Cinta Nayna

Cinta Nayna
Terciduk


__ADS_3

Nayna mengedarkan pandangan nya ke sekeliling cafe mencari keberadaan Dona. Saat akan beranjak,tangan nya di cekal oleh Rey.


"adik,kau..mau kemana..?" dengan cepat dia memegang tangan Nayna untuk menghalau nya pergi dari meja itu.


Samy tertawa melihat Rey yang bereaksi saat akan di tinggalkan gadis itu berdiri .


"Teman mu itu lucu sekali,seperti nya di tolak oleh gadis itu" tunjuk Samy.


"biar kan saja,dia tidak akan selalu berhasil seperti pikiran nya itu.." sungut Arga tanpa menoleh arah tatapan Samy. Aga masih fokus pada buku di tangan nya.


"Iya,tapi kau harus lihat bagaimana lucu nya wajah Rey saat di tolak gadis itu " kata Samy pada Arga yang enggan menoleh.


Samy mengeluarkan banyak kicauan yang membuat Arga pusing dengan ulah teman nya itu . Iya pun akhir nya ikut menoleh pada arah tatapan Samy .


Ekor mata Arga menatap Rey yang berusaha mencegah seorang gadis untuk pergi. Dia merasa mengenali postur tubuh dan gaya rambut gadis yang bersama Rey itu. Dia memicingkan mata saat mengingat sosok Nayna.


"apakah itu Nayna,tapi sedang apa dia disini,dan baju itu, seperti nya Nayna tidak memiliki pakaian seperti itu..?". Arga terlihat masih melihat dari jauh,namun saat Arga menelisik lebih tajam,dia mengenali gelang tangan yang berbandul bulan bintang itu. Itu milik Nayna yang dia belikan minggu lalu saat dia di puncak bersama teman-teman nya.


Arga langsung bangkit dan berjalan cepat menuju Rey untuk memastikan penglihatan nya. "Tunggu,kau mau kemana..?" tanya Samy yang terkejut melihat Arga berjalan terburu-buru.

__ADS_1


Arga menghampiri Rey,bola mata nya membulat sempurna melihat gadis bersama Rey itu adalah Nayna.


"kakak..?" gumam Nayna pelan


"kau,apa yang kau lakukan disini " tanya Arga dengan penekanan sambil melepaskan tangan Rey dari punggung tangan Nayna.


"Nay.. Hhhmmm..." dengan gugup dia tertunduk tidak bisa menjelaskan semua nya melihat ekspresi Arga yang terlihat marah.


"ini apa lagi,,dari mana kau mendapatkan pakaian ini.." Arga melepaskan jaket nya memakaikan nya di bahu Nayna yang terekspos.


"ada apa ini,kau mengenal nya ..?" Tanya Rey dengan spontan.


"Ayo pulang.." tarik Arga pada tangan Nayna yang masih menunduk. Arga berjalan melewati Rey dan Samy yang terlihat bingung dengan sikap Arga.


Setelah Arga berlalu membawa Nayna,Samy terkekeh pelan dan berbisik di telinga Rey.


"kau kalah lagi.." ucap nya berlalu.


Arga terlihat masih menarik tangan Nayna untuk menuju mobil nya,tapi teriakan seseorang menghentikan nya.

__ADS_1


"Nay,kau mau kemana..?" sebelum Dona melihat orang yang di depan Nayna.


saat Arga berbalik dan menghentikan Dona


"kau,kenapa juga disini..?" tanya Arga, dia ingin marah,namun deringan telpon Arga membuat nya mengurung kan kemarahan nya. Terlihat "mamah calling" di handphone nya . Arga lantas mengangkat nya.


"Iya mah..?" sahutnya di telepon


".........…...."


"Iya mah,aku paham..aku tutup dulu,mamah tidak usah khawatir,aku akan mengurus nya" Arga terlihat memasukkan kembali benda pipih itu ke dalam saku celana jeans nya.


" kau menjemput Nayna ke sekolah tanpa memberi tahu mamah dan langsung mengajak nya ke cafe.,mamah khawatir karena di telepon supir papah mengatakan jika Nayna sudah pulang,apa kalian bersekongkol diam-diam pergi ke cafe.." tanya Arga dengan tatapan tajam yang ditunjukkan pada Dona.


"maaf .." pinta Dona pada Arga. Arga hanya diam sambil membukakan pintu mobil dan menyuruh Nayna untuk masuk.


"masuk..." ucap nya tegas, Nayna menurut .


"Kau langsung pulang,ikuti mobil ku.." suruh nya pada Dona.

__ADS_1


Dona langsung masuk mobil nya,dan mengikuti Arga,dia sudah melupakan pesanan es cream nya.


__ADS_2