Cinta Nayna

Cinta Nayna
Kehebohan Malam pertama


__ADS_3

Hoek Hoek Hoek


sudah jam 2 dini hari,namun Nayna terus memuntahkan cairan bening yang membuat wajah nya pucat,seisi rumah di buat nya khawatir,belum lagi Bu Marsya yang sedari tadi menemani Nayna di kamar mandi.


"Nay,kita ke rumah sakit ya..?" bujuk Bu Marsya ,ia begitu khawatir pada menantu cantik nya itu,namun Nayna hanya menggeleng.


Arga masuk setelah membersihkan tempat tidur mereka yang sempat terkena muntahannya Nayna .


"sayang ayo...!" ajak Arga sambil menyelipkan tangan nya pada kaki Nayna,dengan pelan ia mengangkat tubuh lemas itu menuju ranjang besar mereka.


"mamah akan buat kan minuman hangat dulu,kau ganti baju Nay dulu..!" ucap Bu Marsya sambil berlalu .


dengan lemas Nayna berbaring sambil menutup mata nya yang terasa berat,menerima setiap apa yang dilakukan Arga,mengganti kan baju Nayna dengan yang baru sampai mengoles kan beberapa minyak penghangat pada tubuh Nayna.


"apa masih pusing..?" tanya Arga sambil menggenggam tangan Nayna.


"sedikit...!" jawab Nayna yang berusaha tersenyum.


"jangan tersenyum,kau menyebalkan sekali,kenapa tidak mau ke rumah sakit..!" gumam Arga yang sedikit kesal pada Nayna karena tak mau di bawa ke rumah sakit.


Nayna tersenyum bahagia melewati setiap.proses kehamilan nya,ia senang di kelilingi orang yang begitu perhatian pada nya,belum lagi Aldi yang hampir setiap jam menelpon nya untuk sekedar menanyakan apakah Nayna merasa mual atau menginginkan apa.


"ini minum dulu..!" ucap Bu Marsya yang membawakan sirup manis hangat untuk Nayna .


"kau tidur lah,besok kau harus ke kantor bukan..!" tukas Bu Marsya pada Arga yang duduk di samping Nayna sambil mengusap punggung Nayna dengan minyak hangat.


"mah,tidak perlu menunggu Nay,mamah istirahat saja,kakak juga tidur lah,Nay sudah tidak apa-apa dan akan tidur juga..!" jelas Nayna menenangkan ke dua orang di hadapan nya yang begitu khawatir.


"sebentar lagi dokter akan datang memeriksa mu..!" ucap pa Hendrawan yang baru masuk menghampiri ke tiga orang itu,Arga tersenyum karena papah nya begitu pengertian pada keinginan nya,kalau saja Arga yang memanggil dokter,Nayna pasti tidak akan mau,tapi dengan pa Hendrawan ,ia tak bisa menolak.


Di kamar yang luas itu sedang berkumpul satu keluarga yang sedang mendengar penjelasan dari dokter,tidak ketinggalan pula Aldi yang langsung menuju kediaman keluarga Hendrawan dini hari untuk melihat keadaan Nayna ,bukan tanpa alasan di tengah malam yang hampir menjelang subuh ini ,mereka sangat menyayangi Nayna ,begitu mengasihi wanita ini.


"tuan muda,Anda tenang saja,istri anda tidak apa-apa,ini hal biasa terjadi pada trisemester pertama,namun anda harus tetap menjaga pola makan nona,dan selalu mengkonsumsi vitamin yang sudah saya resep kan..!" jelas dokter Lyli ,seorang dokter kandungan yang langsung di tunjuk Arga untuk menangani kehamilan Nayna sampai ia melahirkan kelak.


Semua orang yang mendengar itu mengangguk paham,di tengah malam yang di harus kan untuk tidur dan istirahat,malah berubah di malam pertama Nayna di nyatakan hamil,semua terasa khawatir melihat Nayna .

__ADS_1


Bu Marsya menghampiri Nayna yang berbaring "tidur lah,kau pasti lelah..!" ucap Bu Marsya mengelus lembut pucuk kepala Nayna.


"kau menginap saja di sini,besok pagi baru pulang..!" kata Arga pada Aldi yang di depan nya,sedangkan pa Hendrawan berlalu dari sana setelah mendengar semua nya baik-baik saja.


Aldi menghampiri Nayna dan Bu Marsya.


"Abang akan menginap di sini,kau tidur lah..!" ucap Aldi dengan sayang sambil menatap adik nya itu,ia mengusap lembut pipi Nayna dengan sayang sebelum keluar dari kamar itu.


Arga menghembuskan nafas dengan pelan saat menutup pintu kamar nya,semua orang telah kembali menuju kamar masing-masing,sudah hampir subuh,tapi rasa kantuk nya sudah hilang sendiri di ganti dengan rasa cemas yang teramat saat melihat Nayna dengan wajah pucat dan terus muntah dari tengah malam.


Dengan pelan Arga menaiki kasur,berusaha tak membuat suara sedikit pun,ia takut membangun kan Nayna kembali,ia meneliti wajah itu dengan kelembutan,hati nya bergetar hebat di penuhi kecemasan yang teramat sangat.


"kakak mencintai mu..maaf kan kakak membuat mu sakit seperti ini .!" ucap Arga pelan sambil mengecup lama kening Nayna.


Pagi hari


Arga tengah bersiap ke kantor,ia tersenyum melihat Nayna yang masih terlelap dengan tenang,ia melakukan semua nya sendiri,tanpa ingin mengganggu tidur Nayna.


Di kaca besar kamar nya,ia meninggal kan sebuah note yang bertuliskan kata indah untuk menyambut pagi isteri nya jika ia terbangun nanti.


"morning sayang kakak,jangan lupa


Arga menuruni tangga dengan stelan rapi,ia sarapan bersama orang tua nya dan tak ketinggalan juga Aldi yang sudah bergabung.


"bagaimana Nay..?" tanya Aldi yang melihat Arga tengah mengoles selai pada roti nya.


"dia masih tidur,mungkin sangat lelah ..!" jelas Arga sebelum memasukan roti berisi selai kacang ke mulut nya.


"nanti mamah akan mengantarkan sarapan satu jam lagi ke kamar..!" ucap Bu Marsya sambil menyiapkan makanan untuk pa Hendrawan.


"mah,tolong di jaga Nay untuk aku sementara aku di kantor..!" pinta Arga pada sang ibu.


Arga menuju kantor nya dengan perasaan berbeda,ia sangat bahagia ,ini impian nya selama ini,ia tak mampu menggambarkan kebahagiaan yang di berikan oleh Nayna.


"siap kan rapat 10 menit lagi..!" pinta Arga pada Fadlan saat memasuki ruangan nya

__ADS_1


"bukan kah rapat akan di adakan pukul 10..?" ucap Fadlan pada Arga yang memajukan jadwal rapat.


"aku ingin segera menyelesaikan urusan kantor secepatnya ,aku tak bisa meninggalkan Nayna terlalu lama..!" jelas Arga.


"apa Nona sakit..?" tanya Fadlan serius


bugh ..


Arga melempar buku tebal pada Fadlan


"jangan bertanya tentang Nay..,kau urus saja masalah kantor,aku tak suka kau mengkhawatirkan isteri ku..!" semprot Arga yang tak suka orang lain menanyakan tentang Nayna,karena ia sangat posesif pada isteri nya itu.


Fadlan tersenyum kikuk ,kemudian berlalu dari sana tanpa mengatakan apa pun lagi.


"sayang..sudah bangun..😍!" tulis Arga pada pesan WhatsApp yang ia kirim pada Nayna,namun hampir lima menit,Nayna tak membaca pesan nya.


"mungkin dia belum bangun,aku akan memulai meeting sekarang..!" ucap Arga yang kemudian berdiri menuju ruang rapat.


Hampir 2 jam rapat yang di gelar,kini Arga baru keluar dari ruang meeting itu dengan beberapa agenda yang telah di sepakati dalam meeting itu.


"kau susun ulang semua jadwal nya,nanti berikan pada ku jika sudah selesai..!" jelas Arga sambil menuju ruangan nya.


"lelah sekali..!" gumam nya sambil mendudukkan punggung di kursi kebesaran nya.


Arga mengambil ponsel nya dari saku celana dan membuka pesan dari sang isteri.


"kakak jahat,aku membenci kakak...😭!" My Wife


Deg


Arga membaca pesan itu dengan jantung yang berdegup kencang


"apa yang terjadi...?" gumam Arga yang kemudian langsung menekan nomor Nayna namun tak tersambung.


🌹🌹🌹

__ADS_1


Selamat bermalam mingguan kakak


maaf baru up yaa


__ADS_2