
"ga,,Nay ga mau sama kakak,kakak gak ngerti..?" Ucap Nayna dengan isakan kecil.
" Kata kan apa salahnya..biar kakak memperbaiki nya..!" Jawab Arga .
"Ga ada yang bisa di perbaiki,kakak sudah menghancurkan nya,kakak tidur sama wanita lain,dan Nay ga bisa kasih kakak kesempatan itu,biar kan Nay pergi..!" Emosi Nay kembali lagi,ia menyibak selimut dan berdiri meraih pintu,membuka namun tak bisa.
Arga menyusul memeluk Nayna dari belakang.
" Nay,jangan kaya gini,ingat kamu sedang hamil,kau harus tenang,semua yang kamu katakan tadi ga benar,itu hanya jebakan,ga terjadi apapun..!" Jelas Arga mencoba tetap tenang
"Maka itu, biar kan Nay sendiri dulu,Nay capek kak...!" Lirih Nayna yang masih berontak kecil di pelukan Arga.
Grepp Arga menggendong tubuh Nayna menuju ranjang kembali.
"Diam..jangan bicara lagi,atau kau akan melihat hal mengerikan jika terus melawan..!" Ancam Arga .
"Pukul Nay ..kakak ingin memukul bukan.. Nay akan diam,asal lepas dari kakak..!" Ucap Nayna.
Arga menatap sedih,sebegitu ingin pergi nya kah Nayna
Arga mengambil pisau buah di samping nya, menyerahkan pada Nayna
"Ambil ini,kau boleh menusuk kan nya pada kakak,kau sangat membenci kakak bukan dan ingin pergi,maka lakukan lah,buat kakak ga bisa bernafas lagi, baru kau boleh pergi..!" Ucap Arga .
Nayna gemetar saat tangan nya memegang pisau itu terarah pada Arga di depan,di mana Arga ikut menekan keras pisau nya hingga membuat sedikit luka di dada nya dan mengeluarkan darah.
"Kak..jangan begini..!" Ucap Nayna ketakutan.
"Ini bukan yang kau mau,kakak udah ga bisa bujuk kamu lagi,jadi lakukan sekarang Nay..!" Ucap Arga.
"Nay takut,jangan begini..!" Lirih Nayna menutup mata nya.
"Bukan kah kakak suami mu,kenapa kamu ga percaya sama kakak,semua yang kamu lihat itu bohong,kakak sudah memutuskan hubungan dengan Yessi,dan bantu kakak mengembalikan ingatan kakak..atau kau sudah ga peduli lagi atau mungkin cinta itu ga ada lagi...!" Tanya Arga bertubi-tubi yang mana membuat air mata Nayna mengalir deras.
Teeenggg
Nayna melempar pisau itu setelah Arga melepaskan tangan nya, Nayna menghambur ke pelukan Arga dengan tangisan hebat.
__ADS_1
"Aku cinta kakak,jangan seperti ini,Nay takut..Nay ga bisa lihat kakak terluka,tapi foto yang Nay lihat juga begitu sakit,Nay ga bisa ...!" Adu Nayna yang memeluk erat Arga .
"Maka jika ingin pergi,kau bisa melakukan,bunuh kakak dulu..!" Balas Arga
"Nay,ingatan kakak mungkin belum kembali,tapi satu hal yang kakak tau,kakak ga bakal melepaskan apa pun yang kakak punya, kakak akan mempertahankan nya meski terdengar egois,namun ini lah kakak..!" Jelas arga
"kak..maaf kan Nay..!" Lirih Nayna di pelukan Arga
"Jangan bilang apa pun lagi,jangan pernah berfikir pergi lagi,atau kau akan tau gimana gila nya kakak,kau boleh tanya Daniel bagaimana gila nya kakak kemarin,kakak menghancurkan segala nya di depan mata,mengacau di apartemen Daniel,di perusahaan,dan yaa rumah dan showroom Rey juga ikut sasaran,tapi kakak belum memberi pelajaran pada mereka karena sudah menyembunyikan mu..!" Jelas Arga .
"Kak,jangan sakiti mereka,itu permintaan Nay untuk tidak memberitahu kan ke kakak..!" Jelas Nayna .
"Maka patuh lah pada kakak,kau tidak boleh keluar kamar,diam di sini...!" Tegas Arga .
"Kakak akan mengambil pakaian ganti mu..tunggu sebentar..!" Tambah Arga berlalu melepaskan pelukan erat itu.
Hingga beberapa menit ,Arga kembali dengan beberapa pakaian milik Nayna.
"Kau mandi dulu,kakak akan membantu,kau harus sarapan dan minum vitamin mu..!" Sela Arga sambil membawa Nayna menuju kamar mandi.
Saat tangan Arga menyentuh perut Nayna yang membuncit,entah mengapa perasaan nya membuncah hebat,sudut bibir nya terangkat.
"Nay,apa dia sehat..kapan terakhir kau periksa..?" Tanya Arga merasa bersalah karena mengabaikan Nayna .
"Nay lupa,tapi seperti nya dia sehat..!" Jawab Nayna kaku saat tangan besar Arga meraba perut nya langsung.
"Nanti siang kita ke dokter,kakak akan menemani..!" Ucap Arga .
"Nay,kakak akan belajar lebih baik dari sekarang,akan memperhatikan mu lebih dari sebelumnya,maaf sudah membuat kamu sedih dan menangis..!" Tulus Arga yang membantu Nayna memakai handuk,jujur Nayna sangat malu,bagaimana tidak, sekarang ia sedang naked full,sungguh ia begitu malu.
"Nay baik-baik saja,dia sedang bersama ku di kamar,mamah ga perlu khawatir,aku akan menjaga nya ,percaya sama aku..!" Ucap Arga di balik telepon.
Deg
Nayna mendengar itu,ia berfikir apa Arga terpaksa melakukan ini semua karena tekanan Bu Marsya .
Tes
__ADS_1
Tes
Tes
Bulir bening kembali jatuh dari mata cantik itu.
"Nay,maaf lama,tadi mamah telepon..ayo kita makan dulu..!" Ucap Arga yang memasuki kamar setelah dari balkon menerima telepon dari Bu Marsya
Nayna makan dalam diam,dia akan bertanya nanti setelah sarapan selesai.
"Sudah kenyang " ucap Nayna .
"Kau mau buah..biar kakak kupasin..!" Balas Arga .
"Ga..Nay sudah cukup kenyang kak..!" Jawab Nayna .
"Hhmmm baik lah, sekarang minum vitamin mu..!" Tambah Arga ,ia membantu Nayna mengambil kan beberapa vitamin dari dokter kemarin.
"Kak..?" Panggil Nayna pelan.
"Kau ingin apa lagi..nanti jam 10 kita ke rumah sakit,kakak sudah buat janji dengan dokter di sana..!" Ucap Arga .
"Apa kakak merasa terpaksa seperti ini,,apa kakak melakukan ini demi mamah dan papah..?" Tanya Nayna yang menunduk tak berani menatap Arga .
"Apa yang kau katakan,kakak tidak seperti itu,kakak bukan orang yang mudah di tekan,apa pun yang kakak lakukan,semua pendirian kakak..!" Jawab Arga menatap Nayna .
"Nay,ingatan kakak memang belum pulih,tapi makin ke sini,hati kakak yakin jika selama ini perlakuan kakak salah dan sangat salah pada kamu,beri kan kakak kepercayaan,bantu kakak lebih yakin lagi,jika hubungan ini lebih kuat dari kesalahan kakak..!" Jelas Arga sambil menggenggam tangan Nayna erat.
🌹🌹🌹🌹
like
vote
komentar
sehat selalu semua
__ADS_1