Cinta Nayna

Cinta Nayna
Maaf


__ADS_3

Malam hari dimeja makan sudah berkumpul untuk makan malam bersama. Nayna yang melihat Arga hanya diam sambil memakan roti tanpa memakan nasi.


"apa kakak masih marah pada ku. ?" batin Nayna berbicara sendiri melihat sikap Arga yang tak biasa.


"aku sudah selesai,aku kembali ke kamar dulu .selamat malam mah..pah....!" pamit Arga pada kedua orang tua nya sambil berlalu masuk.


Nayna hanya menatap kepergian Arga tanpa bicara. Di meja makan terlihat Bu Marsya dan Pa Hendrawan yang sudah selesai makan dan akan beranjak untuk istirahat ke kamar.


Bu Marsya memperhatikan Nayna yang diam sejak tadi dan terus menatap Arga. Bu Marsya paham akan situasi itu,dia mendekat pada Nayna yang sedang mencuci piring dan berkata.


"Dia hanya kesal sebentar,besok dia akan seperti biasa,kau jangan memikirkan nya,istirahat saja ..jangan terlalu lelah.." Bu Marsya menjelaskan sikap Arga pada Nayna lalu berjalan menuju kamar.


Saat akan masuk kamar , Nayna menoleh kamar Arga seolah ragu . Dia ingin mengembalikan jaket yang tadi siang diberikan oleh Arga pada nya. Sehabis pulang siang tadi dia sudah mencuci dan mengering kan jaket itu.


Dengan pelan dia mengetuk pintu kamar Arga.

__ADS_1


Tok..Tok...Tok..


"kak.." panggil Nayna


Sampai ketukan ke enam pintu itu terbuka dengan pelan. Arga membuka sedikit pintu kamar nya.


"kak,boleh Nay masuk..?" Tanya Nayna pada Arga .


"ada apa ..besok saja ya Nay,,kakak lelah..!" jawab Arga dengan setengah mengantuk.


"kak,maafkan Nay..kakak jangan mendiamkan Nay lagi.." Nayna berkata dengan air mata yang mulai menggenang.


Arga hanya diam tanpa reaksi di depan Nayna. Arga memperhatikan ketulusan Nayna yang meminta maaf . Padahal kalau di pikir ,untuk apa Arga marah hanya karena Nayna pergi ke cafe bersama Dona. Arga tidak paham dengan sikap protektif nya pada Nayna.


"Nay,kakak tidak marah..sekarang kembali lah ke kamar mu..segera tidur.." Suruh Arga,dia berusaha untuk tidak acuh lagi pada Nayna seperti sejak tadi siang.

__ADS_1


Nayna tidak bisa tahan lagi,dia langsung menghambur ke pelukan Arga sambil menangis.


"kakak..jangan marah lagi pada Nay..Nay janji akan selalu memberitahu kakak kemana pun Nay pergi.!" Ucap Nayna sambil menangis memeluk pinggang Arga.


Arga mengendurkan pelukan nya dan sedikit menunduk untuk menatap mata Nayna.


"sudah kakak bilang,kakak tidak marah,sekarang kau tidur lah " ucap Arga sambil menggandeng Nayna dan mengantar nya sampai kamar Nayna.


Arga menuntun Nayna sampai ke ranjangnya dan menaikkan selimut sampai leher Nayna.


"sekarang tidur lah,kalau tidak besok kau akan bangun terlambat..dan kalau kau terlambat,siapa yang akan memasakkan nasi goreng untuk kakak !" canda Arga sambil tersenyum dan mengelus pucuk kepala Nayna.


Arga beranjak dari kamar itu dan mematikan lampu kamar Nayna sebelum akhir nya kembali ke kamar nya. Tanpa dia sadari ada sepasang mata yang sejak tadi memperhatikan pembicaraan Arga dan Nayna.


"aku yakin Arga mencintai Nayna,tapi dia hanya belum menyadari perasaan nya,semoga saja dengan kebersamaan mereka setiap hari,mereka bisa bersama selamanya. .amiinn" Bu Marsya tersenyum senang dalam kegelapan malam itu.

__ADS_1


__ADS_2