
Tok..Tok...Tok..
"kakak.. Abang.. apa kalian belum bangun..Nay hampir terlambat ke sekolah.." Nayna terlihat kesal,karena sedari tadi sudah membangun kan ke dua orang itu,namun mereka belum juga keluar.
Nayna yang tak tahan lagi menahan kesal nya,dia berusaha membuka pintu kamar Arga..dan yaa kamar itu tidak terkunci. Nayna melihat isi kamar itu,tapi ranjang di ruangan Arga seperti masih rapi,dia berjalan pelan dan membuka gorden kamar agar terlihat terang. Saat dia berbalik, Nayna begitu terkejut melihat penampakan di ujung sofa yang memperlihatkan Arga dan Renaldi tidur dengan posisi duduk.
Nayna menggeleng kan kepala,dia bisa menebak kalau semalam mereka tidur sangat larut atau bahkan mereka baru saja tertidur. Nayna mendekati Aldi untuk membangunkan nya.
"Abang,ayo bangun..antar kan Nay berangkat sekolah.." pinta Nayna pada Aldi yang masih terpejam.
"5 menit lagi Nay,Abang mengantuk sekali " kata Aldi dengan malas.
Nayna beralih pada Arga "kak,bangun..antarin Nay ke sekolah.." Ucap nya pada Arga sambil menggoyang-goyang kan tangan Arga.
__ADS_1
"Nay,tunggu kakak di meja makan dulu yaa..kakak mau mandi.." sambil bangun dan berjalan Arga berucap,namun dia tidak ke kamar mandi,melainkan pindah ke atas kasur nya yang empuk.
Nayna dibuat geram oleh ke dua orang itu,dia beranjak dan pergi meninggalkan kamar itu. Nayna memesan taxi untuk pergi ke sekolah,karena sopir pa Hendrawan sudah pergi sedari tadi ke kantor untuk mengantarkan pa Hendrawan.
Sepanjang perjalanan ke sekolah, Nayna terus menggerutu pada Arga dan Aldi. Nayna tidak habis pikir,apa yang mereka bicara kan sampai bangun kesiangan seperti sekarang.
"kalian menyebalkan..Nay akan memberi pelajaran pada kalian." Nayna mematikan Handphone nya dan tidak akan mengabari keberadaan nya.
Dirumah Arga membuka mata nya yang terasa silau karena cahaya matahari yang masuk ke kamar nya. Dia menatap jam dinding dikamar nya..
Arga dengan cepat turun ke bawah dan mencari keberadaan Nayna,namun dia tak menemui siapa pun di meja makan.
Arga melihat dua piring nasi goreng yang sudah dingin. Dia yakin Nayna sudah berangkat,entah dengan siapa. Arga menghampiri Bu Marsya di taman dan bertanya tentang Nayna.
__ADS_1
"Mah,kenapa tidak membangun kan aku tadi pagi.. Nayna berangkat dengan papah..?" cerocos nya pada Bu Marsya.
" Nayna sudah membangunkan kalian,malah dia masuk ke kamar mu,tapi saat keluar,dia terlihat kesal..!" jelas Bu Marsya.
"Nayna tadi berangkat dengan taxi yang di pesan nya,papah mu sudah berangkat lebih pagi..!" tambah Bu Marsya.
Bu Marsya tau apa yang di pikirkan Arga.
" tenang lah,tidak apa-apa, Nayna tidak akan marah." ucap Bu Marsya.
Arga hanya mengangguk pelan dengan perkataan Bu Marsya. Arga terlihat mengambil handphone nya dan mencoba menelpon Nayna,namu hanya suara operator yang terdengar. Arga mengulang nya beberapa kali,namun tetap sama.
"sudah lah sayang,mungkin Nayna sedang belajar,kau telepon saja lagi nanti." suruh Bu Marsya pada anak nya itu. Arga mengangguk pelan dan memasukkan kembali handphone nya dengan berjalan masuk untuk sarapan sebelum ke bandara mengantarkan Aldi.
__ADS_1