Cinta Nayna

Cinta Nayna
Petaka Foto


__ADS_3

"tidak....ini bukan kakak..!" Ucap Nayna sambil menggeleng.


Tubuh Nayna bergetar hebat saat ia membuka amplop yang terdapat di meja nya,bagaimana tidak,ia begitu syok saat mendapati beberapa foto Arga bersama Jesika di sebuah sofa panjang dengan setengah telanjang.


Semua mata mahasiswa yang berada di kelas itu,menatap bingung melihat Nayna yang menangis dan terduduk di lantai.


Dengan sisa kekuatan yang ada,Nayna bangkit dari duduk nya sambil menyapu air mata nya dengan sedikit kasar.


Ia membereskan foto-foto itu dan bergegas keluar dari kelas nya.


"Aku harus menemui kakak sekarang juga..!" Gumam Nayna,ia memberhentikan taxi yang lewat dan langsung menuju kantor Arga.


Sepanjang perjalanan menuju kantor,Nayna terus menangis,dada nya terasa sesak,iya berdo'a semoga semua itu tak benar,itu bukan suami nya.


Namun jika itu memang Arga dan mereka kembali bersama,maka ia akan mundur dari cinta nya.


Di kantor


Nayna memasuki gedung tinggi itu dengan mata yang sedikit sembab,ia berjalan terburu-buru hingga menabrak beberapa karyawan di sana yang tengah sibuk berlalu lalang.


"apa kah Jesika masih di hotel itu,aku ingin bertemu dengan nya..!" Ucap Arga pada Fadlan


"Satu lagi,aku tak ingin Nayna dan ke dua orang tua ku tau tentang kejadian kemarin sore..!" Tambah Arga yang mendapat anggukan dari sang asisten.


Bruuukkk....


Arga terkejut melihat Nayna yang langsung masuk dengan mata yang sembab,ia langsung berdiri dan menghampiri Nayna .


"Sayang...!" Sapa Arga yang cukup cemas melihat mata Nayna yang sembab.


"Baik lah,saya akan keluar.. permisi..!" Ucap Fadlan.


"Tunggu,kakak tetap di sini,karena Nay yakin kakak terlibat tentang ini..!" Tahan Nayna pada Fadlan yang akan keluar.


Nayna memberikan amplop pada Arga yang berdiri di depan nya.


Arga dan Fadlan saling pandang,mereka tak menyangka semua nya akan sampai pada Nayna secepatnya ini.

__ADS_1


Arga kaget ,begitu juga Fadlan yang melihat foto-foto itu.


"Sayang,ini salah paham..!" Ucap Arga sambil memegang tangan Nayna namun di tepis oleh nya .


"Nay hanya ingin tau,apa benar orang yang di foto itu kakak..?" Tanya Nayna dengan dada yang sesak.


"Itu bukan seperti yang kau bayangkan sayang,kakak bisa menjelaskan..!" Jawab Arga masih membujuk Nayna di depan nya.


"Jawab saja pertanyaan Nay,apa itu kakak..!" Tanya Nayna lagi dengan sedikit keras.


"Iya atau tidak,hanya itu yang Nay ingin kan..!" Tambah Nayna yang masih menangis.


"Iya itu kakak,tapi tak terjadi seperti itu,itu salah..!" Ucap Arga mencoba menjelaskan,namun Nayna tak mau mendengar kan penjelasan apa pun,ia keluar dengan berlari dari ruangan Arga setelah mendengar semua itu.


Arga berusaha mengejar Nayna,Namun lift yang di masuki Nayna keburu tertutup sebelum Arga sampai,ia menggunakan tangga darurat untuk menyusul Nayna,tapi tak cukup efektif .


Nayna memasuki taxi dan pergi dari gedung perkantoran itu dengan hati yang hancur, bagaimana mungkin semua nya kesalahan,sedangkan terlihat jelas di foto itu Arga hanya diam menerima perlakuan dari Jesika.


Di ruangan Arga,ia melempar semua barang di sana, melampiaskan kemarahannya.


"Cari wanita brengsek itu,dan Dicky,buat dia menyesal sudah bekerjasama dengan kita..!" Perintah Arga pada Fadlan.


"Kau tak perlu menasehati ku,kau urus semua di sini,dan ingat perkataan ku tadi,aku ingin wanita itu dihadapan ku nanti malam..!" Jawab Arga kemudian berlalu dari ruangan yang berhamburan itu.


Arga berjalan dengan wajah yang menakutkan bagi karyawan nya, bagaimana tidak, terlihat jelas wajah nya yang memerah dan tak ada senyum yang menghiasi wajah tampan nya.


Arga mengemudi mobil dengan kencang, tujuan utama nya adalah rumah besar nya.


"sayang,kenapa sudah pulang,apa ada yang tertinggal..?" Tanya Bu Marsya yang bingung melihat Arga pulang setelah baru berangkat ke kantor.


"Apa mamah melihat Nayna..?" Tanya Arga balik.


"Nay,bukan kah dia kuliah..?" Jawab Bu Marsya yang tak tau apa yang terjadi.


"Apa ada masalah..?" Tanya pa Hendrawan yang melihat gelagat Arga yang mencurigakan


"Aku akan menjelaskan nanti, sekarang aku akan mencari Nayna dulu,aku ingin kalian percaya pada ku..!" Ucap Arga kemudian berlalu dari ke dua orang tua nya.

__ADS_1


Sudah beberapa kali ia menelpon Nayna ,namun tak mendapat kan jawaban.


Tujuan utama nya adalah makam ke dua orang tua Nayna,namun saat tiba di sana ,ia tak menemui siapa pun di sana.


"Ayah ibu,maaf kan aku belum bisa membahagiakan Nayna ,tapi aku janji akan selalu menjaga dan membuat nya bahagia, aku pamit,tolong do'akan aku..!" Kata Arga di atas pusara ke dua mertua nya.


"Kemana lagi aku mencari nya,apa aku cari ke resto dulu..?" Gumam Arga saat mengemudi.


Di resto


"tumben pagi-pagi sudah ke sini..ada apa..?" Tanya Aldi yang menyambut kedatangan Arga .


"Tidak,aku hanya mampir sebentar..baik lah,kalau begitu aku ke kantor dulu..!" Ucap Arga berlalu.


"Kenapa dia,aneh sekali..!" Cibir Aldi sambil mengangkat ke dua bahu nya.


"Berarti Nay tak ke sini,lalu ada di mana dia ..sayang,jangan bikin kakak khawatir.,aku harus menemukan nya secepatnya..!" Gumam Arga di dalam mobil.


Arga menghubungi Fadlan agar mengecek keberadaan Nayna melalui handphone nya.


"cepat lacak di mana Nayna sekarang,aku ingin secepatnya kau mendapatkan lokasi keberadaan Nayna .!" ucap Arga pada Fadlan di telepon.


Arga terus melajukan mobil dengan pelan ,ia terus mengumpat karena orang-orang yang berhenti di ujung jembatan,hingga mengakibatkan jalanan macet parah.


"pa,apa yang terjadi di depan..?" tanya Arga pada salah satu warga yang melintas di jalan itu.


"ada seorang gadis yang tertabrak di depan,kata nya mahasiswa dari jalan xxx ,belum ada polisi,jadi belum ada yang mengangkat jasad nya...!" jelas warga itu.


"mahasiswa dari jalan xxx,itu kan kampus Nayna..tidak...tidak mungkin,pasti bukan dia...!" gumam Arga ,namun rasa kekhawatiran nya begitu mengguncang hebat dari dalam diri nya,ia berjalan menerobos gerombolan orang-orang yang memadati tempat itu,untuk meyakinkan diri nya kalau itu bukan Nayna.


Arga melihat dari jauh,sesosok tubuh perempuan yang tengkurap dengan banyak darah yang keluar dari kepala nya,tubuh nya di tutupi dengan koran ,namun Arga masih melihat sepatu yang terletak tak jauh dari jasad wanita itu,sepatu berwarna putih dengan motif kartun berwarna biru,persis kesukaan Nayna,namun Arga tak ingat pasti tadi pagi Nayna menggunakan sepatu apa saat ia ke kampus.


"tidak,itu pasti bukan Nayna..!" gumam Arga yang mulai bergetar,ia berjalan lebih dekat lagi untuk melihat lebih jelas jasad wanita yang sudah tertutup dengan koran itu.


🌹🌹🌹🌹


Deg deg deg

__ADS_1


Sama saya juga😂😂🤭🤭


tinggalkan like dan komen nya kakak semua


__ADS_2