Cinta Nayna

Cinta Nayna
120


__ADS_3

ini hari pertama Nayna bebas,anggap lah seperti itu,ia kini bisa berhadapan dengan dunia luar sendiri,tanpa Arga yang mengawasi nya,duduk sendiri di sebuah cafe menikmati sore hari,entah mengapa ia tak ingin pulang sehabis dari kampus,ia membawa diri pada ketenangan .


"begini rasa nya sendiri yaa,tapi tidak.. sekarang kan masih ada kamu..kita harus kuat sayang..!" ucap nya menyemangati diri sendiri.


Nayna masih asyik meminum jus apel nya sendiri,ia juga memesan kentang goreng dan memutuskan untuk pulang sesudah nya.


masih di sore yang sama,saat Nayna memasuki pekarangan mansion Arga , Nayna melihat jika sudah ada mobil Arga di ujung sana,dan berarti ia sudah pulang.


"tumben kaka pulang cepat..!" gumam nya.


Nayna masuk dan tak mendapati orang,terlihat sepi,ia terus berjalan melewati tangga ,hingga ia mendengar seseorang di balik rak tv .


"maaf,kali ini tak bisa ,mamah menyuruh ku pulang cepat mengantar mereka ke bandara..!" jelas Arga dengan handphone yang bertengger di telinga nya.


"lain kali pasti aku tepati sayang,jangan marah..!" bujuk Arga dengan segala rayuan yang terdengar jelas .


Arga telah mematikan telepon nya dan menatap Nayna yang mematung di ujung tangga,tanpa Nayna sadari Arga telah berdiri di depan nya.


"kau menguping..?" tanya nya pada Nayna .


Nayna kaget dengan keberadaan Arga di depan nya,ia tadi memikirkan kemana Bu Marsya dan Pa Hendrawan pergi,kenapa tak mengatakan apa pun pada nya tadi pagi.


"tidak,Nay tidak sengaja lewat..permisi..!" jawab Nayna memutus obrolan singkat itu,namun ia di tahan Arga,dengan cepat Arga berjalan ke depan Nayna .


"kenapa baru pulang,ini sudah jam berapa,apa iya di kampus sampai sore begini..kau keluyuran..?" tanya Arga mengintimidasi.


Nayna menatap wajah di depan nya ini,ia tak berniat berdebat kali ini,karena memang ia sangat lelah.


"Nay mampir membeli jus dulu sebelum pulang karena begitu gerah..!" jelas Nayna singkat.


Arga melihat jika mata Nayna berbeda,seperti kelelahan,ia minggir dari jalan nya dan membiarkan Nayna naik ,namun mata nya tak lepas dari wanita yang menaiki tangga itu.


Malam hari,Arga sudah menunggu Nayna untuk makan malam,namun Nayna juga tak turun,ia mulai kesal, sebenarnya begitu malas makan bersama Nayna ,namun ia ingat pesan Bu Marsya,bahwa ia harus menjaga Nayna selama mereka pergi.


"kenapa belum turun juga..!" gerutu Arga sambil memainkan ponsel nya, padahal makanan sudah tersusun rapi di meja.


Dengan langkah kesal nya,Arga berjalan menaiki tangga.


tok

__ADS_1


tok


tok


tak ada sahutan dari dalam sana,dan itu membuat Arga semakin kesal.


"Nay,cepat turun,aku sudah lapar menunggu mu..!" teriak Arga ,namun masih hening tak ada sahutan apa pun.


Arga yang kesal pun langsung membuka pintu kamar dengan emosi.


gelap,itu lah yang ia lihat..dahi Arga berkerut ,ia mencari sakral lampu dan menyalakan lampu kamar Nayna ,namun ia mendapati Nayna tengah tertidur dengan masih menggunakan handuk di kepala nya.


Arga mendekat dengan pelan,emosi nya meredup saat mendapati wajah Nayna yang merah penuh dengan keringat,Arga menempel kan telapak tangan nya pada kening Nayna .


"panas..dia demam..!" gumam Arga .


"Nay,bangun dulu..makan terus minum obat..!" panggil Arga menggoyang kan bahu Nayna.


"menyusahkan saja..!" gerutu Arga,ia kembali ke bawah dan menyuruh art di sana untuk mengompres Nayna di kamar nya.


setelah beberapa menit berlalu,Arga kembali melihat keadaan Nayna yang masih tidur.


Arga membiarkan Nayna tidur setelah memastikan dari art tadi jika Nayna sudah makan dan minum obat,ia tak kembali ke kamar nya,namun berbaring di sofa kamar Nayna , bagaimana pun ia ingat pesan Bu Marsya untuk menjaga Nayna .


Pagi sekali,Arga sudah bangun,ia melihat Nayna yang masih tertidur,ia mendekat dan kembali menempelkan telapak tangan pada kening Nayna.


"tidak panas lagi,berarti sudah baikan..!" gumam nya pelan,kemudian ia keluar dari kamar Nayna dan kembali ke kamar nya sendiri yang berseberangan dengan kamar Nayna .


Tepat saat Nayna dan Arga menikmati sarapan,sebuah bel terdengar ,menandakan ada seorang yang bertamu di pagi buta.


"tak tau waktu..!" gerutu Arga ,namun Nayna hanya diam tanpa mau menimpali kata Arga.


"ada yang ingin bertemu nona..!" ucap pelayan itu,namun belum sempat Nayna menjawab,Arga lebih dulu menjawab.


"kata kan datang lain waktu,Nayna sedang sakit dan tak mau menerima tamu di pagi buta begini..!" ucap Arga .


"kau sakit...?" tanya seseorang yang sudah masuk ke ruang makan tanpa permisi.


Nayna dan Arga menatap kaget pada orang itu.

__ADS_1


"kau..apa yang kau lakukan di rumah ku..dan untuk apa mencari Nayna ..?" sarkas Arga yang telah berdiri dengan senyum mengejek.


Jelas dari cara bicara dan pertanyaan nya,jika Arga lupa pada nya yang telah berdamai dengan masa lalu,Arga masih mengingat permusuhan di antara mereka.


tanpa menghiraukan Arga,Daniel berjalan melewati Arga dan menarik kursi di samping Nayna .


"kau sakit..!" tanya Daniel khawatir menempel kan tangan nya ke kening Nayna .


"Nay hanya kelelahan..kakak kapan tiba..?" tanya Nayna sambil melirik Arga yang terlihat tak suka pada Daniel.


"ayo kita ke dokter,aku akan membawa mu,kau tidak boleh sakit..!" ucap Daniel.


"tontonan membosankan..!" gumam Arga dan berlalu dari sana,ia menaiki tangga dan bersiap akan ke perusahaan.


"apa yang terjadi..?" tanya Daniel sendu menatap wajah Nayna .


Nayna menceritakan kejadian awal dan hingga saat ini.


"kenapa tidak memberitahu ku,dan Aldi..apa ia tau..?" tanya Daniel kembali.


Nayna menggeleng ,"kak,jangan beritahu Abang,Nay minta tolong,kalau Abang tau,Abang akan membawa Nay pergi dari sini,dan Nay tak ingin itu..!" jelas Nayna yang mulai menangis.


"jangan menangis,aku sudah di sini,aku akan menemani mu melewati ini..kau harus bahagia..!" jelas Daniel mengusap kepala Nayna .


sementara mereka sedang bertukar cerita,dari ujung tangga ada mata elang yang memerah melihat adegan yang terjadi di meja makan sana.


Arga sedikit gusar,saat Daniel begitu berani menyentuh rambut Nayna dan menyeka air mata Nayna .


"brengsek..!" umpat Arga yang tersulut kemarahannya.


namun deringan telepon menghentikan langkah nya untuk menghampiri Nayna dan Daniel.


"aku akan segera ke perusahaan..tunda rapat nya sampai aku tiba..!" ucap Arga berlalu dari sana.


🌹🌹🌹


selamat siang


di tunggu like dan vote serta komentar nya yang 0enuh semangat..

__ADS_1


__ADS_2