
"Nay..." Ucap seorang laki-laki yang menangkap tubuh Nayna dengan cepat sebelum sampai pada lantai keramik .
"Apa yang kau lakukan pada nya..?" Tanya laki-laki itu dengan sorot mata yang tajam menatap Adel yang juga panik melihat Nayna tiba-tiba pingsan.
"Apa kau mencurigai aku,asal kau tau Daniel,aku memang tidak menyukai Nayna,tapi aku juga tak kan membahayakan nya hingga dia pingsan seperti ini,nanti saja berdebat nya,kita bawa Nayna ke ruang kesehatan sekarang,cepat angkat..!" Jelas Adel yang mengomel karena di tuduh Daniel sudah berbuat macam-macam hingga menyebabkan Nayna pingsan.
Daniel mengangkat tubuh Nayna dengan cepat ,berjalan melewati banyak orang yang ikut berkumpul melihat kejadian itu.
Dari dalam kelas Arga melihat beberapa orang yang berjalan menuju ruang kesehatan,ia belum tau apa yang terjadi dan ia pun bukan orang yang ingin tau masalah orang lain.
Sammy berlari masuk ke dalam kelas dengan cepat,
"Ikut aku sekarang..!" Tarik Sammy pada Arga yang bingung melihat tingkah teman nya itu
"Males,kemana sih,lagian sebentar lagi Bu dosen masuk..!" Tolak Arga yang melepaskan tangan nya.
"Nayna pingsan di kantin..!" Ucap Sammy
Arga terkejut dan langsung berlari menuju kerumunan orang yang mengiring Nayna ke ruang kesehatan,dengan cepat ia memecah kerumunan itu sebelum sampai di ruang kesehatan.
Arga menatap terkejut mendapati Nayna berada di gendongan Daniel.
__ADS_1
"Nay..!" Ucap Arga dengan panik sambil mengambil alih tubuh Nayna dari Daniel,dengan cepat ia membawa Nayna ke ruang kesehatan dan meneriaki para tenaga kesehatan yang tengah berjaga di sana.
"Nay,apa yang terjadi..?" Gumam Arga dengan pelan saat meletakkan Nayna di atas kasur berukuran kecil itu.
"Kenapa kalian diam,cepat periksa Nayna sekarang..!" Teriak Arga pada tenaga kesehatan di sana yang terpaku melihat Arga yang sangat khawatir.
Wajah Nayna terlihat pucat,keringat yang bercucuran memenuhi wajah mulus nya,dengan menggenggam tangan Nayna yang lemah,Arga terlihat sangat panik melihat Nayna yang terbaring lemah.
Seorang tenaga kesehatan tengah memeriksa Nayna,namun ia tak menemukan hal yang serius.
"Seperti nya nona ini hanya kelelahan dan kurang tidur saja..!" Jelas wanita paruh baya yang memeriksa Nayna.
"Bagaimana mungkin dia tidak apa-apa,dia tidak sadar kan diri dan wajah nya sangat pucat seperti ini, cepat periksa lagi..!" Ucap Arga yang sangat panik,padahal ia tak pernah berkata sembarangan atau membentak pada orang yang lebih tua,tapi kali ini ia lepas kendali saat orang yang dia sayang tak berdaya di depan nya.
Arga berdiri dan menghampiri Daniel yang berdiri di depan pintu.
"Apa yang terjadi,kenapa Nay sampai pingsan..?" Tanya Arga menatap tajam pada Daniel.
"Aku tak tau,aku hanya tak sengaja lewat di kantin,dan melihat Nayna yang pucat..!" Jawab Daniel berkata jujur.
"Bukan kah Nay sudah sarapan,untuk apa dia di kantin..?" Gumam Arga dengan pelan.
__ADS_1
"Dia bersama ku..!" Ucap Adel saat masuk ke dalam ruangan itu untuk melihat keadaan Nayna.
"Kau..?" Ucap Arga dengan menatap tajam pada Adel,namun belum sempat Arga mengeluarkan amarah nya, tiba-tiba ada pergerakan dari Nayna.
"Sayang....?" Ucap Arga sambil mengusap pucuk kepala Nayna.
"Nay sangat pusing,apa bisa kita pulang sekarang..?" Tanya Nayna yang masih lemah,namun ia ingin segera pulang,ia tak nyaman berada di ruangan itu.
Arga mengangguk setuju , kemudian mengangkat Nayna yang masih lemah,Daniel mengikuti dua orang itu menuju parkiran mobil,Arga meletakkan Nayna di samping kemudi dengan bantuan Daniel yang membukakan pintu.
Saat Arga menutup pintu di sisi Nayna,Daniel menghentikan langkah Arga yang akan masuk ke sisi kemudi nya.
"Tolong kabari aku nanti tentang keadaan Nayna..!" Pinta Daniel .
Arga hanya diam kemudian berlalu ke arah kemudi untuk segera pulang.
"Semoga kau baik-baik saja..!" Gumam Daniel saat melihat mobil Arga menjauh dari parkiran itu.
🌹🌹🌹
Selamat beristirahat semua
__ADS_1
semangat menyambut Senin☺️☺️