
Mereka bertiga pulang cukup larut,karena begitu banyak hal yang harus di tangani Aldi saat di resto,Nayna yang terlihat kelelahan tertidur di mobil,sedang Arga dan Aldi yang mengapit Nayna di tengah sedang berbicara.
"aku sudah tidak sabar lagi menunggu dua bulan lagi" ucap Arga sambil mengelus kepala Nayna yang bersandar pada nya.
"aku percaya kan dia padamu,aku sangat menyayangi nya,ingat jika kau membuat nya sedih,aku sendiri yang akan mengambil nya darimu dan akan ku pastikan jika kau tak kan bisa lagi bertemu dengan nya" jelas Aldi dengan tatapan tajam.
"kau bisa membunuh ku jika itu terjadi..!" janji Arga pada Aldi.
Aldi mempercayakan adik yang begitu di sayangi nya pada Arga. Dia percaya Arga mampu membuat nya bahagia.
Saat tiba di depan rumah,Arga mengangkat tubuh Nayna yang tertidur,menaiki tangga dengan pelan agar tak membangun kan nya,sungguh awal yang baik bagi Arga karena wali dari Nayna merestui hubungan mereka.
"sayang,mulai sekarang kau akan selalu bahagia di samping ku,aku janji " janji Arga,dia menyelimuti tubuh Nayna dan mengecup kening Nayna sebelum pergi ke kamar nya..
🌹🌹🌹🌹
3 Bulan kemudian
__ADS_1
Begitu cepat waktu berlalu, hari-hari di lalui Nayna dengan penuh warna bersama keluarga baru nya, di tambah dengan bumbu cinta yang begitu indah mewarnai hidup nya. Arga dengan sikap konyol dan posesif nya selalu membuat Nayna seperti seorang yang istimewa.
"Nay,mamah dan papah ingin bicara ..!" panggil Arga pada Nayna yang tengah berada di taman menyiram bunga.
Nayna mengangguk dan masuk mengikuti Arga,terlihat Bu Marsya dan Pa Hendrawan yang sedang bersantai.
"mah..pah..!" panggil Nayna saat duduk di seberang mereka.
Bu Marsya tersenyum "Nay,sekarang kau sudah lulus dan Minggu depan kau sudah masuk kuliah,mamah dan papah ingin kau dan Arga menikah 2 hari lagi.!" pinta Bu Marsya.
"apa tidak terlalu cepat mah,Nay belum memberitahu Abang..!" ucap Nayna pelan.
"kau tidak perlu memikirkan itu,kami akan mengatur semua nya,kami hanya menunggu persetujuan mu,tentang Aldi,papah sudah menelepon nya kemarin..!" tambah pa Hendrawan.
Nayna tak tau harus mengatakan apa lagi,dia bingung,namun entah mengapa dia mengangguk setuju,dan membuat orang di samping nya tersenyum lebar.
"Alhamdulillah.." ucap Bu Marsya dan Pa Hendrawan bersamaan.
__ADS_1
Arga tak bersuara,tapi dia bersorak dalam hati nya.
Saat Bu Marsya dan Pa Hendrawan beranjak dari duduknya,Arga melihat ke samping .
"Ciiieee yang mau di nikahin..!" goda nya pada Nayna.
Nayna yang tersadar langsung menatap Arga dengan tajam,dia tak mengeluarkan suara apa pun,hanya melihat ke samping dan beranjak dari duduk nya.
"sayang,buat kan calon suami ini kopi yaa,gula nya satu sendok..!" ucap Arga sambil sedikit berteriak.
Arga tersenyum senang karena sedikit lagi dia bisa memiliki Nayna .
"tinggal dua hari kau jadi milik ku,!" batin Arga
Begitu besar keinginan Arga untuk memiliki Nayna,dia tak mau menunggu Nayna masuk kampus sebelum resmi menjadi isteri nya,karena ada ketakutan sendiri dalam diri nya,dia takut Nayna tergoda oleh lelaki lain seperti pengalaman nya.
Arga pernah patah hati dengan seorang gadis cantik yang meninggal kan nya karena lelaki lain,sampai sang gadis itu rela menyusul lelaki itu ke luar negeri untuk bersamanya dan meninggalkan Arga sendiri.
__ADS_1