
Arga mengerjapkan mata nya, meraih handphone di samping nya.
03.00
Mata arga membulat sempurna.
"Shhiittt...! " Umpat arga bergegas bangun dari tidur nya, namun langkah nya terhenti seketika saat menyadari di mana diri nya berada.
"Sayang..? " Yessi memanggil sambil mengucek mata nya.
"Apa yang terjadi..? " Gagap arga yang menyadari jika Yessi berada dalam selimut yang sama seperti diri nya yang hampir polos.
Yessi tersenyum dan memeluk arga di samping nya.
"Apa kau lupa setelah yang terjadi semalam..? " Ucap Yessi sembari mengukir sesuatu di dada arga.
Arga memegangi kepala nya, seolah ia merasa linglung.
"Jangan bilang....! " Sambung Arga.
"Kenapa.. Kau menyesal.. Bukan kah kau sudah bilang, jika setelah ini kau akan menikahi ku..! " Cecar Yessi sedikit kesal.
Deg
Arga melepas pelukan Yessi dan memakai pakaian nya dengan cepat.
"Kau mau ke mana..? " Tanya Yessi.
"Aku harus pulang, nanti kita bicara lagi..! " Jawab Arga sambil memasang sepatu nya.
Saat Yessi hendak menahan , Arga lebih dulu pergi dan tak menghirau kan teriakan Yessi yang terus memanggilnya.
Bbbbrruummmmm
Arga menghidupkan mobil nya dan melaju dengan cepat menuju mansion nya, ia begitu takut jika penjaga di rumah melapor pada mamah dan palah nya jika Arga tak kembali ke mansion.
"Shhhiittt.. Kenapa aku bisa lupa, padahal aku hanya merasa lelah dan tidur sebentar, kenapa berakhir begini..! " Gumam Arga.
Dalam perjalanan pulang, Arga terus berharap jika orang rumah tak ada yang mengadu pada orang tua nya jika ia belum pulang.
Gerbang terbuka otomatis, menandakan jika seseorang tengah memegang remot kontrol.
Arga memandang ke segala arah, mencari tau siapa yang membuka gerbang, sampai saat penjaga menghampiri nya saat keluar mobil.
"Pak.. Kenapa di sini.. ?" Tanya Arga bingung yang melihat salah satu penjaga menghampiri nya.
"Tuan.. Kami menunggu anda.. Syukur lah anda sudah pulang..! " Ucap penjaga itu.
__ADS_1
"Memang nya kau berharap aku tidak pulang...?! " Sinis Arga.
"Bukan begitu tuan, nona mengatakan jika tuan sedang sibuk di kantor hingga akan pulang dini hari, jadi kami menunggu tuan..! " Jelas penjaga itu.
"Sibuk.. Lembur..? " Gumam Arga yang berlalu dari sana.
Pemandangan yang pertama Arga lihat saat membuka pintu utama, adalah nayna yang tidur menyander pada ujung sofa., ia mendekat ke arah nayna.
"Tuan.. Nona baru saja tertidur, kami menemani nona di sini menunggu tuan, nona menolak masuk ke kamar..! " Adu pelayan wanita yang duduk di bawah nayna.
"Tidak apa-apa.. Bibi istirahat lah.. Aku akan membawa nay ke atas..! " Ucap Arga dengan pelan.
"Kenapa aku di sini, seharus nya aku tak mempedulikan mu seperti ini, aku begitu marah saat mendengar mu bermanja dengan orang di telepon itu, namun aku tak bisa mengabaikan mu, aku malah seolah tertarik ingin dekat dengan mu, logika ku menolak, namun pikiran ku begitu kacau saat melihat mu menangis, ada apa dengan ku..! " Gumam Arga lirih sambil memperhatikan wajah nayna yang terlelap.
Dengan pelan, arga mengangkat tubuh nayna dan membawa nya dengan hati-hati menuju kamar.
Entah dorongan dari mana, saat Arga menyelimuti nayna, ia meninggal kan satu kecupan kecil di kening nya.
Sudut bibir nya terangkat saat tak sengaja menyentuh perut nayna.
"Kau anak papah bukan, aku mencintaimu.. Baik-baik di sana sayang..! " Ucap Arga kemudian berlalu menuju kamar nya.
Arga masuk ke kamar dengan pikiran rumit, saat ia bersama nayna tadi, ia merasa nyaman dan tenang, namun saat sendiri, ia kembali teringat yang terjadi sebelum ia kembali ke mansion.
"Apa benar aku dan Yessi.. Ah, tidak mungkin..lalu mengapa..! " Arga berperang dengan pikiran nya sendiri.
Wajah pucat dan penuh dengan air yang masih tersisa setelah ia mencuci wajah nya,badan nya bergetar menumpu tubuh nya.
"sayang, baik-baik di sana ya..!" gumam Nayna pelan sambil menahan denyut di kepala nya.
"Nona..!" pekik seorang pelayan yang baru membuka pintu kamar nya.
"bi,Nay lemas sekali..!" lirih Nayna yang duduk di atas karpet bulu dengan kepala menempel di ujung sofa.
"bibi panggil kan tuan..nona tunggu dulu..!" pamit pelayan itu yang cukup khawatir.
"jangan bi..!" lirih Nayna ,namun pelayan itu tetap keras kepala,ia tak peduli jika Arga akan marah pada nya jika mengganggu tidur nya.
tok
tok
tok
"shiiittt....!" umpat Arga kesal karena mendengar ketukan pintu yang lumayan keras.
Dengan wajah kesal dan siap memberikan umpatan pada orang di depan pintu,ia berjalan masih menutup mata nya karena memang masih mengantuk.
__ADS_1
"anu..tuan..maaf...nona....!" pelayan itu menunduk karena takut melihat sorot mata tajam dari Arga,belum selesai pelayan itu bicara,Arga langsung menuju kamar Nayna yang terbuka.
Dengan cepat Arga mengangkat kepala Nayna yang tertunduk di sofa.
Wajah pucat dan keringat yang membasahi kening Nayna.
"apa yang terjadi..?" tanya Arga yang langsung mengangkat tubuh Nayna ke atas tempat tidur nya.
"bibi tidak tau,saat masuk ke kamar mengantar susu,nona sudah di bawah sofa itu...!" jelas pelayan dengan takut.
Nayna masih mendengar jelas obrolan ke dua orang di kamar nya itu,namun ia tak bisa membuka mata,karena ia merasa sangat pusing dan mual.
"panggil kan dokter sekarang..!" titah Arga yang merapikan rambut Nayna .
Arga membantu menyapu keringat Nayna ,dengan perasaan cemas,ia terus menatap wajah ayu yang terus gelisah itu.
"kak..!" lirih Nayna masih terpejam.
Arga menggenggam tangan Nayna menyalurkan ketenangan di sana.
"apa begitu sakit..!" gumam Arga tak terbaca.
tak berselang lama,Nayna bangun dan menuju kamar mandi lagi.
Hoek
Hoek
Nayna kembali memuntahkan cairan kuning nya ,ia begitu tersiksa kali ini,namun ia tak bisa mengatakan semua nya,ia kembali terduduk lesu di kamar mandi.
Arga masuk ke kamar mandi dengan Anduk kecil di tangan nya,membantu Nayna mengeringkan wajah nya.
"kak,keluar saja..Nay baik-baik saja,hanya pusing saja..!" ucap Nayna pelan.
namun Arga tetap diam,malah melepaskan baju Nayna yang sudah basah .
"ganti baju dulu,kau bisa sakit jika pakaian mu basah..!" ucap Arga yang langsung mengangkat kaos Nayna .
Di tatap Nayna wajah di atas nya itu,tanpa ekspresi apa pun,Nayna tak mampu membaca nya.
"Nay bisa sendiri,kakak keluar lah,ini masih kotor muntahan Nay...!" jelas Nayna .
"diam lah,jangan membantah ku..!" ucap Arga datar.
🌹🌹🌹
Vote dan like nya
__ADS_1
supaya semangat 😘😘