk duduk di samping kemudi Arga,dengan tegas Arga menatap tajam ke arah Nayna.


"Diam,jangan bicara lagi ..kakak bisa lebih marah dari ini ..!" Ucap Arga dengan sedikit membentak Nayna dan menutup mobil dengan keras.


"Maafkan kakak,ini untuk hubungan kita,kakak tak mungkin membiarkan rencana Jesika berhasil untuk memisah kan kita..!" Gumam Arga pelan kemudian memasuki mobil nya dan melanjutkan perjalanan menuju apartemen nya.


Nayna menyadari jika ini bukan arah jalan pulang kerumah Arga.


"Ini bukan arah pulang..!" Gumam Nayna dengan pelan namun masih bisa di dengar Arga.


"Apa yang kau takut kan,kau bersama kakak..suami mu..!" Kata Arga.


Nayna diam,ia tak berani menjawab perkataan Arga lagi,bukan dia bodoh,namun Nayna selalu mengingat sikap ibu nya yang lemah lembut dan selalu berbakti pada ayah nya, Nayna tak pernah mendengar ke dua orang tua nya bertengkar,ia belajar dari sikap ibu nya yang selalu bersikap dengan kepala dingin saat marah.


Arga membelokkan mobil nya ke sebuah gedung tinggi ,yaa itu adalah apartemen mewah milik keluarga Hendrawan,Nayna pernah mendengar apartemen ini,namun ia belum pernah datang ke sana.


Arga mematikan mesin mobil nya, kemudian turun untuk membukakan pintu Nayna.


"Kenapa ke sini, Nay mau pulang ke rumah mamah..!" Tolak Nayna tak bergeming dari tempat duduk nya.


"Turun..ayo..!" Arga mengulurkan tangan nya,namun Nayna masih menolak untuk turun.

__ADS_1


"Baik lah,kakak akan menggunakan cara kakak sendiri..!" Ucap Arga dengan tatapan tajam nya.


Tanpa persetujuan Nayna ,Arga menggendong nya ala bridal style ,ia membawa Nayna ke apartemen pribadi nya yang berada di lantai paling atas,Nayna tak mengeluarkan suara apa pun,ia takut karena Arga terus menatap tajam ke arah nya


Arga mengetik sandi pintu apartemen nya dengan masih menggendong Nayna.


Arga membawa Nayna langsung menuju kamar besar ,ia menurun kan Nayna di bibir ranjang.


"Kakak lelah,ingin tidur sebentar ..!" Ucap Arga yang melepas kan sepatu dan jas nya,ia menggulung kemeja nya sebatas siku dengan kancing yang setengah terbuka memperlihatkan dada nya.


"Kau,jangan berusaha kabur lagi..!" Tambah Arga kemudian berbaring dan memejamkan mata,ia begitu lelah,sampai melupakan makan siang nya karena perdebatan dengan Nayna .


Nayna melihat sekeliling apartemen itu,terlihat sangat bersih dan terawat,tapi ia belum tau kenapa Arga membawa nya ke sini.


Dua jam berlalu,Arga merenggangkan otot nya yang terasa ngilu,ia menatap kosong di sekeliling nya.


"Kemana dia..!" Gumam Arga,ia bangun dan mencari Nayna di kamar mandi,namun tak ada,kemudian ia menatap balkon yang terbuka,ia bisa menebak jika Nayna berada di sana, sebelum menghampiri Nayna ,ia mengambil selimut tebal nya untuk menyelimuti tubuh Nayna,karena udara sore itu cukup dingin.


Arga memasangkan selimut ke tubuh Nayna yang sedang duduk sendiri melihat pemandangan kota di sore hari.


"Kenapa di sini hhmmm....di sini sangat dingin,kenapa tak tidur bersama kakak..?" Tanya Arga dengan lembut


Nayna pun sudah lelah berdebat seharian dengan Arga


"Nay ingin pulang..!" Hanya itu yang di ucap kan nya.


"Tidak, sebelum kau mendengar semua nya ,kita tak akan pulang, sebentar lagi kau akan tau semua nya, setelah itu aku akan mengantar mu pulang..!" Ucap Arga yang kemudian meninggal kan Nayna di balkon sendiri.


🌹🌹🌹🌹


Selamat bermalam mingguan kakak semua


stay selalu..


mampir juga ke cerita aku yang lain


Wasiat Terakhir

__ADS_1


__ADS_2