Cinta Nayna

Cinta Nayna
Menenangkan


__ADS_3

Arga mengetuk kamar mandi dengan pelan berharap nayna mau membuka nya.


"Nay,keluar sekarang..!" perintah arga dengan menahan emosi yang menggebu.


"Apa yang harus ku lakukan agar dia mau keluar..!" gumam arga pelan.


"Gara-gara anak itu,kau marah pada kakak,baik akan kakak kurung juga anak itu bersama jesika supaya kau percaya pada kakak..!" ucap arga, ia tau nayna mendengar itu dan tak akan membiarkan arga melakukan nya


Klik


Pintu kamar mandi terbuka menampakkan Nayna dengan wajah sembab nya,berjalan melalui Arga dengan cepat.


Arga menarik tangan Nayna pelan namun di hempaskan Nayna dengan sedikit kasar,namun ia akan tetap sabar pada gadis ini.


Nayna berjalan menuju kasur,merebahkan diri dan menarik selimut sampai kepala.


Arga meneliti kaki Nayna yang sedikit terbuka,namun tak ada luka atau goresan,lalu kenapa sampai ada bercak darah di pecahan pigura foto tadi.


Arga ikut duduk di samping tempat tidur, melipat tangan di atas dada.


Dddrrttt


Handphone Nayna bergetar di samping tempat tidur,Arga hanya diam ,namun kemudian Nayna membuka selimut nya berusaha menggapai benda pipih itu,tapi kalah cepat dengan Arga,karena ia lebih dulu menyimpan nya di saku celana nya.


"kenapa,apa handphone itu lebih penting dari kakak...?" Tanya Arga yang melihat wajah Nayna kesal menatap nya.


Nayna beralih dan membelakangi Arga,


Arga berjalan menuju laci meja rias,mengambil kotak obat,dengan sabar ia menyikap selimut itu,menarik tangan Nayna dengan sedikit keras,bukan menyakiti nya,namun ia ingin mengobati jari Nayna yang berdarah ,entah karena pigura foto yang pecah atau apa pun itu,yang pasti Arga melihat jika telunjuk Nayna memerah akibat tergores.


"Jangan keras kepala,apa lagi sampai melawan,diam saja..!" Tekan Arga dengan tegas.


Nayna membiarkan Arga mengobati luka nya,mata nya menatap langit-langit kamar yang berwarna silver hitam khas warna lelaki ,warna kesukaan Arga,karena memang ini kamar Arga sejak ia masih lajang dan Nayna tak mempermasalahkan nya.


"Dia bukan anak kakak,dia hanya anak kecil yang di manfaat kan orang lain untuk menghancurkan hubungan kita,apa kau belum percaya penuh pada kakak..!" Jelas Arga sambil mengobati jari Nayna .


Arga menatap Nayna yang acuh akan setiap kata-kata nya,namun ia tak hilang akal,ia tak boleh diam dan memperpanjang masalah ini.


"Kau harus percaya pada kakak,hanya anak yang keluar dari rahim mu yang bisa memanggil ku dengan sebutan Daddy..!" Tambah Arga dengan kelembutan dan ketulusan nya,dengan sangat hati-hati ia mengobati jari Nayna yang terluka,memakai kan salep dan plester luka setelah itu,ia mengecup jari itu dengan hangat menyalurkan rasa ketulusan nya.

__ADS_1


Arga sadar,jika ia menikahi seorang gadis yang cukup muda dan masih dalam keadaan sedikit labil dan tak bisa mengontrol emosi,sikap kekanakan dan manja nya tak bisa di hilangkan begitu saja,ia harus ekstra sabar.


"Sayang...!" Panggil Arga dengan kelembutan,mengarah kan wajah Nayna dengan telapak tangan nya .


"jangan mencoba merayu atau membujuk Nay dengan kata-kata kakak..!" Ucap Nayna dengan ketus,namun itu membuat Arga tersenyum,ia menyadari jika Nayna hanya sedikit marah.


"Sayang,kakak cuma cinta sama kamu,dan itu bukan anak kakak,kau harus percaya..kita bisa melakukan tes DNA agar kau yakin..!" Jelas Arga dengan menangkup wajah Nayna dengan gemas.


"Tidak perlu..!" Ucap Nayna melepas kan tangan Arga dari wajah nya.


"Ayo lah jangan marah lagi,kakak akan menyuruh Fadlan mengantarkan anak itu pada Jesika dan mengirim mereka jauh ke luar kota,agar tidak bisa mengganggu kita lagi...!" Tambah Arga yang sudah memeluk tubuh mungil itu dalam dekapan hangat nya


"tapi tetap saja itu menyebalkan..!" Ucap Nayna dengan ketus dan memukul dada Arga di depan nya.


Arga terkekeh mendengar itu,ternyata rasa cemburu dan ketakutan Nayna sama seperti diri nya.


"Benar kah kakak menyebalkan..!" Goda Arga sambil meraih tubuh mungil itu kembali dan membawa nya ke kasur .


"Jangan mengurung diri di kamar lagi,kau membuat kakak takut..!" Jelas Arga yang sudah mengukung Nayna di bawah nya.


"Nay terlalu kesal saat anak itu memanggil kakak dengan sebutan Daddy..!" Ungkap Nayna menatap wajah Arga .


Cup..


"jangan bertindak bodoh lagi,kau ceroboh hingga jari mu terluka ..!" Ucap Arga setelah melepaskan ciuman nya.


"sebentar lagi makan siang,ayo kita turun...!" ajak Arga yang membantu Nayna bangun


"tidak,Nay ingin di kamar saja..!" tolak Nayna ,ia tak mau bertemu anak itu,ia takut emosi nya kembali lagi


"hhhmmm ,baik lah..kakak akan menyuruh pelayan membawa makan siang ke kamar saja..!" ucap Arga yang melepaskan kemeja nya dan mengganti dengan baju santai.


"apa kakak tidak ke kantor lagi..?" tanya Nayna yang bingung melihat Arga mengganti baju nya.


"tidak perlu,kakak akan menemani mu,supaya tidak kesal lagi..!" jawab Arga sambil mengedipkan mata nya,dan itu mampu membuat Nayna tersipu.


"kenapa wajah nya merah lagi,seperti anak ABG baru jatuh cinta saja..!" goda Arga yang mendapat lemparan bantal dari Nayna .


Di ruang makan.

__ADS_1


"bagaimana Nayna ..?" tanya Bu Marsya yang masih khawatir


"aku sudah bisa mengatasi nya,tapi dia menolak untuk turun,ia masih tak ingin bertemu anak itu..!" jelas Arga sambil mengambil makan siang yang akan di bawa nya ke atas.


Bu Marsya mengangguk mengerti dan membiarkan Arga mengurus Nayna .


Nando menatap Arga dengan sendu,sesekali ia menunduk saat netra nya bertabrakan dengan netra Arga yang tajam.


"kau jangan menakuti nya,dia hanya anak kecil dan tak paham masalah kalian..!" ucap Bu Marsya .


"mah,nanti tolong suruh pelayan membersihkan kamar ku..!" pinta Arga kemudian berlalu membawa nampan ke kamar nya.


ceklek


Arga membuka pintu kamar nya ,mata nya meneliti setiap sudut ruangan mencari sang pujaan hati.


"sayang...?" panggil Arga sambil meletakkan pelan nampan.


Hoek Hoek Hoek


Arga berlari menuju kamar mandi yang terbuka.


"mual lagi..?" tanya Arga yang memijat pundak Nayna .


"tidak tau, tiba-tiba perut Nay rasa bergelombang ..!" jawab Nayna yang membersihkan mulut nya.


Arga menggendong Nayna menuju sofa,memberikan sirup manis pereda mual nya.


Nayna memeluk Arga di samping nya dengan manja,ia merasa nyaman saat mencium aroma khas maskulin dari tubuh Arga.


"kenapa,apa kau ingin sesuatu..?" tanya Arga lembut sambil mengusap lembut kepala Nayna.


"Nay ingin....!"


🌹🌹🌹🌹


hayoo mau apa coba Nayna


jangan lupa like dan vote serta dukungan kalian semua

__ADS_1


mampir juga ke cerita aku yang lain


Wasiat Terakhir


__ADS_2