Cinta Nayna

Cinta Nayna
tingkah aneh


__ADS_3

Arga tidak fokus pada pekerjaan nya hari, perdebatan nya dengan Nayna tadi malam sukses berhasil membuat nya kacau hari ini.


"apa benar aku berlebihan,lagian Nay juga tak peduli pada lelaki itu,tapi aku sangat kesal saat dia menatap milik ku seperti semalam..!" gumam Arga sendiri


pikiran nya melayang kemana-mana,ia tak bisa mengontrol diri bila menyangkut Nayna.


drttt


handphone Arga bergetar di samping nya,tertera nama Sammy.


"ya..ada apa..!" jawab Arga dengan malas.


"...."


Arga mengerut kan kening


"aku akan kata kan pada Nay,tapi aku tidak bisa janji,kau tau bukan jika Nay sekarang tengah hamil muda,dia tidak bisa terlalu lelah..!" jelas Arga .


Sore hari Arga pulang dengan perasaan lelah,ia di hampiri langsung oleh Bu Marsya.


"mah,ada apa..?" tanya Arga yang melihat Bu Marsya menahan nya.


"kau tau,jika hari ini mood Nayna seperti nya buruk,dari tadi dia terus saja diam dan sesekali mengomel pada pelayan ..!" ucap Bu Marsya sedikit berbisik


Arga mengerutkan kening, pasal nya ini bukan seperti Nayna yang ia kenal,ia tak pernah mengomel atau apa pun,ia lebih banyak diam.


"benar kah..?" tanya Arga memastikan.


Bu Marsya mengangguk pasti.


"mamah saran kan,kau jangan bertindak sesuatu yang akan menambah mood nya makin memburuk lagi..!" pesan Bu Marsya yang kemudian membiarkan Arga berlalu dari sana menuju kamar nya


klik


Arga membuka pintu kamar dengan pelan,namun kosong ,ia mencari ke segala sudut kamar,namun tak menemukan Nayna .


"sudah pulang..?" sapa Nayna yang datang dari arah balkon.


Arga berpaling dan melihat Nayna yang begitu aneh menurut nya.

__ADS_1


"apa ini..?" tanya Arga yang menyapu lipstik merah di bibir Nayna .


"kakak kenapa,ini lipstik lah ..!" jawab Nayna yang juga sedikit menekan kan kalimat nya.


"maksud kakak,kenapa pakai lipstik segala,ini juga,dapat dari mana baju seperti ini..ganti..kakak tidak suka..!" tambah Arga ,karena tak biasa bagi nya melihat Nayna yang seperti ini,ia biasa melihat Nayna yang berpenampilan natural namun cukup menarik di mata nya.


"Nay lagi suka baju ini,dan ini..!" tunjuk Nayna pada lipstik yang bertengger di bibir tipis nya.


"Nay baru membeli nya,karena Nay suka dengan warna nya saat melihat di iklan tadi..!" jelas Nayna .


"kakak tidak suka,hapus sekarang,dan ganti baju mu,kakak akan mandi,jangan keluar kamar..!" pesan Arga yang berlalu dari sana.


"kenapa menyebalkan sekali,Nay kan hanya ingin tampil beda,lagian ini gaun yang sangat cantik..!" ujar Nayna yang mematut diri nya di cermin besar.


Dress di atas lutut dengan sedikit belahan dada dan beberapa Swarovski yang menghiasi bagian perut nya,membuat Nayna berpenampilan sedikit lebih dewasa dari sebelumnya,mungkin ini lah yang Arga maksud,ia tak suka,namun bisa saja ini hanya bawaan bayi yang sedang Nayna kandung.


Nayna tak mendengarkan perkataan Arga,ia keluar dari kamar dan bergabung bersama Bu Marsya,seperti Arga,Bu Marsya pun sedikit terkejut,namun ia tak mengeluarkan suara seperti Arga yang menjelaskan secara rinci ketidaksukaan nya.


"mah...!" ucap Nayna yang bermanja di samping Bu Marsya.


"kakak itu sekarang menyebalkan sekali,setiap Nay melihat nya ,langsung jadi emosi..!" kata Nayna memberitahu kan kekesalannya pada ibu mertua nya.


Arga keluar dari kamar,ia mengumpat kesal karena Nayna tak mendengar perkataan nya,ia bisa pastikan jika sekarang isteri kecil nya itu sedang mengadu pada mamah nya.


"keras kepala sekali..!" gumam Arga yang mengeringkan rambut nya,sesekali ia pun masih mengumpat ,namun sebisa mungkin ia menahan emosi nya,karena ia sadar jika Nayna tak bisa di lawan dengan keras kepala juga.


Sebelum keluar dari kamar,Arga menghembuskan nafas nya beberapa kali,mencoba untuk mengontrol diri agar tak marah pada Nayna .


Dengan stelan kaos putih polos dan celana pendek sebatas lutut,Arga turun dari tangga,menapaki dengan pelan,menajamkan pendengarannya,ia bisa kenal betul suara ini,Nayna tertawa cekikikan ,entah apa yang membuat nya tertawa,Arga mengikuti suara itu hingga pada taman belakang,ia melihat Nayna tengah berjongkok sambil berbicara.


"apa yang di lakukan..?" gumam Arga yang bingung melihat Nayna berbicara sendiri


ssrreekkk


Arga tertarik ke belakang dari persembunyian nya.


"papah...!" ucap Arga yang mendapat isyarat untuk diam.


"biar kan dia di sana sendiri,isteri mu sedang dalam keadaan mood yang buruk...!" balas pa Hendrawan

__ADS_1


"tapi apa yang di lakukan nya di sana,dia berbicara dan tertawa sendiri..apa itu tak aneh..!" tambah Arga .


"diam dulu,dengar kan papah,tadi waktu papah di depan,tak sengaja melihat orang melihat pedagang keliling membawa kelinci dan papah membeli nya,dan kebetulan isteri mu suka hingga ia meminta pada papah agar ia memelihara..!" jelas pa Hendrawan.


"syukur lah,aku sudah berfikir yang macam-macam,papah tau,jika Nayna terus berbuat aneh hari ini,aku pun sampai di buat nya kesal...!" adu Arga pada sang papah.


pa Hendrawan tersenyum lebar mendengar aduan Arga .


"lebih bersabar lagi,itu hanya bawaan bayi,dan mood nya akan turun naik sepeti itu sampai ia melahirkan nanti, perjalanan mu masih panjang..!" ucap pa Hendrawan menasehati Arga supaya lebih sabar lagi pada Nayna, kemudian berlalu dari sana dengan meninggalkan tepukan kecil di pundak Arga beberapa kali.


Arga mendekat ikut duduk di samping Nayna yang tengah asyik memberi makan kelinci cantik.


"ngapain ke sini..?" tanya Nayna dengan sedikit jutek


Arga hanya bisa mengelus dada pelan,sembari mengucap sabar untuk diri nya sendiri .


"kenapa marah-marah terus sih...?" tanya Arga tanpa menanggapi sikap jutek Nayna.


slleeett


tatapan tajam Nayna mengenai Arga yang tak mampu berkutik.


"kakak menyebalkan sekali..!" ucap Nayna kemudian berpaling dan kembali mberi makam kelinci nya.


"besok kakak di undang ke pesta,kamu mau ikut..?" tanya Arga


"kalau bukan dengan Nay,kakak ingin pergi dengan wanita lain lagi..?" jawab Nayna memojokkan Arga yang menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.


"salah lagi..!" gumam Arga kecil.


"bukan begitu sayang..!" ucap Arga menggenggam tangan Nayna ,berharap wanita itu tak mengeluarkan kata-kata aneh lagi .


Bu Marsya dan Pa Hendrawan hanya tersenyum melihat interaksi dua manusia di depan mereka yang dianggap mereka lucu dan yang pasti mengingat kan mereka pada masa muda mereka dulu.


🌹🌹🌹🌹


Semangat up


Maaf yaa kelamaan

__ADS_1


di usahakan up 3 hari sekali


__ADS_2