
Arga masuk ke mobil dengan diam,dia melepas kan tas yang bertengger di pundak nya dan melemparkannya ke kursi belakang. Dia tidak menatap Nayna ke samping,dia hanya fokus pada setir di tangannya.
Perjalanan pulang ini terasa lambat bagi Nayna,karena sedari tadi mereka diam tidak ada yang memulai pembicaraan.
Nayna tetap menunduk, sesekali dia menoleh ke samping untuk melihat Arga yang tetap diam.
"Apa ada yang ingin kau katakan..?" Arga membuka suara tanpa menoleh.
"itu.... Nay ...?" Nayna terlihat ragu,tidak mungkin jika dia mengatakan kalau Dona mengajak nya dengan sedikit paksaan. Karena sebelum sampai cafe Nayna berniat menelpon Bu Marsya,tapi di tahan oleh Dona dengan alasan sudah mendapatkan ijin dari Bu Marsya.
"kata kan saja ..!" kata Arga sambil menghentikan mobil nya saat lampu merah.
__ADS_1
"kak,maaf kan Nay..!" hanya itu yang bisa Nayna pada orang yang disamping nya itu.
"kenapa kau minta maaf pada kakak..mamah begitu khawatir karena tau kau tidak ada saat sopir papah menjemput mu di sekolah..!" Jelas Arga pada Nayna yang masih menunduk.
"Dan dari mana kau mendapatkan baju itu,itu bukan milik mu bukan..?" dengan menoleh ke samping sambil meneliti kembali pakaian Nayna.
"Nay,meminjam baju kak Dona saat di mobil tadi..Nay hanya merasa gerah dan berganti seragam di mobil kak Dona tadi ..!" Nayna berbicara sambil menatap Arga yang memandang pada nya juga
"kakak tidak marah kau keluar dengan siapa pun,tapi kau harus memberitahu mamah supaya mamah tidak khawatir...dan juga pakaian ini..kakak tidak suka kau memakai nya,itu bisa mengundang hal jahat Nay..kau ingat kan bagaimana pria di cafe tadi ,kalau tidak ada kakak, bagaimana kau mengatasinya sendiri.." Tambah Arga dengan panjang lebar (kayak kereta api 😅)
Setelah itu mereka diam kembali dengan pikiran masing-masing. Dona masih mengikuti mobil Arga dari belakang.
__ADS_1
Mereka tiba di depan gerbang rumah keluarga Hendrawan. Arga mematikan mesin mobil nya dan mengambil tas di kursi belakang sebelum akhir nya berjalan masuk ke rumah. Sebelum masuk, Nayna memberanikan diri memegang tangan Arga yang akan melewati nya.
"kak,maaf kan Nay " dengan merasa bersalah.
"sudah lah,kakak mau istirahat dulu di kamar,kakak lelah..kau temui mamah dulu.." dengan perlahan dia melepaskan kan genggaman tangan Nayna dan berjalan menaiki tangga.
"Nay,tenang saja..aku akan menjelaskan pada Tante..kau tenang saja..ikuti aku " bisik Dona pada Nayna yang menatap Arga menaiki tangga.
Bu Marsya sudah menunggu Nayna di ruang tengah. Bu Marsya tersenyum melihat Dona juga bersama nya,Bu Marsya sudah bisa sedikit menebak apa yang terjadi. Dona menjelaskan pada Bu Marsya dan meminta maaf karena sudah membuat nya khawatir.
Dikamar Arga yang baru masuk melepas kan tas nya dan melemparkannya ke sofa,dia tidak mengerti mengapa diri nya marah melihat Nayna di cafe itu dengan pakaian yang menurut nya sedikit terbuka dan rok yang di pakai Nayna sedikit menonton kan paha mulus nya Dia ingin memarahi Nayna,tapi dia tidak tega melihat Nayna yang terus menunduk tadi.
__ADS_1
"kenapa aku seperti ini,bukan kah wajar saja jika Nayna jalan ke cafe seperti itu..dan lagi..yaaaa Rey,awas kau besok..dia begitu berani memegang tangan Nayna di cafe" dia mengingat Rey yang akan menggoda Nayna tadi membuat nya kembali marah dan mengumpat tak jelas.