
Pagi telah menyapa bumi,kicauan burung terdengar merdu,Nayna mengerjap kan mata saat jam nya berbunyi.
"sudah pagi..!" gumam nya,kemudian mengumpulkan seluruh tenaga untuk bangun dan memulai aktifitas nya.
Meski Nayna dan Arga sudah menikah,namun mereka belum tidur bersama,Arga tak ingin terburu-buru memulai hubungan layak nya suami isteri,dia tak ingin menakuti Nayna dengan berbagai tanggung jawab seorang isteri,dia ingin perlahan-lahan memulai hubungan itu.
Arga juga paham betul jika umur Nayna masih tahap labil,dia tak ingin memaksa kehendak nya,yang dia tau saat menikahi Nayna hanya satu,agar bisa selalu menjaga Nayna tanpa fitnah dari orang yang melihat,karena Arga begitu mencintai wanita itu.
Nayna melakukan hal biasa yang di lakukan nya,yaitu memasakkan sarapan untuk semua orang.
Arga yang baru bangun langsung mandi dan bersiap untuk segera ke kampus,saat memakai kaos, handphone Arga bergetar menanda kan ada pesan yang masuk.
"sayang,aku menunggu mu,jemput aku di apartemen,aku sudah mendaftar kan kuliah kembali di kampus yang sama dengan mu..❤️❤️❤️❤️!"
Arga mengernyitkan dahi membaca pesan itu,dia sudah menebak kalau itu adalah pesan dari Jesika.
Arga tidak mempedulikan isi pesan itu,dia menyimpan handphone nya ke tas,kemudian keluar kamar,dan langsung menuju kamar Nayna.
tok tok tok
"Nay,kakak masuk..!" ucap nya.
Arga masuk,dan Nayna tengah membereskan buku nya.
__ADS_1
"kakak sudah sarapan..?" tanya Nayna.
Arga menggeleng kan kepala kemudian memeluk Nayna.
"maaf kan kakak untuk yang semalam..!" ucap nya dengan penyesalan.
Nayna mengangguk kemudian merenggang kan pelukan dengan tersenyum manis pada Arga.
"Nay,sudah selesai...ayo kita sarapan ke bawah .." ajak Nayna sambil menarik tangan Arga.
mereka turun bersama untuk sarapan,namun di tengah sarapan handphone Arga terus berbunyi,semua orang di sana menatap pada Arga yang mengabaikan bunyi handphone nya.
"kenapa menatap ku..?" tanya Arga sambil melihat ke dua orang tua nya dan Nayna secara bergantian.
"apa jangan-jangan..?" suara Bu Marsya dengan pelan terhenti.
"aku ga kenal nomor nya,jadi males ngangkat nya" jelas Arga.
Semua yang mendengar terdiam dengan pikiran masing-masing. Nayna melirik ke arah Arga yang terlihat santai saja.
Setelah selesai sarapan,Nayna dan Arga pergi bersama ke kampus,di perjalanan handphone Arga kembali berbunyi,hingga membuat Nayna berinisiatif untuk mengangkat nya.
"biar Nay yang akan nerima telpon itu..!" usul Nayna sambil meraih tas Arga yang di samping nya.
__ADS_1
"jangan...!" Arga langsung menangkap tangan Nayna yang akan mengambil handphone nya.
"kenapa..?" tanya Nayna dengan bingung.
"itu hanya orang iseng sayang,tidak usah di hirau kan ..!" jawab Arga yang gelagapan.
"benar kah..?" tanya Nayna meyakinkan .
Arga mengangguk tanda mengiyakan,kemudian mereka kembali fokus pada jalanan di depan.
Saat di depan kampus,Nayna pamit pada Arga untuk langsung ke kelas,dia mengecup punggung tangan Arga kemudian di balas kecupan ringan di dahi Nayna dari Arga.
"masuk lah dulu,kakak akan bertemu Rey di bengkel sebentar..!" ucap Arga pada Nayna,
Nayna mengangguk dan membuka pintu mobil,Arga melihat Nayna yang berjalan jauh, buru-buru membuka handphone nya,begitu banyak panggilan tak terjawab serta pesan dari Jesika.
"apa yang dia mau,bukan kah dia sudah tau kalau aku sudah menikah..?" gumam Arga.
🌹🌹🌹
kakak semua..tolong bantu
like dan vote nya yaaa
__ADS_1