
Hari ini adalah hari ke pergian Aldi untuk kembali ke kota J melanjutkan kuliah nya. Tadi malam saat diri nya dan Nayna pulang kerumah mereka, Aldi banyak memberi kan nasehat untuk adik nya itu agar terus menghubungi nya, setidaknya 3 kali dalam sehari. Aldi juga mengajarkan Nayna bagaimana mengurus usaha yang di tinggalkan ayah mereka. Aldi berjanji pada Nayna akan menyempatkan untuk pulang agar bisa menemui adik nya dan berkunjung ke makam orang tua mereka.
Saat siang hari Nayna bersama sopir baru yang dipekerjakan Aldi langsung menuju ke kediaman Hendrawan.
Nayna sebenarnya tidak enak hati jika harus menumpang di rumah orang lain yang jelas bukan kerabat nya,tapi keluarga Hendrawan sangat baik hati menawarkan nya untuk tinggal sementara waktu sementara sang kakak menyelesaikan kuliah nya.
Mobil merah yang di tumpangi Nayna telah tiba di depan gerbang keluarga Hendrawan. Nayna turun dari mobil untuk meminta orang yang berjaga di depan pintu untuk membuka kan nya.
"Non Nayna sudah sampai,Ibu sudah menunggu Non di dalam " sapa sang penjaga sambil membuka kan pintu.
"Benar kah mang,tadi Nay mengantarkan Abang dulu ke bandara baru pulang ke sini" Jawab Nayna.
Nayna masuk dengan membawa koper kecil nya yang berwarna pink. Dia berniat mengetuk pintu utama,tapi belum sempat tangan nya menyentuh pintu itu, terlihat Bu Marsya sudah membuka kan pintu dengan senyum khas seorang Ibu.
"Nay,kau sudah datang..?" Tanya Bu Marsya
"Iya Bu,Nay baru saja dari bandara mengantarkan Abang pergi.." kata Nayna sambil berjalan masuk mengikuti langkah Bu Marsya yang menggandeng tangan nya dari tadi.
Bu Marsya langsung membawa Nayna naik meniti tangga , Nayna mengerutkan kening,dia bingung kenapa Bu Marsya mengajak nya naik,bukan kah kemarin malam dia tidur dikamar tamu di bawah.
"Nay, tinggal kan saja koper mu itu di bawah,nanti pelayan akan membawakan nya untuk mu..ikut lah dengan Tan..te..(terlihat berpikir sejenak)..Hhhmmm tidak..panggil saja mamah seperti Arga supaya terdengar lebih enak sayang..!" Sambil tersenyum pada Nayna.
__ADS_1
"mamah..?" Nayna terlihat bingung dan berpikir lagi.
"Sudah lah,nanti juga terbiasa,sekarang kita akan lihat kamar mu..!" Sambil membuka salah satu pintu kamar itu Bu Marsya terus menggandeng tangan Nayna.
"Nay,ini kamar mu sekarang,,yang diseberang kamar ini ,itu kamar Arga,,dan yang di ujung itu kamar mamah dan papah..!" Jelas Bu Marsya.
"Iyy...yyaa Tan....hhhmmm, maksud Nay mamah.." sambil tersenyum canggung.
"Mah,kenapa Nay tinggal di kamar ini,Nay tidak apa-apa jika di kamar tamu saja.." tanya Nayna pada Bu Marsya.
"Mana boleh begitu,kami sudah berjanji pada kakak mu untuk menjaga mu disini,jadi kau harus selalu dalam pantauan kami,kau mengerti..!!" Jelas Bu Marsya
"Baik lahh, terimakasih mah ..!!" Kata Nayna
"Yaa sudah,sekarang kau mandi dulu dan istirahat, sebentar lagi akan ada pelayan yang datang untuk mengantarkan koper dan makan siang mu,mamah akan pergi ke kantor papah mu dulu mengantarkan makan siang..!" Pamit Bu Marsya pada Nayna sambil mengelus rambut Nayna yang terurai panjang.
Malam tiba,semua orang sedang berkumpul di ruang makan untuk makan malam bersama. Nayna ikut membantu menyiapkan makanan di meja. Dengan cekatan dia menyusun piring dan cangkir serta air putih. Di umur nya yang masih muda,dia cukup pandai mengerjakan pekerjaan rumah,karena almarhum ibu nya selalu menanamkan kemandirian pada diri Nayna.
"Seperti nya ayam goreng ini terlihat lezat,beda dari tampilan biasa.." kata Arga sambil mengambil ayam goreng di depan nya.
"Itu Nay yang memasak nya,mamah juga penasaran dengan masakan Nay.." sahut Bu Marsya yang ikut mengambil ayam goreng itu.
__ADS_1
"Hhhmmm..tidak kalah enak dari punya mamah..!" Timpal sang ayah yang sudah memasukkan ayam goreng itu ke mulut nya.
"Nay,kau pintar sekali memasak..jika saja kau nanti menikah dengan Arga,perut nya pasti akan jadi buncit karena selalu makan yang enak seperti ini..!" Canda Bu Marsya yang membuat Arga dan Nayna terbatuk bersama.
***Uhhuukkk...uhhuukk***...
"Mamah kenapa bicara begitu,lihat anak mu langsung tersedak..!" Senyum pa Hendrawan yang melihat ekspresi Arga.
Nayna hanya diam menahan malu mendengar penuturan Bu Marsya,dia rasa nya ingin lari saja dari meja makan itu.
-
-
-
Hayyy Kaka semua, terimakasih sudah mampir di karya pertama aku,mohon maaf jika masih banyak kata yang kurang pas..mohon tinggalkan jejak Kaka dan komentar nya..
Tolong dukungan Kaka semua yaa hingga karya ini END dan dapat membuat karya-karya yang lain
Sekali lagi bantu vote yaa🙏🙏
__ADS_1